Home / Indonesia Subtitle / Hello, Me! Episode 1 Drama Korea Indonesia Subtitle

Hello, Me! Episode 1 Drama Korea Indonesia Subtitle

Hello, Me! Episode 1 Drama Korea Indonesia Subtitle, Hello, Me! Episode 1 Drama Korea, Hello, Me! Epi 1 Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Hello, Me! Episode 1 Drama Korea nonton dramaqu. Download Drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Hello, Me! Episode 1 Drama Korea Indonesia Subtitle

Hello, Me EP1 NEXT

Apa kau tiba dengan selamat?

Tempat itu masih sama, bukan?

Hampir lupa.
Aku belum memperkenalkan diriku.

Halo…

diriku.

EPISODE 1

AMBULANS

UNIT GAWAT DARURAT

Ayo, cepat!

Kenapa dia?

Kecelakaan lalu lintas.

– Tak sadar diri, napas pendek.
– Tanda vital?

– Tidak stabil.
– Ayo periksa.

Orang bilang, saat sekarat,

kamu akan terpikirkan banyak hal.

Namun, dalam kasusku,

hanya satu yang kupikirkan.

Kumohon…

Kumohon…

jangan sampai aku…

terbangun kembali.

– Jantungnya berhenti. Lakukan CPR!
– CPR.

Siapkan defibrilator!

Tunggu sebentar.

– Apa yang kalian lakukan?
– Naikkan sampai 150 Joule.

Hentikan.

– Kumohon, jangan lakukan apa pun.
– Siap.

Kalian pasti sangat sibuk,
tak perlu menyelamatkanku.

Kumohon!

Hidupku kali ini benar-benar hancur.

Tak ada cara lain
selain dilahirkan kembali.

Naikan sampai 200 Joule.

Kejut!

Jantungku tak boleh kembali berdetak.

Hidup sebagai Bahn Ha-ni
yang berusia 37 tahun ini…

Jantungnya kembali berdetak.

ada baiknya aku mati saja.

SAMPEL GRATIS

– Cumi-cumi bagus
– Bagus

– Rasanya enak
– Enak

– Kaya akan nutrisi
– Kaya akan nutrisi

– Kakiku ada sepuluh, cumi-cumi sempurna
– Kakiku ada sepuluh, cumi-cumi sempurna

Semua orang menyukainya

Cumi-cumi

Cumi-cumi

CUMI-CUMI BAGUS

Cumi-cumi

– Cumi-cumi bagus
– Cumi-cumi bagus.

Cumi-cumi bagus

– Cumi-cumi bagus
– Cumi-cumi bagus

– Rasanya enak
– Rasanya enak

– Kaya akan nutrisi
– Kaya akan nutrisi

Kakiku ada sepuluh, cumi-cumi sempurna

Semua orang menyukainya

Halo, Semuanya.

Cumi-cumi Bagus adalah camilan terbaru
dari Penganan Joa.

Silakan mampir untuk mencicipinya.

Ayo, silakan.

Ini memang enak, tetapi tak boleh
mengambil dua raupan.

Jika mau lebih banyak,

minta ibumu untuk membelikanmu camilan

yang dijual wanita muda ini.

– Bibi tua.
– Apa?

Bibi sudah tua.

Hei, apa yang kau lakukan?

Rupanya kau ibu anak ini.

Ini camilan terbaru
yang baru rilis hari ini.

– Ada promo beli satu gratis satu.
– Kau sudah gila?

– Apa?
– Kau memberi anakku makanan apa?

– Cumi-cumi Bagus.
– Cumi-cumi?

Astaga, Nak! Bagaimana ini?

Tolong panggilkan ambulans!

Bagaimana ini?

Ha-ni, kau pasti sangat terkejut.

Aku tak apa-apa.

Bagaimana kondisi anak kecil itu?

Jangan ditanyakan.

Dia dirawat di rumah sakit,
dan ibunya membuat keributan.

Kenapa?

– Ini bukan salah kita.
– Apa pernah kita dikomplain

karena kita yang salah?

Pelanggan selalu komplain sesuka hati
dan kita hanya bisa menerimanya.

Banyak sekali yang harus dikemas.

Kau sedang apa?

Kurasa aku akan dipindahtugaskan,
jadi, aku berkemas dari sekarang.

Katanya ibu itu akan menggugat
pasar swalayan dan perusahaan kita.

Dia akan menggugat?

Kau tak perlu cemas.

Aku akan berlutut
dan memohon kepada ibu itu.

Namun, aku tak yakin akan berhasil.

– Pak…
– Tunggu sebentar.

Ya, Sayang.

Kau mau anak kedua kita les piano?

Tak bisa. Kurasa aku akan dipecat.

Anak sulung kita pun
harus berhenti les bahasa Inggris.

Kau benar-benar…

Silakan diminum.

Sudah kubilang, aku akan dipecat!

Globalisasi, apanya?

Hentikan! Atau kuceraikan kau.

Di rumah sakit mana…

anak itu dirawat?

Kenapa? Kau mau menjenguk anak itu?

Begitu, ya? Mau kuantar?

Kalian pasti bertanya-tanya,
inikah sebabnya aku mau mati.

Tentu saja bukan.

Jika begitu, setengah pekerja di Korea
pasti sudah bunuh diri.

Nona Bahn Ha-ni?

Siapa kalian?

Aku Lee Man-jin
dari Kantor Polisi Gangnam.

Kau ditangkap karena tak bisa
memenuhi panggilan.

Ada apa ini?
Aku tak melakukan kesalahan apa pun.

Kita bisa membicarakannya
di kantor polisi.

– Kau berhak diam…
– Pak.

Maksudku, Detektif…

Tunggu sebentar.

Aku benar-benar tak melakukan
kesalahan apa pun.

Bukan itu yang kubilang.

Yang benar saja.

– Kau percaya itu?
– Sial.

Kenapa orang itu berkostum cumi-cumi?

Dia digugat mencemarkan nama baik,

dan ditahan karena tak pernah
memenuhi panggilan.

– Aku tak melakukannya.
– Sial.

– Astaga. Hentikan!
– Kalian salah paham!

– Diam!
– Sebentar.

– Lepaskan aku!
– Kenapa pria mesum itu?

– Hentikan!
– Kemari!

Cepat, masuk.

– Cepat masuk!
– Namun…

Aku tak melakukannya.

Aku bukan orang seperti itu.

Sudah kubilang, aku tak melakukannya!

Aku sungguh tak melakukannya!

Apakah ada pertemuan
yang lebih memalukan daripada ini?

Cumi-cumi dan pria mesum.

KLUB PACUAN KUDA PALIOS

– Bagaimana keadaan kudanya hari ini?
– Sangat baik.

Pecundang harus mengabulkan
permintaan pemenang.

Apa yang sedang kau rencanakan?

Menanglah jika kau ingin tahu.

– Tolong siapkan Andrea.
– Baik.

Masih belum siap juga?
Kau yang mengajakku bertaruh.

Tunggu sebentar.

– Ayo.
– Hei.

Apa?

Kemari.

Sial.

Bulan lalu, kau bolak-balik ke luar negeri
untuk main paralayang.

– Sekarang sudah bosan?
– Ayah.

Bagaimana jika aku main paralayang
dan mendarat di Korea Utara?

Aku bisa mati.

Jadi, sekarang kau berkuda?

Ayah tahu perasaan menunggangi Mimi
dan berlari melintasi padang rumput?

Rasanya seperti angin, aku, dan Mimi…

menjadi satu.

– Konyol sekali.
– Apa?

Kau pikir kau Pangeran Tampan?

Kenapa Ayah hanya mengomeliku?
Do-yun juga ikut berkuda.

Dia hanya sesekali, tak sepertimu!

Aku tak hanya bermain.

Ayah, aku punya lebih dari 80 lisensi.

Bulan ini, aku dapat lisensi
sebagai pelatih kuda.

Apa kau pernah menggunakan lisensi itu
untuk menghasilkan uang?

Ayah tak akan mengomel jika kau
bisa menghasilkan satu juta won sebulan.

Satu juta won?

Aku bisa dapat satu juta won
dalam seminggu. Ayah bercanda.

Begitukah?

– Do-yun, mari kita bertaruh.
– Ya.

Menurutmu, apa dia bisa menghasilkan
satu juta won dalam seminggu?

Aku bertaruh…

dia tak bisa melakukannya.

Yang benar saja? Kau mengecewakanku.

Ayah, aku adalah Han Yu-hyeon.

Aku pantang menyerah.

Baiklah.

Kalau begitu, ayah beri waktu seminggu.

Kau harus menghasilkan satu juta won.

Jika berhasil, kau bebas menunggangi kuda,
bahkan sapi sekali pun.

Ayah serius?

Ayah tak boleh ingkar janji.

“Selam bebas, paralayang, origami,

dansa, pengurus hewan piaraan,
pencelupan alami,

membuat boneka beruang…”

“Mengukir makanan”? Lisensi apa ini?

Kira-kira begini.

Kau bekerja di dapur kelab malam?

Aku mempelajari semuanya sebagai hobi.

Sebagai hobi?

Lisensimu ada banyak,
tetapi tak ada yang berguna.

Lisensiku masih ada banyak.
Lihatlah lebih teliti.

Rupanya masih ada.

Lisensi hidangan Korea,
Tiongkok, Jepang, Barat.

Bahkan ada lisensi barista juga.

Apa kau mau bekerja di restoran?

Tidak. Aku hanya akan bekerja
untuk seminggu.

Carikan pekerjaan
dengan bayaran tertinggi.

Pak, badanmu seperti penghapus.

– Semakin digosok, semakin berguguran.
– Apa?

Bukan apa-apa.
Silakan membalikkan badanmu.

Setelah semua ucapanmu itu,

kau hanya menghasilkan 28.700 won?

Awalnya aku berencana
menghasilkan 150.000 won per hari

– supaya bisa mengumpulkan satu juta won.
– Lalu?

Aku berusaha keras menggosok punggung…

dan bahuku terkilir.

– Lantas?
– Apa?

Kenapa Ayah berkata begitu
padahal bahuku terkilir?

– Taruhan ini batal.
– Anak berandal…

Ji-man, kenapa tiba-tiba begini?

Tak perlu banyak bicara.

Keluar dari rumah ini sesuai janjimu!

Jangan begitu.

Dia tak pernah bekerja seumur hidupnya.
Seharusnya kau bangga karena dia

mau melakukan pekerjaan kasar.

Ini semua karena kau terus membelanya!

Dia sudah berumur 30 tahun,
tetapi masih belum mandiri!

Aku tidak membelanya.

Kenapa diam saja?

Kau tak ingat sudah berjanji
akan keluar dari rumah jika tak berhasil

menghasilkan satu juta won dalam seminggu?

Kapan aku pernah berjanji begitu?
Aku tak ingat.

Sudah ayah duga.

Kalau begitu, ayah beri waktu seminggu.
Kau harus menghasilkan satu juta won.

Jika berhasil, kau bebas menunggangi kuda,
bahkan sapi sekali pun.

Ayah serius?

Ayah tak boleh ingkar janji.

Jika tak bisa menghasilkan
satu juta won dalam seminggu,

kau harus keluar dari rumah.

Baik. Kuterima tantangan Ayah.

Jika gagal,

aku bahkan tak akan pakai celana dalam
yang Ayah belikan.

Bibi…

Ji-man. Kau tak akan benar-benar
melakukannya, bukan?

Tentu saja.

Bagaimanapun, dia putraku satu-satunya.

Dia boleh keluar memakai celana dalam.

– Ayah!
– Cepat lepaskan jaketmu!

Ayah! Kenapa tega sekali denganku?

Ayah mengalami krisis paruh baya?
Temuilah dokter.

– Dasar berandal!
– Astaga.

Ayah, jangan.

– Kemari!
– Sial.

Ayah, tenanglah!

– Apa-apaan itu?
– Yang benar saja.

Tangkaplah kalau bisa.

Kau tak akan bisa kembali lagi.

Apa itu? Cepat ikuti orang itu.

Baik.

Sial.

Aku tak akan tinggal diam.

Ada apa ini?

Pak, kau tak lihat pria tua
yang memegang stik golf di sebelah sana?

Dia berusaha membunuhku. Tolong bantu aku.

Hei, kenapa kau hanya bercelana dalam?

– Dia mencurinya!
– Begitu, ya? Jelaskan di kantor polisi.

Bukan aku, tetapi pria tua itu
yang harus ditangkap.

Aduh! Bahuku sakit!

Hei, Pak Polisi.

Ada kesalahpahaman.
Aku bukan seperti yang kalian kira.

Dengarkan aku, Pak.

Hei!

Aku bukan orang seperti itu.

Aku tidak membuka baju
di depan para gadis, di depan sekolah.

Aku bukan orang mesum.

Lagi pula, ini jaket edisi terbatas,
hanya ada dua di Korea.

– Ini, lihat.
– Jangan mendekat.

– Lihatlah.
– Jangan mendekat.

Namun…

Penampilanmu juga sama-sama buruk.

Setidaknya aku masih berpakaian,
tidak sepertimu.

Sialan.

Hei, itu aktor film Anthony!

Siapa di sini yang dipanggil
“Anthony Cepirit”?

Kami datang
karena kasus pencemaran nama baik.

Sebelah sini.

Itu julukan tak pantas untuk seseorang.

Pria mesum ini pelakunya?

Aku tak bersalah.

Pakaianmu norak sekali.
Seperti katak beracun.

Hei, kau tahu berapa harga pakaian ini?

– Tidak tahu.
– Kau tak tahu siapa aku?

Hentikan, kalian berdua.

Jangan berteriak.

Pelakunya bukan orang ini,

tetapi dia.

Cumi-cumi? Hei.

Pada akhirnya, kau akan bertemu musuhmu
secara kebetulan dan tak bisa menghindar.

Anthony…

Dong-u!

Lari!

Dong-u!

Bangun!

Medis!

Kami butuh tim medis!

Kita harus pulang ke rumah.

Kita berjanji untuk menemui Ibu.

Kami butuh tim medis!

Bukankah ini sudah cukup?

– Ya?
– Cut! Bagus.

– Kerja bagus.
– Ya.

Aktor-aktor lain bisa terluka
karena kerikil ini.

Seharusnya dilakukan di atas pasir.

Aku mau syuting di saat mendung,
tapi ini terik sekali.

Aduh. Panasnya.

– Anthony, bagus sekali.
– Ya.

Sudah sewajarnya
seorang aktor melakukan itu.

Benar.

– Lepaskan helm ini.
– Baik.

– Kau sudah bekerja keras.
– Rasanya lega sekali.

Lap leherku.

Bagaimana aktingku barusan?

Apa ketulusan terpancar dari tatapanku?

Kau terlihat seperti anggota
pasukan khusus sungguhan.

Kau hebat sekali.

Keseharianku sangat berat
saat menjalani wajib militer.

Anthony, kau tak tahu
betapa sulitnya mendapatkan ini.

Terima kasih.

Bagaimana aktingnya?

Pelafalan, artikulasi,
dan napasnya sangat sempurna.

Sungguh luar biasa!

– Aktingku bagus, bukan?
– Ya. Hebat.

Enak sekali.

Apa ini?

Kopiku ditambahkan susu?

Latte itu milikku.

Kenapa kau minum latte?

Amerikano terlalu pahit.

Minumlah sikhye atau misugaru.

Menyebalkan!

Mulai sekarang,
tak ada yang boleh minum latte!

– Perutku mulai mulas.
– Apa?

Perutku mulas.

Toilet ada di mana?

Karena daerah ini dilindungi,

jadi, tak bisa membuat toilet.

– Lantas?
– Daerah ini harus dilindungi…

Biar kugalikan lubang.

Kau bercanda?

AKTOR TERNAMA ANTHONY

Jangan lupa bawa tisu.

Siapa itu?

Gerilyawan bersenjata!

Tolong jangan sakiti aku.

Tak akan kulaporkan. Jangan sakiti aku!

Hei, kau memotret apa tadi?

Kau diam-diam memotretku buang air besar?

Apa kau sudah gila?

Untuk apa aku memotretmu
yang sedang buang air besar?

Astaga.

Apa kau Anthony, si aktor?

Ya. Kau bahkan mengikutiku
sampai pulau ini.

– Kau pasti penguntitku, bukan?
– “Penguntit”?

Aku tak menyukaimu sama sekali.

Apa? Berikan kameramu!

Hentikan! Kembalikan!

– Bagaimana menghapusnya?
– Itu kamera film.

Berikan filmnya.

Aku tak memotretmu!

Kau tak boleh membukanya sembarangan!

Kau tak bisa mengaturku.

Aku tak bisa memercayai perkataanmu.

Apa-apaan ini?

Kamera ini berharga bagiku!

Aku tak peduli.

Seharusnya kau bersyukur
aku tidak menggugatmu.

Benar-benar kejam.

Bagaimana bisa kau memotret orang
yang sedang buang air besar?

Ayah.

Pemeran utamanya adalah Anthony?

Aku bertaruh 500 won dan sebelah testisku

– bahwa film ini…
– “Bahwa film ini akan gagal.”

Kau bahkan tak punya testis,
kenapa berkomentar seperti ini?

Agar dia tidak tahu aku pria atau wanita.

Wanita ini lihai sekali.

Aku tak mau berdamai.
Lakukan sesuai prosedur.

Tak bisa dimaafkan. Dia tak punya testis.

Kau tak tahu betapa meresahkannya
komentar buruk masa kini?

Aku sangat menyesali hal itu.

Aku sudah menghubungi agensi Anthony
dan mengirim pesan di sosial media,

tetapi dia tak mau meminta maaf.

Kenapa aku harus minta maaf?
Kau yang harus minta maaf.

Aku pantas merasa diperlakukan tidak adil.

Apanya yang tak adil?

Karena kau, kamera milik ayahku rusak,

dan kau menuduhku memotret yang aneh-aneh.

Memotret yang aneh-aneh? Kau memotret apa?

Anthony diam-diam bersembunyi
di pergunungan,

– dan dia buang…
– Aku mau berdamai.

– Kami mau berdamai.
– Kami mau berdamai.

Pilihan tepat, Anthony!

– Kau hebat.
– Aku akan meminta media

membuatkan berita bahwa kau
telah memaafkan para pengomentar jahat.

Benar. Ada aktor
yang mengurangi para pembencinya

dengan menjadi sukarelawan bersama mereka.

Benar.

Begitu? Kalau begitu,
kita lakukan hal yang sama.

Menjadi sukarelawan
bersama Anthony si aktor murah hati.

– Namun, kau tak pernah jadi sukarelawan.
– Aku aktor, bisa berakting.

SURAT PERMINTAAN MAAF

Padahal kau sudah cukup dewasa.

Kau harus bersyukur
dia membatalkan gugatan.

– Maafkan aku.
– Silakan pergi.

Permisi.

Apa?

Jika tak keberatan,

tolong berikan itu.

Berikan apa?

Kau akan bertemu orang penting
yang akan mengubah hidupmu.

Apa pun yang terjadi,
jangan melewatkan kesempatan itu.

Katanya akan bertemu orang penting,

tetapi malah bertemu
pelanggan menyebalkan, pria mesum,

dan aktor menyebalkan itu.

Benar-benar sial.

– Ha-yeong.
– Kau sudah berangkat?

– Pukul 18.00, bukan?
– Apanya?

Sudah kuberi tahu,
ada kencan buta hari ini.

Ha-yeong, sebenarnya…

ada urusan kantor yang harus kuselesaikan.

Bisakah diundur ke hari lain?

Hei! Pria yang akan kau temui hari ini

adalah putra pemilik rumah sakit
tempatku bekerja.

Jangan mempermalukanku.

Namun, Ha-yeong,
aku punya janji yang sangat penting.

“Kau akan bertemu orang penting
yang akan mengubah hidupmu.

Apa pun yang terjadi,
jangan melewatkan kesempatan itu.”

WARNA KEBERUNTUNGAN: BIRU LANGIT

“Jangan melewatkannya.”

Kostum cumi-cumi?

Baiklah.

Semua prosedur telah selesai.
Kalian bisa pergi.

Terima kasih.

– Yu-hyeon?
– Ya?

Kenapa kau memakai benda itu?

Ji-eun, jika ada kebakaran di sauna,

tetapi kau hanya bisa menutupi
satu bagian tubuhmu,

bagian mana yang harus ditutupi?

Astaga. Bagian mana yang harus kututupi?

Wajah.

Wajah? Ya, benar.

Yu-hyeon, hati-hati.

Lurus terus.

Kita ke pasaraya lebih dahulu
untuk membeli baju.

Asyik. Katanya ada koleksi terbaru
yang baru rilis hari ini.

Ji-eun. Berapa limit kartu ini?

Do-yun tak bisa menjemputmu,
jadi, dia memberikan kartu kreditnya.

Itu bukan punyaku, pakailah sesukamu.

Kau keren sekali,
benar-benar berhati malaikat.

Omong-omong,

minta maaflah kepada ayahmu.

Kurasa ayahmu sangat marah.

Kenapa aku harus minta maaf?
Do-yun juga pergi bersamaku,

tetapi hanya aku yang diomeli.

Lantas, apa yang akan kau lakukan?

Entahlah.

Hari ini, aku akan menginap di hotel
dan memikirkan langkah selanjutnya.

Warna keberuntunganku “biru langit.”

Berapa harganya?

Itu 199.000 won.

Bisa dikembalikan jika tak muat, bukan?

Sub by Netflix & Synced by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Yu-hyeon, ini.

Tak perlu. Tanganku memang sakit,
tetapi tak terlalu mengganggu.

Kau harus jaga kesehatanmu
dan makan dengan teratur.

Terima kasih, Ji-eun.

Berapa orang?

Kuantarkan ke tempatmu.

Silakan.

Hei! Wanita cumi-cumi!

Aku hampir tak mengenalimu.

Kau juga terlihat seperti orang lain
karena memakai celana.

Nona Bahn Ha-ni?

Maaf terlambat.

Aku Jeong Jun-su. Dokter Bahn Ha-yeong
yang mengatur pertemuan ini.

Halo.

Jadi, kau bukan pegawai tetap
di Penganan Joa,

tetapi hanya pekerja kontrak?

Ya.

Dengan menimbang usia,
kau pasti punya tabungan, bukan?

Sebenarnya, upahku cukup rendah.

Begitu, ya.

Sebenarnya aku memohon pada Ha-yeong

untuk dikenalkan denganmu.

Benarkah? Kenapa?

Aku pernah melihat fotomu.

Namun, kau terlihat
sangat berbeda dengan fotomu.

Soal itu…

Aplikasi foto zaman sekarang
sudah sangat canggih.

Dengan melihatmu dari dekat,

mengingatkanku pada sebuah puisi.

– Kau tahu puisi berjudul Empat Musim?
– Ya.

Ladang penuh bunga merah dan kuning

Kebanyakan orang pikir itu lagu Turtles.

Namun, versi aslinya yang terbaik.

Aku membicarakan Empat Musim
karya pujangga Kang Hyeon-uk.

Begitu rupanya.

Aku tak begitu memahami sastra.

Tak apa-apa.

“Kau adalah bunga sakura di musim semi.

Kau adalah angin di musim panas.

Kau adalah langit di musim gugur.

Kau adalah salju putih di musim dingin.

Kaulah kebahagian itu sendiri.”

Puisinya indah sekali.

Seindah apa pun puisi,

tak akan seindah waktu
yang kuhabiskan bersamamu.

Jun-su.

Sementara kau menikmati puisinya,

bolehkah aku pergi ke toilet pria?

Baik.

Sepertinya aku gugup karena sudah lama
tak bertemu dengan wanita cantik.

Tak ada salahnya dicoba.
Dia terlihat hangat dan romantis.

Akan kutemui sekali lagi.

Kurasa dia orang yang akan mengubah
hidupku sesuai kata ramalan.

Kenapa dia tak kembali?

Apa terjadi sesuatu?

PEMBAYARAN TALKTALK
1 NOTIFIKASI BARU

UANG MASUK SEBESAR 140.000 WON

Siapa yang mengirim uang padaku?

PANGGILAN MASUK

Halo.

Kau sudah terima uang yang kukirim, bukan?

Ya.

Kenapa kau belum kembali
dan mengirimkan uang?

Itu untuk makananku hari ini.

Gunakanlah untuk membayar makanannya.

Adakalanya, lebih baik menjadikan waktu
yang indah sebagai kenangan.

Mari kita jadikan pertemuan hari ini
sebagai kenangan.

Senang bertemu denganmu. Selamat tinggal.

Halo? Halo…

Aku tak pernah bertemu orang segila ini.

Dia sudah berniat mencampakkanku,

tetapi masih berlagak sopan?

Aku tak punya impian, tujuan, dan harapan.

Apa lagi yang kuharapkan?

Aku tak pernah bahagia dalam hidupku,

tetapi luka hati hari ini
membekas bak noda pakaian

yang sulit hilang.

Permisi, Pak.

Mohon maaf, kartu kredit ini…

Kenapa?

Kartu ini ditangguhkan karena pencurian.

YU-HYEON

Jawablah.

Cepat jawab.

– Nomor yang Anda tuju…
– Sialan.

ADIK

Nomor yang Anda tuju…

YU-HYEON KESAYANGAN

Kumohon…

Kumohon…

Aku sudah mengingatkan kalian.

Jangan jawab telepon dari dia.

Siapa pun yang menjawab teleponnya,
akan diusir dari rumahku.

Terutama kau, Do-yun.

Jangan beri dia uang.
Seribu won pun tak boleh.

Baik. Maafkan aku.

Ji-man, kenapa kau tega sekali
pada Yu-hyeon?

Dia tumbuh besar tanpa ibunya.
Apa kau harus melakukan ini?

Itu sebabnya dia masih kekanak-kanakan.

Karena dia terlalu dimanja.

Kuperingatkan sekali lagi,

tak ada yang boleh membantunya.

Ada apa dengannya?

Ji-eun, kau tak dengar apa pun
dari Yu-hyeon?

Ya. Dia hanya bilang ingin bersembunyi
untuk sementara waktu.

Dia tak terlihat terlalu cemas.

Kita harus bagaimana dengan Yu-hyeon?

Dia pasti panik sekarang.

Ini sepatu keluaran terbaru
yang baru kubeli hari ini.

Edisi terbatas dan hanya ada
dua pasang di Korea.

– Apa ini kantor polisi?
– Tunggu sebentar.

Astaga.

Hei.

Aku sedang dalam masalah.

Pinjami aku uang.

Apa?

Sesama teman sel harus saling membantu.

Kita bukan teman satu sel.

Baiklah. Kubayar dua kali lipat besok.

Kutambahkan menjadi tiga kali lipat.

Tidak mau.
Aku tak bisa memercayai pria mesum.

Hari ini sungguh hari yang buruk.

Aku akan membayarmu sepuluh kali lipat.

Tolong bantu aku…

menyelesaikan masalah ini.

Berikan nomormu.

Terima kasih.

Aku akan membalas budimu.

Tak perlu balas budi.

Kukirim nomor rekeningku lewat pesan.
Jangan lupa bayar.

Baik. Aku akan bayar 1,4 juta won.

MENYELAMATKAN PRAJURIT TERAKHIR

Bajingan sialan.

Kau tak lebih berharga daripada kotoran.

Lihatlah posemu itu.

Aku kenal wanita ini.

Kita bertemu lagi.

– Kau mengikutiku?
– Aku datang lebih dahulu.

Saat menghadapi masa-masa sulit,

ada beberapa cara
untuk mendapatkan penghiburan.

Merasa diperhatikan, mandi air hangat,

minum segelas bir menyegarkan…

dan ini mungkin terdengar sedikit jahat,

yaitu melihat orang yang lebih sial

dan menyedihkan dariku.

Kenapa kau memberiku ini?

Ambil saja.

Aku akan membalas budimu.

Tak perlu. Nikmatilah
dan jangan merasa terbebani.

MANAJER TOKO

– Pak.
– Ha-ni, kau…

Ada apa ini?

Maafkan aku.

Sepertinya aku sudah gila.

Besok, aku akan pergi ke rumah sakit,

dan berlutut…

Tak perlu. Sudah terlambat.

Cepat lihat unggahan daring!

INSIDEN CUMI-CUMI BAGUS
PENGANAN JOA

O MART TELAH MELAKUKANNYA

PERILAKU PEGAWAI CUMI-CUMI BAGUS

ANAKKU NYARIS MENINGGAL USAI MAKAN
CUMI-CUMI BAGUS DARI PENGANAN JOA

Bagaimana ini?

O MART SELALU BEGINI

AKU BAHKAN TAK SUKA NAMANYA

PEGAWAI ITU MENGHILANG
DI TENGAH KEKACAUAN

Kenapa jadi begini?

Memangnya apa salahku?

Taksi!

Taksi!

Pada saat itu…

anehnya,

aku tak merasa takut mati.

Impianku yang berharga,

masa depanku yang cerah,

dan hidupku yang menjanjikan…

Semuanya sudah hilang…

di hari itu…

sejak 20 tahun lalu.

– Semangat muda. Curahkan hatimu!
– Curahkan hatimu!

SMA HOSU

20 TAHUN LALU

Halo. Aku Rocky, pewara kalian.

Hari ini, aku datang ke SMA Hosu di Seoul.

Sebentar lagi, kita akan mendengarkan
curahan isi hati para siswa.

Mari kita temui siswa pertama.

Aku ada di sini
untuk menyatakan perasaanku.

– Ha-ni!
– Bahn Ha-ni!

– Bahn Ha-ni!
– Saat festival sekolah,

aku terpana saat melihat tarianmu.

Aku ingin lebih akrab denganmu.

Kau pasti akan menjadi penyanyi hebat.

Aku mau jadi manajermu.

Bahn Ha-ni dari kelas 10-3.

Aku mencintaimu! Jadilah pacarku!

Apa kau melihat ketulusanku?

Kita mulai yel-yel dari Bahn Ha-ni.

Kau juga suka Bahn Ha-ni?

BAHN HA-NI

Lee Hyo-ri versi SMA Hosu!

– Bahn Ha-ni yang terbaik!
– Bahn Ha-ni yang terbaik!

– Kami jatuh hati padamu!
– Kami jatuh hati padamu!

– Kami mencintaimu, Ha-ni!
– Kami mencintaimu, Ha-ni!

– Lee Hyo-ri versi SMA Hosu!
– Lee Hyo-ri versi SMA Hosu!

– Bahn Ha-ni yang terbaik!
– Siapa Bahn Ha-ni?

– Kami mencintaimu, Ha-ni!
– Kami mencintaimu, Ha-ni!

Ha-ni, semua orang memanggil namamu.

Kau tak akan ke sana?

Biarkan saja.

Pemeran utama selalu muncul di akhir.

Ketua, ini orangnya.

Hei! Perlakukan dia dengan baik!

Maaf. Kuminta dikawal dengan sopan,
tetapi mereka terlalu bodoh.

Tunggu sebentar!

Biarkan seperti itu.

Aku tak akan bisa berbicara dengan benar
jika melihat wajahmu.

Aku terus teringat kejadian
di depan stan camilan ibuku.

Berhenti menghindar dan jadilah milikku.

Bukankah keren jika kau bisa
menjadi pacar Yang Chun-sik,

kapten SMA Hosu? Bukankah begitu?

Bahn Ha-ni? Kenapa kau tak menjawabku?

Maaf. Ini aku, Oh Ji-eun.

Hei, dasar bodoh.

Aku menyuruh kalian membawa Bahn Ha-ni,
bukan bawahannya Bahn Ha-ni!

Jangan menyebut Ji-eun seperti itu, Idiot!

– Chun-sik, kau tak apa-apa?
– Kau baik-baik saja?

Ji-eun, kau tak apa-apa?

– Ya.
– Sadarlah.

Hei. Sialan.

– Bagaimana ini?
– Hei!

Jika kalian menyebut Ji-eun
sebagai bawahan lagi,

aku tak akan mengampuni kalian!

Pecundang payah.

Itu Bahn Ha-ni!

Bahn Ha-ni, ratunya SMA Hosu,
sekaligus pemeran utama hari ini

ada di sini bersama denganku.

Tak heran kau sangat populer.

Kau penuh pesona.

SEMANGAT MUDA, CURAHKAN HATIMU

Sekarang, kau harus memberikan jawaban.

Apa ada siswa
yang kau sukai di sekolah ini?

Begini…

Ya, ada.

Ada yang dia sukai!
Mari dengar lebih lanjut.

Orang yang aku sukai adalah…

Ha-ni!

Yang Chun-sik! Katakanlah kau menyukaiku!

Bahn

Ha…

Ni!

Bahn Ha-ni, sesuai dengan arti namamu,

kau membuat semua orang terpana
dengan pesonamu.

Aku mencintaimu! Kau sungguh…

luar biasa!

Ha-ni.

Bahn Ha-ni!

Astaga. Anak itu benar-benar keterlaluan.

– Tak dengar ibu memanggil?
– Aku sedang berlatih.

Hentikan. Jangan banyak tingkah.

Beli bawang daun di toserba.

Ibu bisa menyuruh Ha-yeong.

Kenapa Ibu selalu menyuruhku?

Lagi-lagi melimpahkan kepada kakakmu.

Kakakmu kelas tiga SMA. Dia sibuk belajar.

Ayah dan Nenek
pulang sebentar lagi. Cepat beli.

Uang kembaliannya akan kubelikan camilan.

Tak boleh makan camilan.
Kita akan makan malam sebentar lagi.

Anak itu tak bisa berhenti makan camilan.

Pak, berapa harga bawang daun ini?

Kalian sedang apa?

Berlatih memecahkan rekor dunia
merentangkan kaki sambil memeluk.

Ambil kembalian dan pergilah.

Jangan buka mulut.
Aku kesakitan setiap kali kau bergerak.

Harus 180 derajat.

COKELAT

Ini juga. Berapa seluruhnya?

Bawang daun seikat dan camilan,
totalnya 750 won.

Paskan jadi 1.000 won.
Aku tak bisa berikan kembalian.

Tutup mulutmu.

Melakukan tantangan sambil bekerja itu
jauh lebih menantang.

Harus 180 derajat.

TOSERBA HYEONGJE

Ayah!

Berhenti memotret.

Cepat naik.

– Ayah, berjanjilah satu hal padaku.
– Ya?

– Janji apa?
– Buat janji lebih dahulu.

– Baiklah.
– Janji,

difotokopi, ditandatangani,

dan dilaminasi.

Ayah sudah berjanji. Katakanlah.

Jika Ibu mencoba menghajarku besok,

Ayah harus membelaku.

Kenapa Ibu menghajarmu?

Karena aku akan melakukan
hal yang tak boleh dilakukan.

Apa itu?

Ayah akan tahu besok.

Ibu tak boleh tahu
janji kita hari ini. Ya?

Kau tak akan melakukan hal jahat, bukan?

Ayah! Aku ini Ha-ni, putrimu.

Baiklah. Ayah selalu memercayaimu.

Kalau begitu, Ayah harus membelaku besok.

Sebagai gantinya, aku akan membuat
Ayah hidup bahagia selamanya.

– Ini untuk Ayah.
– Apa ini?

Tak boleh ada yang tahu
bahwa kita makan camilan.

Baiklah. Ini rahasia kita berdua.

Bagaimana?

Aku terlihat sakit, bukan?

Tidak. Kau terlihat sangat menakutkan.

Bagaimana aku bisa pulang cepat?

Ibuku pasti langsung ditelepon
jika aku membolos.

SUSU HANSEO

Kau tahu aku tak bisa minum susu.

Kau bilang mau mati demi aku?

Kau berbohong?

Tidak.

Jika aku minum ini,

kita sungguh berpacaran?

Tentu saja.

Aku bisa minum ini.

Bu, Chun-sik sakit.

Kurasa dia harus ke rumah sakit.

Lebih baik pergi ke ruang UKS
lebih dahulu.

Astaga. Kau tak apa-apa, Chun-sik?

Kau berkeringat dingin.

Bu, Chun-sik harus ke rumah sakit.

Biar kutemani.

Mulai hari ini kita berpacaran.

Ya.

Kau mau melakukan apa? Mau menonton film?

Sebelum menonton film,

kau harus ke toilet lebih dahulu.

Kalau begitu, akan kuselesaikan
dalam sepuluh detik.

SAYANGKU HA-NI

Chun-sik, kita putus.

Selamat bersenang-senang di toilet.

Dah!

Bahn Ha-ni! Aku akan membalasmu!

KINI GILIRANMU MENJADI FIN.K.L. BARU

JURI

Dia luar biasa.

Siapa namanya?

Bahn Ha-ni!

Ibu sudah bilang jangan aneh-aneh.

Semuanya berantakan karena Ibu!

Audisi tadi sangat penting.

Jangan bertingkah.

Kau tak seharusnya bolos sekolah.

Kenapa Ha-ni semakin sulit dinasihati?

Hentikan. Ha-ni, kau juga.

Sudah kubilang, aku mau jadi penyanyi.

Kakimu harus dipatahkan supaya kau sadar.

Ibu akan menghabisimu di rumah.

Apa maksud Ibu?

Aku akan mengikuti audisi lagi.

Astaga.

– Astaga. Dia benar-benar sudah gila.
– Apa?

Tunggu. Biar aku yang mengejarnya.

Ha-ni!

Ha-ni, tunggu. Ayo bicara dengan ayah.

Ha-ni, tunggu!

Jangan larang aku. Aku akan ikut audisi.

Kemarin, Ayah sudah janji akan membelaku!

Ha-ni! Bahaya!

Mustahil.

Apa aku akan meninggal?

Bagaimana dengan mimpiku?

Bagaimana dengan masa depanku?

Bagaimana semua itu?

Kau baik-baik saja?

Apa ini…

rumah sakit?

Ya. Ada kecelakaan kemarin malam.

Kecelakaan?

Ya. Kondisimu sempat kritis.

Kami sudah melakukan pindai CT dan EKG.

Semuanya baik-baik saja.

Begitu ya.

Siapa namamu?

Bahn Ha-ni.

Bahn Ha-ni.

Baik.

Kapan tanggal lahirmu?

– 18 November 1984.
– 18 November 1984.

Kau lahir tahun 1984?
Berapa umurmu sekarang?

Umurku 17 tahun.

Kenapa 17 tahun?
Bukankah kau lahir tahun 1984?

Siapa nama walimu?

Bahn Gi-tae.

Berapa nomor teleponnya?

018-458-1224.

Sudah tak ada nomor yang diawali “018”.

Kenapa tak ada?
Nomorku juga diawali “018.”

Kau…

Kau…

Apa kau…

Kau…

Apa kau mengenalku?

BAHN HA-NI

Pada hari aku akan menyerah
terhadap segalanya,

pada tahun aku berusia 37 tahun…

kau mendatangiku.

Orang yang paling kubenci di dunia ini

adalah diriku saat berumur 17 tahun…

Bahn Ha-ni.

Sub by Netflix & Synced by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

EPILOG

BAGAIMANA MEMULAINYA?

“Halo…

diriku.”

SURAT UNTUK DIRIKU 20 TAHUN KEMUDIAN

“Dua puluh tahun dari sekarang?

Membayangkannya saja membuatku merinding.

Seberapa tua aku pada usia 37 tahun?

Meski tak bisa dibayangkan,

tetapi aku yakin akan satu hal.

Bahkan 20 tahun dari sekarang,
kau akan tetap keren, percaya diri,

dicintai semua orang,

dan hidup dengan bahagia.

Bagaimana? Apa hidupmu sesuai

dengan yang kuharapkan?”

Apa yang kau lakukan di sini?

Bagaimana bisa diriku
yang berusia 17 tahun ada di sini?

Kau tidak paham, ya?

Jangan berani datang ke sini lagi!

Pasti ada konspirasi.

Telepon penulisnya dan bilang
aku mau bertemu langsung.

Bagaimana jika polisi
membawaku ke tempat aneh?

Hei.

Apa kau menemukan sesuatu?
“Seratus hari lagi”?

Bahn Ha-ni?

Hidup macam apa yang kau jalani
sehingga menjadi menyedihkan begini?

Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.