Home / Drama Qu / Eighteen Again Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Eighteen Again Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Eighteen Again Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle, Eighteen Again Episode 01 Drama Korea, Eighteen Again Epi 01  Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Eighteen Again Episode 01 Drama Korea nonton dramaqu. Download drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Eighteen Again Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

File: 18 Again episode 1

[Semua karakter, organisasi, tempat,
dan kejadian adalah fiksi][Drama ini murni karya fiksi
dan tidak berhubungan dengan] [orang, organisasi, lokasi,
atau kejadian nyata] [Final Basket SMA] [Ini pertandingan final
tim basket pria SMA.] [Pertarungan antara
SMA Serim dan SMA Baejin] [telah dimulai.] [Final Basket SMA] [SMA Serim, Raih Medali!] [Kemenangan untuk Tim Basket Serim!]

Sekarang bola di tangan Hong Dae-young.

[Kemenangan untuk Tim Basket Serim!]

Nomor 11, Hong Dae-young,
menembakkan bola.

Jika dia bergabung
dengan liga profesional,

lapangan basket
pasti akan menuju jalur baru.

[Sebelum pertandingan]

Kau tahu para pencari bakat
akan datang, bukan?

Tentu.

Ada yang dari Universitas Hankuk juga.

Kau harus tampil baik.
Hidupmu bergantung pada permainan ini.

Aku akan bermain seperti biasa.

Hong Dae-young tidak berhasil
melakukan lemparan bebas.

– Fokus!
– Sepertinya dia agak gugup

karena ini pertandingan besar baginya.

Ada apa denganmu hari ini?

[Aku Murid SMA Baejin yang Bangga]

Fokus!

[Sebelum pertandingan]

Siapa gadis cantik itu?

Dia kekasihmu.

Ya, benar.

Dia kekasihku.

Kenapa lama sekali?

Ada apa?

Apa?

Bukan apa-apa.

Terjadi sesuatu.

Dae-young.

Dia memanggilmu. Kau harus pergi.

Jung Da-jung.

Pertandingan hari ini penting.

Fokus saja pada permainanmu dahulu.

Tidak.

Jika kau tidak memberitahuku,
aku tidak akan bermain hari ini.

Katakan.

Sekarang.

[Baejin, maju untuk menang!]

– Dae-young!
– Sedang apa?

– Oper!
– Hei.

– Apa yang terjadi?
– Cepat.

– Oper bolanya.
– Hei.

– Apa yang dia lakukan?
– Hei.

– Apa yang kau lakukan?
– Apa yang dia lakukan?

[Da-jung!]

Dae-young.

Tidak.

Kau seharusnya tidak datang.

Tidak.

Ini keputusanku.

Jangan menangis.

Kau adalah masa depanku.

Bayi kita adalah masa depanku.

Jadi,

percayalah kepadaku.

Jangan menangis.

Tidak apa-apa.

[Jika] [cerita kita berakhir di sini
seperti akhir film,] [hidupku] [akan berakhir bahagia.] [Namun,] [18 tahun kemudian] [kenyataan adalah
rangkaian kisah terbuka.] [Kemalangan tidak terduga
tidak lagi mengejutkanku.] [Dan begitu saja,] [hidup terus berjalan.] [Episode 1, Hidup Terus Berjalan]

Sekretaris Jo, berapa yang harus
kuselamatkan hari ini?

[Aku tidak yakin memahami pertanyaanmu.]

Sekretaris Jo,
aku harus menyelamatkan orang.

Siapkan jubahku.

[Maaf. Aku tidak paham.]

Sekretaris Jo, jangan bercanda.

Orang-orang menunggu bantuanku.

[Aku tidak yakin memahami pertanyaanmu.]

Sekretaris Jo.

[Maaf. Aku tidak tahu.]

Hari ini, aku harus membawa ini.

Dia gila.

[Seongjong Electronics, Pusat Layanan] [Jagung Khusus, Rendah Gula, Ye Ji-hoon]

Aku sangat bersyukur
kau mengizinkanku tinggal di sini.

Tapi bisakah kau membuka
kaleng di dadamu itu?

Kapan kau akan dewasa? Astaga.

Aku mengerti kau diusir
dan keadaan tidak berjalan baik.

Tapi aku tidak bisa melepas hatiku.

Astaga.

Kenapa aku bercerai?

– Aku tahu alasannya.
– Kau tahu?

Kenapa?

[Tentu saja, karena penampilan.]

Astaga. Bagaimana bisa dia membiarkan
penampilannya menjadi seburuk itu?

Dia tampak seperti
orang yang sangat berbeda.

Bukan karena penampilannya.

Jika aku terus tinggal bersamanya,

aku tidak tahu harus bagaimana.

Apakah seburuk itu?

Apa yang terjadi?

Dia tidak suka bahwa kau sudah tua.

Itu cukup untuk membunuhku?

Apa?

Apa aku mengutuknya? Atau aku memukulnya?

Aku tidak selingkuh.

Kenapa? Kenapa dia melakukan itu?

– Pasti perselingkuhan.
– Sudah kubilang bukan begitu.

Bukan kau. Pasti Da-jung.

Da-jung?

Si berengsek gila itu.

Dia tidak mati setelah kau lihat itu?

Kalau aku, dia pasti sudah mati.

Terima kasih sudah memahamiku.

Tidak!

Ini bukan masalah pengertian seseorang.

Astaga.

Aku akan pergi.

Tenanglah. Jika tidak,
kau akan mati kelelahan.

Meski mati, aku akan dipromosikan
lebih dahulu, jangan hentikan aku.

Benar. Siapa peduli kau kehilangan
keluargamu? Kau hanya perlu berhasil.

Apa?

Jika aku dipromosikan,
Da-jung juga akan berubah pikiran.

Jangan cemaskan aku. Sampai jumpa.

Sampai jumpa. Kerjamu bagus, Kawan.

Aku mencintaimu!

Aku mengerti alasan dia bercerai.

Kau sungguh tidak keberatan bercerai?

Aku tidak menyukainya lagi.

Bagaimana denganmu?
Bagaimana keadaan Profesor Kang?

Siapa Profesor Kang? Benar juga.

Aku mengakhiri hubungan kami.

Kali ini wajah baru. Dia masih kuliah.

Dia masih kuliah?

Kau tahu aku tidak bisa bertahan
dengan satu orang.

Aku ingin terus merasa gugup.

Aku mengerti, tapi mahasiswa?

[Seongjong Electronics] [Kami tidak memedulikan usia Anda]

Mereka tidak memedulikan usia,
dan tidak memedulikan pendidikan.

[Kami tidak memedulikan pendidikan Anda] [Kami tidak memedulikan pengalaman Anda]

Mereka juga tidak memedulikan pengalaman.

Dunia telah menjadi
tempat yang lebih baik.

Seharusnya, ini dilakukan lebih awal.

Dunia yang malas
membuat masyarakat lebih baik.

Mereka terlalu malas melihat detail,

lalu dapat model kasar
dan lulus penilaian kasar.

– Meski kau terampil…
– Butuh sepuluh tahun untuk naik jabatan.

Jika tidak terampil…

Ratingmu turun, begitu juga dengan gajimu.

[Saluran dengan kepribadian…] [Wajah baru JBC…] [Adalah dirimu.]

Kali ini kau mendaftar ke JBC, bukan?

Bagaimana ujian tertulisnya?

Aku sudah sangat sering tes.

Aku akan menggunakan
pengalaman dan usiaku.

Usiaku adalah masalah.

Tahun depan usiaku 38 tahun.

Ini mungkin tahun terakhirku, bukan?

Tabahlah, Kawan. Kau hanya hidup sekali,

Kau harus hidup sebagai
pembawa berita purnawaktu.

Kuharap aku bisa. Kumohon.

Lihat foto keluargamu lagi
dan dapatkan energi.

Tentu saja.

Kau akan dipromosikan hari ini,
jadi kau pasti senang bekerja.

Tentu saja.

[- Ayo.
– Astaga, aku iri.] [SD Nuri]

Aku harus keluar. Cepatlah.

Maaf, Bu. Akan segera kuselesaikan.

Aku menolak membayar kedatanganmu!
Kau bilang itu tidak rusak!

Biaya datang kemari
dan biaya perbaikan terpisah.

Kalau begitu,
buat pemberitahuan sebelumnya.

Kau ingin mendapat nilai nol
dalam kinerjamu?

Maaf, Bu.

[Bau apa ini?]

– Apa?
– Kakimu sangat bau.

Pantas aku mencium bau sampah!
Ternyata karena aku.

Astaga, apa kau punya akal sehat?

Kau akan ditelepon dan ditanya
apa semuanya sudah beres.

Tolong beri aku nilai sepuluh
dari sepuluh.

Baiklah.

Bisa tolong buangkan ini untukku?

Aku benar-benar ingin bekerja hari ini.

Pak, semua sudah diperbaiki.

Ke mana dia pergi?

Astaga. Kukira itu rakun sungguhan.

Aku terkejut.

“Kau ingin menjadi muda lagi?”

Kenapa repot-repot bertanya?
Tentu saja aku ingin muda lagi.

Astaga, dia pasti punya gelar.

[“Obat yang Membeli Kemudaan”,
“Waktu Mengembalikan Sel”]

Dia bahkan punya banyak obat.

Dia pasti sangat suka rakun.
Ada satu lagi di sini.

Kau sudah memperbaiki semuanya?

Ya, Pak. Aku memperbaiki semuanya.

Begitukah? Kalau begitu,
perbaiki yang ini untukku juga.

Maaf, Pak.
Aku hanya memperbaiki mesin cuci.

Sudah kuperbaiki, Pak.

Kau pandai memperbaiki barang.

Kenapa hanya memperbaiki mesin cuci?

Kurasa kau pandai memperbaiki semuanya.

Aku bisa memperbaiki hampir semuanya.

Andai aku bisa memperbaiki
hidupku seperti ini juga.

Kau ingin aku memperbaikinya untukmu?

Terima kasih.

Namun, ini hidupku,

jadi, harus kuperbaiki sendiri.

Begitukah?

[- Buka.
– Buka.]

– Putriku makan dengan lahap.
– Astaga.

– Apa putraku juga ingin makan?
– Kau makan dengan lahap.

Makanlah otak-otak juga.

Makanlah ini juga.

Kau makan dengan lahap.

Hei, Si-a, katamu ini Hari Yayasan
di sekolahmu, bukan?

Datanglah bersama Si-woo. Mari kita makan.

Ya.

Si-a, makanlah daging ini. Harganya mahal.

Astaga, kenapa batang hidungku
begitu rendah?

– Haruskah aku operasi hidung?
– Apa katamu?

Sudah kubilang jangan sentuh hidungku!

– Hidungku.
– Sudah cukup.

Bukankah sudah ayah bilang?
Saat menjadi dewasa, ada tiga macam orang.

[Mereka yang sukses,
dan mereka yang biasa saja]

Orang yang bekerja dengan baik,
orang hebat, dan orang biasa.

Jika kau tidak belajar
dan hanya fokus pada penampilan…

Aku hanya bisa dewasa.

Sepertinya kau mengerti.

Bagaimana dengan masa depanmu?
Ada yang ingin kau lakukan?

Tidak.

Benar juga. Si-woo,
kau sungguh tidak akan bermain basket?

Kau pandai bermain basket saat masih muda.

Aku tidak tertarik.

Kalian tertarik dengan apa?

Masa muda kalian
hanya dihabiskan berdiam diri?

Si-a, Si-woo. Jangan cemas
soal perceraian Ayah dan Ibu.

Promosi ayah akan diumumkan hari ini.

Jika ayah dipromosikan,
ibumu juga akan berubah pikiran.

Aku bermimpi tentang api.

Ayah pikir itu mimpi tentang promosi Ayah?

Apa kau memadamkan apinya?

Tidak.

Kalau begitu, sudah jelas.
Jual mimpi itu kepada ayah.

Baiklah. Beri aku 50.000 won.

Astaga. Itu mimpi untuk promosi Ayah.

Ayah harus membayar setidaknya 50.000 won.

Baik, karena suasana hati ayah
sedang baik.

Hei, Bo-bae. Di sini.

– Halo, Pak Hong.
– Hai.

Kau sudah makan?

Bo-bae, kau seorang pelajar.
Apa riasanmu tidak terlalu tebal?

Seorang siswa
harus terlihat seperti pelajar.

[Murid harus tampak seperti murid]

– Baik.
– Hentikan.

Jika Ayah olahraga sesering mengomel,
Ayah sudah berotot.

Aku punya rencana dengan Bo-bae,
aku akan pergi. Selamat menikmati.

Si-a, kau harus makan dahulu.

Ini daging mahal!

Bagaimana kabar ibumu belakangan ini?

Dia sangat depresi, bukan?

♪ Mulai hari ini ♪

♪ Aku akan bersinar sendiri ♪

Suasana hati ibumu sedang buruk,
kalian harus baik kepadanya.

Ayah harus bersikap baik kepadanya.

Tari siaran sedang populer belakangan ini.

Aku merasa seperti melepaskan stres.

Haruskah kita belajar bersama?

Da-jung pandai menari.

Dia juga pandai bertinju sebelumnya.

Apa ada yang tidak bisa dia lakukan?

Bagaimanapun, dia tetap seorang ibu.

– Kerja bagus, Semua.
– Bagus.

Bu Jung Da-jung?

– Ya, Sutradara.
– Beri salam.

Dia akan mengambil alih posisimu
mulai sekarang.

Halo.

Lalu bagaimana dengan posisiku?

Di rumah. Kau ibu rumah tangga.

Astaga, Sutradara.

Siapa yang dilahirkan untuk menjadi istri?

Apa kau juga dilahirkan
sebagai sutradara saat lahir?

Anak-anakmu di kelas 12.

Ini masa penting mereka dalam belajar,

pasti mengganggu melihatmu
bernyanyi dan menari di TV

karena kau ingin jadi reporter.

Mereka masih kelas 11.

Kau serakah.

Ada alasan lain kenapa aku dipecat, bukan?

Apa?

Saat kau mabuk
pada makan malam staf terakhir

dan memeluk staf termuda dengan paksa,

aku menegurmu.

Bukankah aku dipecat karena itu?

Kau membuatku marah.

Kau pikir bisa bebas bicara?

Pekerjaanmu sangat mudah bagimu, bukan?

Kau pikir akan akan lebih ramah
karena kau seorang Ibu?

Astaga.

[Karyawan Bulan Ini, Hong Dae-young]

Ini hadiah atas kerja kerasmu.

Hari itu akhirnya tiba.

Akan kukatakan dengan hati-hati,

selamat, Kepala Departemen Hong!

Jangan membesar-besarkannya.

Dia datang.

Semuanya, terima kasih
atas kerja keras kalian di kuartal ini.

Mari beri tepuk tangan

kepada semua insinyur yang bekerja keras

[Pelayanan terbaik,
Kepuasan pelanggan tertinggi!]

untuk mendapatkan promosi
yang hanya datang setiap lima tahun!

Selamat!

Sekarang, aku akan mengumumkan

kepala departemen baru.

Selamat,

– Hong Dae-young.
– Baik, Pak.

[Pusat Layanan Seongjong Electronics]

Bisa tolong minggir?

Tentu.

Selamat kepada Insinyur Kim Hyeon-cheol.

Aku?

Mari beri dia tepuk tangan meriah!

[Pelayanan terbaik,
Kepuasan pelanggan tertinggi!]

Aku punya pengumuman.

– Hong Dae-young,
– Ya, Pak?

kau dipindahkan ke cabang Busan.

– Apa?
– Ayo kita makan malam sekarang!

Mari makan daging.

Mari.

Selamat atas promosimu, Hyeon-cheol.

Terima kasih.

Aku harus memanggilmu
Kepala Departemen Kim sekarang!

Kenapa dia menjadi kepala departemen
padahal baru empat tahun di sini?

Dia keponakan manajer cabang.

Sangat disayangkan bagi orang
seperti kita yang tidak punya koneksi.

Setidaknya kita lebih baik

daripada Dae-young.

Pak.

Teruslah minum.

Apa lagi sekarang?

Bagaimana bisa aku bekerja
selama sepuluh tahun

dan masih menjadi pegawai biasa?

Gajimu masih meningkat.

Kau berjanji aku akan dipromosikan
setiap lima tahun.

Katamu ini upah rendah,
tapi dengan potensi besar,

ini bisa kuandalkan. Sudah sepuluh tahun!

Segalanya berubah dalam tiga tahun ini.

Apa aku mengharapkan begitu banyak
lulusan universitas datang untuk kita?

Hyeon-cheol lulus dari universitas.

Kau harus memberi jalan untuknya
karena kau hanya lulusan SMA.

Kalau begitu, setidaknya

jangan pindahkan aku ke Busan.

Kau tahu aku sedang
melalui perceraian sekarang!

Semua benar-benar berakhir
jika aku pindah ke Busan.

Jika kau begitu putus asa,

kenapa kau melewatkan
makan malam staf kita?

Apa?

Aku tahu ini perusahaan elektronik,

tapi itu tetap perusahaan!

Jika kurang berpendidikan,
kau harus berusaha punya koneksi!

Kau pikir orang cakap
hanya hebat dalam keahlian?

Katamu sebulan lalu,
jika kuotaku terpenuhi,

aku pasti akan dipromosikan!

Yang benar saja!

Kau benar-benar akan marah,

karena juniormu dipromosikan
lebih cepat darimu?

Aku bekerja sangat keras.

Aku menganggap pekerjaan ini
sebagai hidupku,

membiarkan pelanggan merendahkanku,
bergantung pada penilain,

menghabiskan waktu
dan fokus pada perbaikan,

lalu melalui masa-masa sulit

dalam sepuluh tahun terakhir.

Kenapa aku tidak bisa dipromosikan?

Kenapa aku dipindahkan?

Hong Dae-young, kepribadianmu ini

adalah alasan hidupmu berantakan.

Kau selalu melakukan
hal yang membuatmu menyesal.

Tenanglah.

Masuk akal kau punya anak
saat masih remaja.

Aku hanya menahan diri

untuk keluargaku.

Keluarga? Astaga.

Menyedihkan sekali bagi wanita
dan anak bergantung pada pria seperti itu.

Sudah jelas mereka gagal dalam hidup.

Mari terus minum.

Kau!

Aku

berhenti hari ini!

Kau baru selesai bekerja?

Kau minum lagi?

Haruskah aku berlutut?

Kenapa?

Karena aku bersalah.

Apa salahmu?

Kau tidak naik jabatan,

bukan?

Lagi pula, itu tidak penting.

Kau tahu besok sidang perceraian
pertama kita, bukan?

Sampai jumpa di pengadilan.

Da-jung,

aku tidak mau bercerai.

[SMA Serim] [MVP Hong Dae-young, Turnamen Basket] [Tim Basket SMA Serim] [Hong Dae-young,] [apa yang terjadi padamu?]

Jika aku berhasil, kabulkan permintaanku.

Baiklah.

Janji.

Baiklah.

Da-jung.

– Berkencanlah denganku.
– Apa?

Apa itu tadi? Itu terlalu mudah untukmu.

Mudah apanya.

Astaga.

Ini yang terakhir. Jika aku berhasil,

keinginanku akan terwujud.

Dae-young,

ayo kembali.

Apa yang tiba-tiba terjadi?

Masuk atau tidak?

Hei, Nak. Sedang apa kau di sana?

– Pergi dari sini!
– Maaf!

Astaga. Kenapa aku lapar
di saat seperti ini?

Halo.

Tidak makan adalah cara
menyingkirkan lemak di perut.

Aku minum saja.

[Sup Mi Makanan Laut]

Boleh kulihat KTP-mu?

– KTP?
– Ya.

Astaga.

Sulit dipercaya aku diminta
menunjukkan KTP di usia segini.

[Hong Dae-young]

Hei, Nona muda. Kau tahu berapa usia…

Kau.

Kau! Sedang apa kau di sini?

– Apa?
– Kau…

Kau seharusnya belajar sekarang!

Kau siapa?

“Kau siapa?”

– Hei, Hong Si-a.
– Permisi.

– Apa yang terjadi di sini?
– Astaga.

Jangan hiraukan aku.

Ini masalah keluarga.

Apa dia keluargamu?

Aku ayahnya.

– Dasar bedebah gila.
– “Bedebah gila?”

Kurang ajar ke ayahmu sendiri?

Selain berbohong,
kau pura-pura tidak mengenal ayah?

Ayo keluar.

Dasar bedebah gila.
Aku akan berteriak sekarang.

Apa yang kau lakukan?

Jangan ikut campur urusanku!

Keluarlah sekarang.

Tidak mungkin. Apa yang terjadi kepadaku?

Hei, Anak muda. Apa ada masalah?

“Anak muda?” Apa aku terlihat muda bagimu?

– Astaga, ada apa denganmu?
– Semuda apa penampilanku?

Semuda apa penampilanku?

Hei!

Ada orang gila di toserba.

Cepat. Kau harus bergegas.

– Tidak!
– Astaga.

Hong Si-a, buka pintunya.

Kami menelepon polisi, Bedebah!

Apa? “Bedebah gila?”

Astaga. Sial. Mereka membuatku gila.
Kenapa ini terjadi?

Apa aku bermimpi?

Sial. Aku tidak bermimpi. Ini bukan mimpi.

Astaga. Aku hampir gila.

Hong Si-a, kau tetap di sana.

Ayah akan kembali
setelah menyelesaikan masalah ini.

Kenapa kau kembali?
Jangan kembali, Orang Gila!

Dasar gila.

– Tidak apa-apa.
– Itu menakutkan.

Deok-jin!

Ayolah.

Go Deok-jin!

Astaga.

Siapa kau?

Deok-jin, ini aku. Dae-young.

Berhenti di sana.

– Dae-young.
– Apa?

– Hong Dae-young.
– Apa?

Ini satu-satunya kesempatanmu.

Pergi dengan tenang.

Deok-jin. Dengarkan aku.

Hei, aku benar-benar marah sekarang.

Aku tahu itu pistol mainan.

Letakkan itu.

Kuubah untuk berjaga-jaga
situasi seperti ini.

Dasar gila.

Ayolah.

Tidak.

Tidak!

Tidak.

Kau membunuhnya.

Cinta pertamaku!

Maaf, Kawan.

Deok-jin, letakkan itu dahulu.

– Kuharap kau tidak menyesal.
– Tenanglah.

Kau yang membangunkan monster jahat
yang kusimpan jauh di dalam diriku.

Lawan aku!

Sial. Ayolah.

Hei!

Hei!

Kau!

Hei!

Hei!

Hei!

Hei, aku temanmu, Hong Dae-young.

Yang benar saja!

Dae-young lebih jelek daripada aku!

Hei!

Kau.

Hei.

Hei.

Hei.

Kau!

Kau!

Tidak!

[Putra]

Jangan telepon dia.

Jika dia tahu aku bekerja di sini,
dia akan mengamuk.

Dia bahkan tidak menjawab.

Astaga, sudah jelas sekali.

Dia mungkin sibuk bergaul dengan Deok-jin.

Hei.

Astaga.

Kau pikir aku akan percaya
bahwa kau Dae-young?

Dae-young…

[Deok-jin, ini aku. Dae-young.] [Aku Hong Dae-young.] [Aku sungguh Dae-young.]

Bagaimana gaya rambutmu sama persis
dengan saat usiamu 18 tahun?

Kau sudah terpapar sinar gamma di kantor?

Aku memperbaiki mesin cuci.

Kau keturunan Dracula atau Cyborg?

Sudah cukup.

Benarkah?

Jika semua ini tidak berlaku untukmu…

Benar juga.

Kau ikut tes eksperimen
atau mengonsumsi obat?

Sudah kubilang cukup.

Aku tidak ikut tes eksperimen
atau mengonsumsi obat.

Setelah berhenti, aku depresi,

jadi, aku pergi bermain basket.

Astaga.

Sekolah?

Jadi, maksudmu kau melempar bola
dan membuat permohonan

lalu harapan itu terwujud?

Ya.

Kubilang jika berhasil, aku akan kembali.

Benarkah?

Ini sangat sulit.

Masuk akal keinginan terwujud
setelah bola masuk.

Listrik tiba-tiba padam,

jadi, aku tidak tahu apa sungguh berhasil.

Bagaimanapun, setelah itu,
orang mulai memanggilku murid.

Berarti itu berhasil.
Kau selalu bilang ingin kembali.

Aku bicara soal kembali pulang.

Menjadi muda 5.005 miliar kali lebih baik

daripada pulang ke rumah.

Jika menjadi kau,
aku akan telanjang dan mulai menari.

Kau menerima hadiah ilahi
dan jika tidak membukanya,

Dewa juga akan merasa canggung.

Apa impianmu?

Impianku?

Kau muda lagi. Kau di usia
yang penuh impian dan harapan.

Apa impianmu, sekarang kau kembali muda?

Impianku sekarang

setelah kembali muda?

[Serim yang Kuat, ayo!
Serim yang terbaik!]

MVP yang sangat dinantikan

dalam Turnamen Basket SMA Musim Semi
adalah Hong Dae-young.

[Turnamen Basket SMA Musim Semi 2000] [SMA Serim] [Hong Dae-young] [Turnamen Basket SMA Musim Semi 2000]

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

[Hong Dae-young]

– Hong Dae-young!
– Hong Dae-young!

Deok-jin.

Baik, katakan. Apa impianmu?

Jadilah ayahku.

Apa dilahirkan kaya adalah impianmu?

[Hong Dae-young] [Nomor yang dituju…]

Kau sungguh terlihat seperti siswa SMA.

Perutmu rata.

Tunggu.

[Istri, 25 panggilan tidak terjawab] [Kau di mana?] [Kenapa tidak datang?] [Istri, 25 panggilan tidak terjawab,
Kau di mana? Kenapa tidak datang?] [Pengadilan] [Mendadak terjadi hal besar,] [jadi, tidak bisa ke pengadilan.] [Aku sungguh minta maaf.]

Apa yang lebih besar daripada bercerai?

[Kau bercanda?] [Apa yang lebih penting
daripada bercerai?]

Apa ini? JBC?

[Selamat telah lulus ujian tertulis] [Selamat telah lulus ujian tertulis
untuk menjadi pembaca berita JBC.] [Harap datang ke lantai 25 JBC
pukul 10.00 pada 8 Maret untuk tes final]

Astaga!

Ya!

Kau mau datang kemari saat perceraianmu?

Kenapa memakai masker?
Siapa yang mengenalimu?

Astaga, diamlah.

Aku sama sekali tidak memahamimu.

– Itu Da-jung.
– Di mana?

Aku Jung Da-jung.

Tentu saja. Suasana hatiku sedang bagus.

Tentu saja. Mari kita rayakan.
Aku yang traktir.

Zaman sekarang perceraian dirayakan?

Bukankah sudah kubilang?
Aku yakin dia berselingkuh.

Teganya dia mengkhianatiku.

Aku tahu.

Jadi, singkirkan semua perasaan
dan jalani hidupmu.

Baiklah.

Anak-anak kami sudah dewasa sekarang,

jadi, aku akan mulai menjalani hidupku.

Aku tahu.

Kuharap aku lulus kali ini.

Kini aku satu-satunya pencari nafkah.

Tanggung jawabku membesarkan anak-anak.

Benar.

Terima kasih.

[SMA Serim]

Aku tidak pernah ingin kembali ke sini.

Tapi aku tidak percaya
aku kembali ke sini.

Ini semua karenamu.

Kau tahu betapa aku menderita
saat menyiapkan ini untukmu?

Kubelikan ayam dan bir.

Bagus.

Maaf, Nak.

Perhatikan langkahmu.

[Kantor Penyuluhan]

Anak zaman sekarang menakutkan.

Aku selalu takut pada mereka.

Selamat datang.

Pak? Pak.

Pak?

Benar juga.

Halo, aku Ok Hye-in, wali kelas 2-3.

Halo. Aku tidak menikah,
tapi aku punya anak.

Apa?

Aku lajang.

Dan aku sangat kaya.

Kau pasti bahagia.

– Siapa namamu?
– Go Deok-jin.

Silakan duduk, Deok-jin.

Aku Go Deok-jin.

Begitu rupanya.

Baiklah.

Ini.

Aku Go Woo-young.

Namamu Woo-young? Silakan duduk.

Baiklah.

Go Woo-young.

Aku ingin menamainya Deok-woo,

tapi dia sangat menentangnya
hingga aku menamakannya Go Woo-young.

Dia menentangnya?

Bagaimanapun,

dia sekolah di rumah?

Saat mereka seharusnya bermain,

anak sibuk evaluasi dan ujian universitas.

Mereka hanya pergi ke sekolah,
akademi, dan rumah.

Aku yakin membangun karakter
adalah hal yang utama.

Aku yakin sistem pendidikan Korea
sangatlah buruk.

Lalu kenapa kau ingin
menyekolahkannya sekarang?

Kau tidak bisa menghindari
hal buruk dalam hidup.

Bu Ok.

Aku berpikir berbeda darinya…

Maksudku, pendapatku berbeda dengan Ayah.

Kapan lagi aku punya kesempatan
bersama anak-anak seusiaku?

Ada banyak hal yang tidak bisa kulakukan,

kali ini aku ingin mencoba semua.

Baiklah.

Kau bisa mulai besok.

Mari berhubungan baik.

Ya, aku tidak sabar mengikuti kelasmu.

Sampai jumpa besok!

Sampai jumpa.

Sampai jumpa besok!

– Sampai jumpa.
– Terima kasih!

Pria yang aneh.

Aku merindukan aroma ini.

Bersiap dan pergilah.

Bagaimana Si-a terlambat setiap pagi?

Kau dingin sekali.

Kau tahu hari ini adalah
wawancara terakhir ibu, bukan?

Bagaimana penampilan ibu hari ini?

– Riasan Ibu berantakan.
– Benarkah?

Itu tidak bagus.

Pak,

dia hamil. Bisa beri dia tempat duduk?

Jika kau hamil, tinggallah di rumah.

Kenapa harus merepotkan masyarakat
dengan pergi ke luar?

– Dia gila.
– Kenapa kau berkata begitu?

Aku baik-baik saja.

Beraninya kau memperlakukan
orang tua seperti ini?

Anak-anak zaman sekarang tidak sopan.

Aku tidak bisa diam saja.

Ayolah.

Apa salahnya pria hamil yang ingin duduk

di kursi khusus wanita hamil?

Lihat perutnya. Besar dan tebal.

Pasti anak perempuan.

Apa?

Beraninya kau mengejek
orang tua seperti itu?

Tidak apa-apa.

Duduk saja.

Sepertinya kau akan segera melahirkan,
jika dilihat dari perut besarmu.

Terima kasih dan selamat sudah
meningkatkan angka kelahiran yang rendah.

Lucu sekali.

Bagaimana anak muda bisa secerdas itu?

Sopir!

Aku turun.

Menyebalkan sekali.

Semoga kelahiranmu lancar!

– Silakan duduk.
– Terima kasih.

Tidak, kau berhak mendapatkan kursi itu.

Anak itu penuh kejutan.

Anak-anak,

kalian tahu hari ini
ada tugas Bahasa Inggris, bukan?

Kumpulkan setelah ini.

– Ayolah.
– Yang benar saja.

Dia bilang, “Selamat atas kehamilanmu.”

Menyenangkan sekali melihatnya.

Tapi wajahnya tampak lebih menyenangkan.

Wajahnya sangat menyegarkan untuk dilihat!

Tenang.

Ada siswa baru hari ini.

Masuklah.

Luar biasa.

Si-a, bangun!

Itu dia!

Bahkan anjing tidak mengganggu anjing lain
saat mereka tidur.

Senang bertemu denganmu.

– Silakan perkenalkan dirimu.
– Baik.

Halo, aku Hong Dae…

Bukan,

aku Go Woo-young.

Usiaku 18 tahun…

Usiaku 18 tahun.

Senang bertemu kalian semua!

Tidak!

Hong Si-a, tunggu saja di sana.

Ayah akan kembali
setelah menyelesaikan ini!

Berandal itu!

Hong Si-a! Jaga ucapanmu.

Woo-young sekolah di rumah,

jadi, dia baru di sekolah.
Bersikap baiklah dan bantu dia.

– Baik.
– Baik.

Kau mau duduk di sana?

Tentu.

Ji-ho, tolong jaga dia baik-baik
sebagai ketua kelas.

Baik, Bu.

Semoga hari kalian menyenangkan.

– Baik!
– Baik!

Kenapa orang gila itu ada di sini?

Gila?

Dia benar-benar gila!

Ini buruk.

Kau Seo Ji-ho, bukan?

Kau tumbuh begitu besar
sejak lama aku tidak melihatmu!

– Kau mengenalku?
– Tentu saja.

Kau teman Si-a-ku.

– “Si-a-ku?”
– Ya.

Kau juga bersekolah di SD Pungin?

Benar.

Kurasa kita satu sekolah.

Beri tahu aku jika kau butuh bantuan.

Terima kasih.

Senang bertemu denganmu.

Tentu.

Lihat dirimu.

[Ujian Pembawa Acara Acak JBC] [Ujian Pembawa Acara Acak JBC] [Silla memiliki sistem peringkat tulang
dan sistem hwarang,] [penduduk Silla] [dikendalikan sistem peringkat tulang.] [Apa itu sistem peringkat tulang?]

Astaga.

Hei!

– Kau mau ke mana?
– Aku hanya mau ke toilet.

Sepertinya ada orang bodoh di kelas.

[Sistem peringkat tulang.]

Ya?

Akhirnya kau menjawab.

Aku sibuk.
Aku sedang dalam perjalanan kerja.

Aku di Busan sekarang.

Kau terdengar sehat
untuk orang yang sibuk.

Pasti karena udara di Busan.

Kau menerima pesanku, bukan?

Aku tahu kau sibuk, tapi pastikan
kau datang di sidang kedua.

Jika kau tidak datang,
kuanggap kau menyerahkan hak asuh anak.

Kata siapa boleh begitu?

Jangan membawa anak-anak.

Kau bahkan tidak memedulikan anak-anak,
lalu kenapa sekarang?

Apa maksudmu?

Kau mungkin tidak tahu,

tapi aku lebih dekat dengan anak-anak
daripada yang kau bayangkan.

[Ruang Kebersihan]

– Permisi.
– Apa?

Ada orang di dalam?

Bisa tolong bukakan pintunya?

Kudengar perundungan memburuk,
tapi ini parah.

Terima kasih.

Siapa pelakunya?

Siapa yang melakukan ini padamu?

Kurasa kita belum pernah bertemu.

Apa kita saling mengenal?

Tidak. Maaf. Namaku Go Woo-young.

Kau tahu teman ayahmu, Go Deok-jin?

Dia ayahku.

Aku tidak tahu dia punya seorang putra.

Tapi dia tidak pernah menikah.

Benar. Dia menikah,

tapi ibuku ingin merahasiakannya.

Aku tidak pernah mengerti orang dewasa.

Bagaimanapun, terima kasih.

Jangan beri tahu murid lain soal ini.

Jika mereka tahu,
mereka juga akan mengincarmu.

Mereka akan mengincarku?

Siapa yang melakukan ini padamu?

Sampai jumpa.

Kau juga harus berhati-hati.

“Hati-hati?”

Kenapa kau dirundung oleh mereka?

Jangan ikut campur.

Apa itu dia?

Jangan menatap matanya.

Jangan lihat dia.

Si-woo punya teman sekarang.

Pecundang juga punya teman.

Hei!

Kemarilah.

Kembalikan.

Bolanya?

Tentu.

Kau

perlu ditegur dengan tegas.

[Musim gugur tahun 2001] [Tidak.] [Tidak? Apa kau akan melahirkan bayi itu?]

Kau mengandung anak kembar.

Jangan keras kepala. Lakukan aborsi.

Ibu menjagamu.

Tapi aku tidak mau!

Bagaimana dengan kuliah?

Apa kau akan hidup sebagai seorang ibu?

Ya. Akan kulakukan.

Kau… Kau pasti sudah gila.

Kau pasti sudah gila.

Apa pilihanku?

Bagaimana aku bisa menyingkirkan mereka
saat mereka masih hidup?

Aku membacanya di buku

bahwa bayi bisa memahami
semua perkataan orang tua.

Karena aku mengandung dua bayi,
mari kita gandakan pujiannya.

Mengerti?

Itu sulit, bukan?

Haruskah

kita merelakan bayi-bayi itu?

Apa?

Kita masih muda.

Tidak.

Da-jung, mari lihat kenyataan kita.

Kenyataan kita? Apa merelakan bayi kita
adalah kenyataanmu?

– Bukan begitu.
– Apa itu sulit?

Jika benar, jalani saja hidupmu sendiri.

Da-jung, jika kau menyesali ini nanti…

Aku

bisa merasakan bayi kita.

Telepon gadis itu sekarang.
Ayo bawa dia ke rumah sakit.

Kenapa Ayah peduli?

Berengsek!

Kau menghancurkan hidupmu
karena ayah tidak cukup peduli!

Jika bersikeras, hancurkan saja hidupmu.

Jangan menghancurkan
hidup gadis malang itu.

Mereka tidak bisa mendengar

detak jantung bayi-bayi kita.

Aku tidak bisa menyimpulkan
apa pun sekarang.

Tapi jika ini aborsi yang terlewatkan,

kita mungkin harus melakukan
dilasi dan kuretasi.

Maafkan aku.

Maaf. Ini salahku.

Ayah

sungguh minta maaf.

Ayah minta maaf.

Ayah

minta maaf.

Bayi-bayi itu pasti mendengar suaramu.

[Hidup selalu memiliki
sisi yang lebih penting.] [Meski beratnya] [membuat kita lebih banyak menyerah,] [kita berpikir tidak ada yang sepenting
melahirkan bayi-bayi ini.] [Dan begitulah caranya] [kita menjadi orang tua mereka.]

Subtitle bY iQIYI
Resynced == ANANG KASWANDI ==

Follow My IG
@Anang2196_sub_indo

[18 Again]

– Kau. Kau tampak tidak asing.
– Kau.

[Dia putraku.]

Dia putramu?

[Kau tahu Si-a bekerja paruh waktu?] [Aku tahu karena kami berteman.] [Karena kalian berteman?] [Sudah berapa lama mereka berteman?] [Mereka lebih dari teman sekolah.] [Il-kwon, itu cinta pertamamu.
Itu Da-jung.] [Mengecewakan sekali.] [Tidak sopan bicara begitu
ke orang dewasa.] [Kau pantas mendapatkannya.] [Sebenarnya, aku…]

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.