Hello, Me! Episode 2 Drama Korea Indonesia Subtitle

Hello, Me! Episode 2 Drama Korea Indonesia Subtitle, Hello, Me! Episode 2 Drama Korea, Hello, Me! Epi 2 Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Hello, Me! Episode 2 Drama Korea nonton dramaqu. Download Drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Hello, Me! Episode 2 Drama Korea Indonesia Subtitle

File: Hello, Me EP2 NEXT

EPISODE 2

Bukankah bagus…

jika hidupku berakhir

saat itu?

Maka,

aku tak perlu hidup seperti ini

selama 20 tahun.

Nama, Bahn Ha-ni. Umur 37 tahun.
Dia korban kecelakaan lalu lintas.

Namun, Pak…

Mari kita berdoa untuk mendiang.

Beristirahatlah dengan tenang.

Seluruh organmu akan jadi pelita harapan
bagi mereka yang membutuhkan.

Tiap bagian tubuhmu akan dimanfaatkan
selayaknya. Terima kasih.

– Ada apa?
– Lever dan kantong empedunya tidak ada.

Apa? Tunggu sebentar.

Apa pasien ini…

Dugaanku benar.

Ini gejala umum bagi orang yang penurut.

Mereka selalu memohon dan meminta maaf
sehingga sidik jarinya menghilang,

dan lever serta kantong empedunya
kehilangan fungsinya.

Rupanya hidup wanita ini cukup menderita.

Kita harus profesional,
jangan terbawa perasaan.

Ini hal wajar di Korea. Namun, menurutmu,
berapa banyak emosi pribadi yang ada?

– Mari cari tahu.
– Mari pecahkan rekor dunia.

Siapa kalian?

Aku keluarga mendiang.

Konon, umurmu akan panjang jika dimaki.

Aku sering memakinya,
tetapi dia mati muda.

Putraku nyaris meninggal karena dia.

Inilah karma.

Aku dan dia pernah membawakan
puisi berjudul Empat Musim.

Dia belahan jiwaku.

Ladang penuh bunga merah

Dan kuning

Ini pakaian kesukaan dia.

Aku ingin mengenakan dia
pakaian ini di saat terakhirnya.

Ini komentar jahat tulisannya
semasa hidup.

Aku benci komentarnya.
Kuburkanlah bersamanya.

Uang yang kupinjam
kuanggap lunas dengan ini,

dan kurasa ini lebih cocok denganmu.

Selamat jalan, Wanita Cumi-cumi,
teman satu selku.

Cumi-cumi bagus

Rasanya enak

Kaya akan nutrisi

Kakiku ada sepuluh

– Cumi-cumi sempurna
– Pergi!

– Semuanya, pergi dari hidupku!
– Semua orang menyukainya

Cumi-cumi

Cumi-cumi

Cumi-cumi

Cumi-cumi bagus

Rasanya enak

Kaya akan nutrisi

Kakiku ada sepuluh

Cumi-cumi sempurna

Semua orang menyukainya

Kamu baik-baik saja?

Kukira aku membayangkan

hal yang tak masuk akal lagi.

Namun, saat itu,

hal yang tak pernah kubayangkan

terjadi di depan mataku.

Siapa namamu?

Bahn Ha-ni.

Bahn Ha-ni.

Baik.

Kapan tanggal lahirmu?

– 18 November 1984.
– 18 November 1984.

Kau lahir tahun 1984?
Berapa umurmu sekarang?

Umurku 17 tahun.

Kenapa 17 tahun?
Bukankah kau lahir tahun 1984?

Siapa nama walimu?

Bahn Gi-tae.

Berapa nomor teleponnya?

018-458-1224.

Sudah tak ada nomor yang diawali “018”.

Kenapa tak ada?
Nomorku juga diawali “018.”

Kau…

Kau…

Apa kau…

Apa kau mengenalku?

BAHN HA-NI

Ini tak mungkin.

Ada apa denganmu?

Apa dia sedikit gila?

Bangunlah.

Ini mimpi. Bangun!

Bahn Ha-ni, bangunlah!

Ini mimpi! Ini pasti mimpi!

Sakit.

Kenapa terasa sakit?

– Aduh!
– Astaga.

Ada apa denganmu?

Apa yang kau lakukan?

– Kau merasa sakit?
– Tentu saja. Kau memukulku!

Perawat, ada apa dengan dia?

Bu, tenang dan berbaringlah.

Ada.

Tahi lalat bentuk hatinya
sama dengan milikku.

Dan sama-sama ada sehelai bulu.

Apa yang kau lakukan?

Apa yang kau lakukan di sini?

Bagaimana bisa diriku
yang berusia 17 tahun ada di sini?

Cepat.

Hei!

Hei!

Lepaskan aku! Hei!

Apa-apaan dia?

Ini mustahil! Tak masuk akal!

Hei! Siapa kau?

Tunggu sebentar.

Aku tidak gila.

– Aku tak apa.
– Perhatian.

– Tunggu.
– Kepada orang tua

dari Bahn Ha-ni, siswa SMA Hosu kelas 10

harap menuju Unit Gawat Darurat.

Dokter, kau dengar pengumuman itu?

Katanya Bahn Ha-ni, siswa SMA Hosu,

sedang mencari orang tuanya.

Apa kalian mengerti?
Kenapa aku mencari orang tuaku?

Apa ini hanya imajinasiku?

Permisi.

Apa orang tuaku masih belum ditemukan?

Tunggu. Kami harus memeriksa pasien lain.

– Nanti kuperiksa.
– Baik.

“Seratus hari lagi”?

Ada apa setelah 100 hari?

UNIT GAWAT DARURAT

Astaga.

Tanganku jadi terluka.

Perih.

Hei, Anak Kecil.

Hati-hati kalau berjalan.

Kau tak punya mata?

Kau bisa menghindar.

Kurang ajar sekali.

Omong-omong,
telepon umum ada di sebelah mana?

Aku tak bisa menemukannya.

Zaman sekarang, tak ada orang
yang menggunakan telepon umum.

Apa?

Kita pernah bertemu sebelumnya, bukan?

Aku tak pernah melihatmu.

Apa?

Tidak. Aku yakin kita pernah bertemu.

Kenapa Hyo-ri menjadi seperti itu?

KUHARAP KITA TAK AKAN PERNAH BERUBAH

– Kenapa dia?
– Kenapa Hyo-ri jadi setua itu?

Tak tua sama sekali.
Dia masih terlihat muda.

Acara itu syuting di Pulau Jeju
beberapa saat setelah dia menikah…

Dia menikah?

Hyo-ri sudah menikah?

Rupanya kau jarang menonton televisi.

Pria yang ada di sebelahnya…

Kenapa aku harus menjelaskan ini kepadamu?

Astaga.

FASILITAS MEDIS
BEDAH JANTUNG TERBAIK TAHUN 2020

Tahun 2020?

Apa yang kau lakukan di sini?

Bagaimana bisa diriku
yang berusia 17 tahun ada di sini?

Hei, Bibi.

Siapa kau?

Jawab pertanyaanku dengan jelas.

Apa kau mengenalku?

Aku tanya apa kau mengenalku?

Aku yakin pernah melihat anak itu
di suatu tempat.

Lihat di mana, ya?

Permisi, Pak.

Kau belum bayar tagihan.

– Apa?
– Kau harus bayar biaya perawatan.

Tolong segera dibayar.

Baik.

BAHN HA-NI

Jadi…

kau adalah aku 20 tahun kemudian?

Aku tak bisa memercayai ini,

tetapi kurasa begitu.

Tak mungkin.

Kenapa aku di masa depan?

Aku juga sangat bingung sekarang.

Bagaimana kau bisa datang ke sini?

Aku juga tak tahu.

Saat bangun, aku ada di sini.

Kau tak ingat apa pun?

Apa yang terjadi?

Aku diam-diam ikut audisi dan ketahuan.

Aku hanya ingat Ayah mengejarku.

Ada apa? Kau tahu sesuatu?

Apa?

Tidak. Aku tak tahu apa-apa.

Apa kau tahu nama teman dekatku?

Teman dekat?

Ji-eun. Tak tahu?

Benar. Oh Ji-eun.
Anak-anak lain menyebutnya bawahanku.

Luar biasa.

Tanya sesuatu padaku.

Sesuatu yang hanya kau, dan aku yang tahu.

Kau…

pernah mencium Yang Chun-sik
di depan stan camilan.

Kau ingat?

Aku bahkan
tak memberi tahu Ji-eun soal itu.

Kau ingat apa yang kau rasakan

saat menciumnya?

– Roti lapis selada!
– Roti lapis selada!

Ini benar-benar mengejutkan.

Apa ini? Jadi, kau sungguh aku?

Namun…

ini sangat tak masuk akal.

Bagaimana bisa begini?

Aku juga sangat bingung sekarang.

Bagaimana diriku
yang berusia 17 tahun ada di…

Tidak.

Bukan itu.

Bagaimana bisa aku, Bahn Ha-ni…

menjadi sejelek ini?

Bagaimana bisa…

wajah secantik ini menjadi sejelek itu?

Maafkan aku.

Hidupku sedikit menderita.

Hyo-ri benar-benar pandai merawat diri.

Ini keriput?

Kenapa ada bercak hitam?

Apa ini noda?

Hentikan.

Ini flek.

Hei, sembunyi.

– Sial.
– Cepat.

Astaga.

Hei, apa tidak ada yang aneh?

Astaga.

Padahal nama Bahn Ha-ni tak lazim,

tetapi ada dua Bahn Ha-ni di sini.

Benar juga.

Kau sudah menemukan orang tua Bahn Ha-ni?

– Belum.
– Lantas, bagaimana?

Dia terlihat kebingungan.

Aku sudah memanggil polisi.

Kurasa sebentar lagi akan sampai.

Begitu, ya.

Nomor yang Anda tuju…

Do-yun.

Nomor yang Anda tuju…

Ji-eun.

Nomor yang Anda tuju…

Kenapa tak ada yang menjawab teleponku?

Bagaimana ini?

Apa yang harus kulakukan?

Bagaimana jika polisi
membawaku ke tempat aneh?

Diamlah. Jangan membuatku semakin pusing.

Aku sedang mencari cara.

Kau bisa bicara begitu
karena tak terlibat.

Bagaimana jika aku
dijadikan bahan percoban?

Tak ada jaminan
hanya kau yang akan dibawa pergi.

Apa mereka subjek tes kita hari ini?

Ya. Dia mampu menjelajah waktu.

Mengagetkan saja.

Menyenangkan sekali.

Apa dia ibunya?

Mereka orang yang sama.

Benarkah?

Penampilan mereka cukup berubah.

Kecantikan menghilang seiring waktu.

Benar juga. Peppermint Candy
tayang lagi di bioskop. Mau menonton?

Biar kubelikan tiket.

Boleh juga.

Seberapa cepat aku bisa menghabiskan
permen min tanpa mengunyahnya?

– Mari cari tahu.
– Mari pecahkan rekor dunia.

Ada rekor tercepat

untuk makan bawang bombai,
bawang putih, cabai, wasabi.

– Rekor dunianya?
– Dua puluh empat detik.

Itu mustahil. Ayo cari tahu
berapa banyak yang bisa kumakan.

Lebih banyak lagi.

Rekor terbanyak adalah 82 buah.

Ini mustahil.

Cepat selesaikan eksperimen.
Naikkan voltasenya setinggi mungkin.

Apa?

Baik.

Kunaikkan voltasenya.

Aku mau kembali!

Apa yang harus kita lakukan?

Aku tak mau disentrum!

Aku juga tak mau.

MENYELAMATKAN PRAJURIT TERAKHIR

Terjual berapa banyak?

Berapa tiket?

Hanya tujuh puluh ribu.

KERUGIAN BERUNTUN ANTHONY
DALAM PERINGKAT FILM LARIS

Bukan 700.000, tetapi 70.000?

Bahkan jumlah sersan di bidang militer
lebih banyak daripada itu.

Anthony, kau tahu
industri hiburan perfilman.

Tak selalu akan laris.

Tiga film terbaru yang kubintangi gagal.

Pasti ada konspirasi.

– Konspirasi?
– Pasti karena komentar daring jahat.

Mereka yang mendoakanku gagal.

Anthony, sudah waktunya kita menerimanya.

– Menerima apa?
– Sebenarnya,

tak banyak komentar jahat mengenaimu.
Kau hanya tak populer lagi.

Populer? Drama atau film
yang sukses besar,

akan segera mengembalikan popularitasku.

Aku tak akan tinggal diam.

Aku akan kembali bertakhta.

Baiklah. Sudah seharusnya.

Kau pasti bisa melakukannya.

Bagaimana kelanjutan drama
yang dibuat oleh Penulis Kim?

Soal itu…

Aku akan berterus terang saja.

Penulis Kim sama sekali
tak mempertimbangkanmu.

Reputasimu tak begitu baik.

Jeong-man.

Jika reputasiku tak baik,
kau harus membuatnya menjadi baik.

Itu tugasmu sebagai agen.

Kau tak diupah
hanya untuk memilihkan makan siang.

Paham?

Telepon penulisnya

dan bilang aku mau bertemu langsung.

Baiklah.

Sialan!

Padahal aku sudah membuat
berandalan itu menjadi pesohor.

Kuharap ada yang membeberkan
masa lalunya ke publik

supaya dia sadar dan tak berlagak lagi!

Hei.

Kau baik-baik saja?

Maaf. Aku sedang tergesa-gesa.

Kau mau ke mana?

Bukan urusanmu. Biarkan aku sendiri.

Siapa orang ini?

Kau tak perlu tahu.
Kumohon pergilah dari sini.

Cepat pergi dari sini.

– Tutup wajahmu.
– Kau…

Anak kurang ajar tadi!
Kalian saling mengenal?

– Enyahlah saja!
– Enyahlah saja!

Astaga.

Hei, kau benar-benar tak sopan.

Hei, tunggu! Sebentar!

Lihat ini sebentar!

– Hei.
– Apa-apaan ini?

Astaga.

Ada apa denganmu?

Kenapa terus mengikutiku?
Benar-benar menjengkelkan.

“Menjengkelkan”?

Hei, kau tak lihat ini?

Aku terluka begini karena menyelamatkanmu

yang hampir ditabrak truk.

Bahuku sangat sakit karena terkilir.

Astaga. Maafkan aku.

– “Maaf”? Hanya itu?
– Tidak.

Terima kasih.

Aku tak butuh itu.
Jika kau berterima kasih,

bayar biaya perawatanku.

– Apa?
– Sebenarnya, aku

tak mau memperhitungkan masalah ini.

Namun, aku menyelamatkan hidupmu.

Kenapa lama sekali?

Entah ada apa ini,

tetapi cepat bereskan
dan selesaikan permasalahanku.

Baik. Aku akan bayar biaya perawatanmu

jika kau…

membantu dia ke luar.

Ke mana anak itu pergi?

Maaf. Dia pergi
saat aku mengurus pasien lain.

– Kita cari lagi. Aku cari ke sana.
– Baik.

POLISI

Bukankah seharusnya aku
yang duduk di kursi roda?

Jangan banyak bicara, dorong saja.

Dasar anak kurang ajar.

Serius?

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SOOSAM

Di mana anak itu?

Katanya pulang ke rumah.

Kenapa kau membiarkan dia pergi?

Kau hanya menyuruhku membawa dia keluar.

Kau tak menyuruhku
menemaninya setelah keluar.

Yang benar saja!

Tunggu sebentar!

Aku sudah telanjur meminjam uangmu,

jadi, bisakah meminjamkan 10.000 won
untukku naik taksi?

Aku menyelamatkan hidupmu.

Naik bus jika tak punya uang.

Kau memang sangat manja.

Apa ini?

Aku ini pasien.

Mana bisa naik taksi dengan 2.000 won?

Kenapa rumahku menghilang?

Ada apa ini?

Ayah, Ibu,

Nenek…

Ke mana semuanya pergi?

Sial. Ke mana dia pergi?

Baiklah. Coba kupikir.

Ke mana aku akan pergi?

Jika aku…

SMA HOSU, SMP HOSU

Kenapa sekolahku…

berubah menjadi seperti ini?

Sudah kubilang.

Banyak hal yang berubah.

Lalu, aku harus bagaimana?

Rumahku menghilang, dan sekolahku berubah.

Aku harus pergi ke mana?

HA-YEONG

– Ha-yeong.
– Kau ada di mana?

Kau tak pulang semalam?

Bukan begitu.

Lupakan. Kau tahu Seong-u pulang
ke Korea hari ini, bukan?

Astaga. Aku lupa. Aku akan segera ke sana.

Baik.

SMA HOSU, SMP HOSU

Apa ini?

Makan camilan
bisa membuat kita merasa lebih baik.

Aku akan mencari cara
supaya kau bisa kembali ke masa lalu.

Kau serius? Aku bisa kembali?

Kau datang bisa kemari,
jadi, pasti ada cara untuk kembali.

Energi berapi mengelilingimu hari ini.

Ini adalah hari untukmu berinvestasi.

Omong-omong, kita mau ke mana sekarang?

Astaga! Ini rumah kita?

Pintu terbuka.

Luar biasa. Aku juga ingin mencobanya.

Pintu terbuka.

Berhasil!

Luar biasa.

Kau itu aku, jadi, masuk akal.

Keren sekali!

Apa itu?

Timbangan berat badannya bagus sekali.

– Aku mau mencobanya.
– Hei, jangan!

Ganti bajumu.

Ini sungguh tempat kita tinggal?

Di mana Ayah dan Ibu? Nenek juga tak ada.

Apa mereka sedang keluar rumah?

Mereka semua tinggal di Daejeon.

Daejeon? Tempat Daejeon Expo Park berada?

– Kenapa ke sana?
– Mereka sudah lama pindah ke sana.

Cepat ganti bajumu.

Tak disangka.

Padahal penampilanmu sangat lusuh,

tetapi kau menghasilkan banyak uang!

Sub by Netflix & Synced by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Kenapa aku harus menyelinap masuk
ke rumah sendiri?

Tak ada orang, bukan?

Baik, cukup.

Sudah beres.

Bagaimana penampilanku?

Apa-apaan itu?

Hei! Kau sudah gila?

Apa yang kau lakukan?

– Lepaskan!
– Itu semua milikmu

berarti milikku juga.

Kau benar-benar perhitungan sekali.

Ini bukan milikku.

Lantas, milik siapa?

Kendaraan sudah sampai.

KENDARAAN SUDAH SAMPAI

Bagaimana ini?

Jangan keluar.
Bersembunyilah di sini sebentar.

Ini rumahku,

kenapa aku harus bersembunyi
di kamar sesempit ini?

Ini… bukan rumahku.

Lantas?

Rumah Ha-yeong.

Aku menumpang di rumahnya.

Kak Ha-yeong?

Si Elang Botak?

Ha-yeong.

Chi-su…

Bisakah kau…

berikan surat ini
kepada adikmu, Bahn Ha-ni?

Terima kasih sebelumnya.

Lagi?

Kumpulkan saja di sana.

BAHN HA-NI

Ini pemberian Chae Chi-su.

Kau tahu dia, bukan? Dia pria tertampan

– dan terpintar di gereja…
– Apa peduliku?

Sialan!

Hei, Elang Botak. Menarik rambutmu begitu

akan membuatnya berserakan di lantai.

Aku lupa.

Bahn Ha-ni. Kami pulang!

Apa kau…

– pembantunya?
– Bibi!

Di mana dia?

Jadi, aku akan tinggal
dan menjadi pembantu di rumah Ha-yeong

20 tahun kemudian?

Hei, bisa diam, tidak?

Mereka akan bisa mendengarmu!

Kenapa masa depanku menjadi begini?

Kenapa aku menjadi pecundang?

Jangan berisik!

– Suara apa tadi?
– Suara apa?

Kau bawa orang masuk ke sini?

Sepertinya ponselku.

Aku habis melihat sesuatu di Internet.

Kurasa bukan suara dari ponsel.

Suara dari ponsel.

Ibu! Ayah menelepon!

Baik. Ibu segera ke sana.

Seong-u lapar. Cepat siapkan makanan.

Kumohon diam dan jangan bertingkah.

Kumohon.

– Makan yang banyak.
– Terima kasih.

Astaga. Anakku kurus sekali.

– Belajar di universitas berat, ya?
– Tidak juga.

Aku senang bisa belajar
sesuai dengan kemampuanku.

Astaga, Nak.

Kenapa kau bisa sepintar ini?

Kau bahkan bisa masuk
universitas ternama di usia 17 tahun.

Menurut teori evolusi,

kecerdasanku diwariskan dari Ayah dan Ibu.

Seong-u, kau tak berpacaran?

Biasanya mahasiswa berkencan.

Hei, jangan samakan Seong-u
dengan murid biasa.

Aku tak minat berpacaran.

Sekarang, aku masih terlalu sibuk

untuk melakukan penelitian
mengenai alam semesta.

Baiklah.

Akan kupanggangkan daging lagi.

Seong-u, kau membuat ibu terharu.

Makan yang banyak.

Kau ingin makan makanan Korea, bukan?

KAU MAU APA?

AKU HARUS KE TOILET

KAU SUDAH GILA?

TAHAN!

TAK BISA DITAHAN LAGI

KELUARKAN SEDIKIT-SEDIKIT,
LALU KERINGKAN

Rambutnya makin tebal.

Kau sedang apa?
Kenapa tak memanggang daging?

Apa? Aku sedang pemanasan lengan

sebelum memanggang daging.

Tunggu, ya.

Celanaku nyaris basah.

Apa ini?

Suara apa itu?

Kurasa suaranya dari kamar mandi.

Biar aku yang periksa.

Tak perlu. Kau memanggang saja.

Baiklah.

Energi berapi mengelilingimu hari ini.

Api.

– Kebakaran!
– Kebakaran!

Seong-u! Astaga!

Bahn Ha-ni!

Bagus.

Apa ini? Aku masih memilikinya?

Kapan tikus ini masuk ke rumah?

Kenapa Ayah pulang lebih awal?

Ayah yang punya perusahaan.

Mau pulang lebih awal atau terlambat,
bukan urusanmu.

Seharusnya aku bergegas.

Apa ini?

– Setruk.
– Setruk apa?

Tagihan kartu kredit yang kau pakai
untuk melakukan hobi,

mendapatkan lisensi, dan lainnya.

Kenapa Ayah mengumpulkannya?

Ayah mau menagihnya kepadamu.

Kenapa Ayah melakukan ini kepadaku?

Ayah sedang sakit?

Rupanya benar. Krisis paruh baya!

Anggur rasberi bagus untuk mengatasinya.

Mau kubelikan?

Dasar berandal. Kau tidak paham, ya?

Lantas, apa yang harus kulakukan?

Tak perlu berbelit.

Kau harus menepati janjimu.
Keluar dari rumah ini.

Jangan berani datang ke sini lagi

sebelum melunasinya!

Baiklah. Berapa totalnya?

Totalnya 1.820.180.000 won.

Ayah diskon 180.000 won untukmu.

Berapa?

Kenapa? Ayah harus mengulangi?

Kau harus bayar 1,82 miliar won!

Tega sekali.

Ayah benar-benar pelit.
Aku akan membayar semua ini!

Sialan. Maksudku, 1,82 miliar won.

Sialan. Ayah kurangi 180.000 won, bukan?

Dasar berandal.

Semua barang di dalam tas itu dibeli

dengan uang ayah, bukan?

Kau tak boleh membawanya.

Tidak. Ini semua barang pemberian
mantan pacarku.

– Jangan mengada-ada.
– Mantan pacar?

Kemari kau!

Kalian pasti panik.

Karena langsung dipadamkan,

kerusakannya tak begitu parah.

Kami pamit.

– Selamat jalan.
– Terima kasih.

Ada apa denganmu?

Kenapa tiba-tiba seperti ini?

Maafkan aku.

Kami akan tinggal di hotel
sampai rumah selesai diperbaiki.

Terserah kau mau ke Daejeon
atau tidur di jalan. Aku tak peduli.

Baik.

Apa salahku?
Kenapa harus punya adik seperti kau?

Ayo pergi, Ibu.

Kau pasti kaget.

Bukan salah ibu hal ini terjadi.

Seharusnya kau lebih berhati-hati.

Ini semua karena kau.

Aku sudah menyuruhmu untuk diam.

Tiba-tiba air menyembur bokongku.

Benar juga.

Kau terbiasa membersihkan dengan tisu.

Kita akan tidur di mana?

Aku lelah.

Segar sekali.

Kau tak akan mandi?

Malas. Besok pagi saja.

Jorok sekali.

Kenapa pakai celana panjang?

Semakin tua,
kaki semakin mudah kedinginan.

Aku lapar.

Ini.

Aku tak mau ini. Aku mau ayam goreng.

Ayam goreng mahal. Satu porsi 20.000 won.

Apa? Harga ayam goreng 20.000 won?

Harga gimbap 5.000 won,
dan tteokbokki 15.000 won.

Sulit sekali bertahan hidup di tahun 2020.

Kau masih terlalu muda untuk tahu,

bertahan hidup memang sulit sejak dahulu.

Meski begitu, umurmu sudah 37 tahun.

Tak ada uang untuk beli ayam goreng?

Uang?

Aku hampir lupa.

Aku sedang menunggumu. Kau di mana?

Apa?

Halo?

Hei, kenapa masih belum ditransfer?

Siapa ini?

Kau terluka karena aku,
jadi, biaya rumah sakit tak perlu dibayar.

Namun, kau harus melunasi utang yang lain.

Rupanya kau.

Di mana kau sekarang?

PEMANDIAN PRIA

Mana uangnya?

Supaya kita bisa bicara di dalam,

tolong bayari aku.

Apa kau masih tak punya uang?

Aku sudah telanjur berutang,
pinjami aku 10.000 won lagi.

Aku penyelamat hidupmu.

Sakit.

Aku haus. Apa aku boleh pesan sikhye?

Minum air saja!

Kenapa kau berteriak padaku?

Kau menemukannya.

Apa? Kenapa kau ada di sini?

Kau tak perlu tahu.

Kenapa begitu?

Aku tanya, kenapa kau ada di sini?

Sepertinya tanganku tak bisa digerakkan.

Aku mau makan ayam goreng.

Dia tak punya uang.
Padahal sudah berumur 37 tahun.

Kau benar-benar miskin, ya?

Kau sendiri tak punya uang
untuk masuk sauna dan membeli telur rebus.

Aku sudah memperingatkan.

Kau harus membayar 1.410.000 won
sebelum akhir pekan ini!

Aku akan membayarnya.
Aku selalu menepati janjiku.

Tak boleh makan dua telur sekaligus!

Siapa cepat, dia dapat.

Benar-benar kurang ajar.

Omong-omong,

dia tak terlihat seperti adikmu.

Apa dia anakmu?

Kau tak perlu tahu.

Dokter Park mulai bertingkah.

Padahal, dia hanya dokter sunat
di Yongdu-dong dahulu.

Dia bisa pindah ke Apgujeong berkat aku.

Berani-beraninya dia mengancam
akan menyebarkan fotoku sebelum operasi.

Ada apa, Anthony?

Dia tak lagi mau beri perawatan filler
secara gratis.

Filler?

KLINIK BEDAH PLASTIK CHANG

Sialan.

– Kenapa?
– Dokter menolak memberikan filler gratis.

– Bahkan filler?
– Berisik!

Anthony, berhentilah memperbaiki wajahmu.

– Kau sudah kecanduan.
– Jangan konyol.

Garis senyumku tak bisa dibiarkan.

Harus dihilangkan
sebelum menemui Penulis Kim.

Terima saja bahwa kau sudah tak muda lagi.

Lubang jarum suntik di wajahmu
jauh lebih banyak daripada pori-porimu.

Kau mulai kurang ajar padaku.

– Kau mau aku buat masalah?
– Tidak. Baiklah.

Aku akan mencari klinik baru untukmu.

Tak boleh ada garis senyum

– pada wajah aktor tampanku.
– Benar.

Kau harus mengambil

semua fotoku yang dimiliki Dokter Park.

– Foto apa?
– Sial!

Astaga.

Fotoku sebelum operasi.

SAHABAT SELAMANYA

Bangunlah.

– Hei, bangunlah.
– Kenapa?

Aku masih mau tidur.

Ini hari Senin. Aku harus pergi kerja.

Bangunlah.

Pergilah.

Di sini hangat sekali.

Turuti perkataanku,

atau kutinggalkan kau di sini.

Menyebalkan. Kau tahu
aku tak bisa bangun pagi.

Kau tak akan bisa begitu setelah dewasa.

Setelah kembali, aku tak akan
menjadi wanita tua sepertimu.

Baiklah.

Bisakah kau…

berhenti memanggilku “wanita tua”?

Lantas panggil apa?

Aneh jika aku memanggilmu “kakak.”

Kita bicarakan nanti.

Sial.

Jumlahnya harus pas.

– Hitung dengan benar.
– Kenapa aku dipecat?

Ini keputusan kantor pusat.

Aku tak bisa berbuat apa-apa.

Ini bukan kesalahanku.
Kurasa pemecatan terlalu berlebihan.

Baiklah.

Kalau begitu, aku akan ke kantor pusat
dan memohon agar kau tak dipecat.

“Semua ini salahku,
lebih baik aku yang dipecat.”

Siapa yang menelepon?

Ada apa, Sayang?

Pemilik rumah minta deposit dinaikkan?

Seratus juta?

Cepat berkemas.

Kenapa masih bertanya?

Aku akan dipecat
dan kita akan jatuh miskin.

Kirim anak sulung kita
ke rumah orang tuaku,

dan anak kedua ke rumah orang tuamu.

Kita berdua bisa menjadi tunawisma.

Tidurlah dengan nyaman di rumah.

Biar aku yang menyelesaikannya.

Begitukah?

Aku sudah menarik
semua Cumi-cumi Bagus yang beredar.

Sekarang, Bu Oh sedang memeriksa

kandungan Cumi-cumi Bagus
dengan bagian produksi.

Bagaimana bisa ini terjadi

setelah kita baru merilis produk baru?

Maafkan aku.

Berkat penanganan yang cepat,
semua komentar negatif

yang tersebar di Internet
dan sosial media sudah mereda.

Kita perlu memberikan kompensasi
kepada korban…

Pemberian kompensasi harus ditunda
untuk sementara waktu.

Ini laporan pemeriksaan Cumi-cumi Bagus.

Jadi, tak ada yang salah
dengan Cumi-cumi Bagus?

Ya. Aku langsung ke tempat kejadian
dan minta diperiksa secara mendetail.

Tak ada masalah yang ditemukan.

Produk tak bermasalah,

tetapi kenapa kondisi korban begitu parah?

Kemungkinan korban berkelainan,

atau ada faktor kesengajaan.

Orang tua korban

meminta uang ganti rugi yang cukup besar.

Namun, tak ada cara untuk membuktikannya.

Ya.

Jadi, aku akan menemui korban
secara langsung.

Baiklah.

Kau bertanggung jawab penuh
atas masalah ini. Tolong selesaikan.

Baik.

Kau selalu seperti itu.

– Apa?
– Kenapa kau selalu…

berusaha lebih menonjol daripada suamimu?

Maafkan aku, Ibu.

Aku tak bermaksud begitu.

Antara kau tak peka,

atau kau memang terlalu licik.

Kenapa kita ke sini? Ada yang sakit?

Aku punya urusan sebentar.

Kau tunggu di sini.

Tak mau. Aku bosan.

Belilah camilan yang kau suka dengan ini.

Hanya boleh beli satu.

Cepat keluar dari sini!

– Menyebalkan sekali.
– Kumohon.

– Apa-apaan ini?
– Sekali ini saja. Tolong maafkan aku.

Bukannya bawa uang kompensasi,
malah bawa buah murahan.

– Aku tak bisa memaafkanmu.
– Maafkan aku.

Aku tak memaksa anakmu makan camilan.

Maksudmu, aku sengaja
membuat keributan ini?

– Tidak. Bukan itu maksudku.
– Lupakan.

Aku tak mau bicara denganmu.
Pergi dari sini.

Bu, kumohon.

Tolong maafkan aku sekali ini saja.

Berani-beraninya kau
membawa buah-buahan murah!

Bagaimana ini?

Astaga.

OH JI-EUN

Aku Oh Ji-eun,
kepala tim pengembangan produk baru

di Penganan Joa.

Aku datang untuk membicarakan
masalah kompensasi.

Jadi, berapa yang akan kalian berikan?

Kau pasti sudah mempertimbangkannya
dengan baik, bukan?

Ini asyik sekali.

Kudengar anakmu sekarat,

tetapi keadaannya jauh lebih baik
daripada perkiraanku.

Apa maksudmu?

Karena Cumi-cumi Bagus,
dia nyaris meninggal.

Anakku perlu istirahat.

– Mari kita bicara di depan.
– Baik.

Kau mau?

KERIPIK COKELAT

KERIPIK COKELAT

Hei.

Ada apa denganmu?

Padahal ini tak murah.

Ibu!

Ibu!

Ibu!

– Astaga. Kenapa dia?
– Astaga.

Panggilkan dokter.

Bagaimana ini?

– Astaga.
– Bagaimana ini?

Ada apa ini? Dia kenapa?

Aku juga tak tahu.

Dia jadi aneh setelah makan camilan.

Hei, sadarlah.

– Cepat panggil dokter.
– Hei.

Anakku! Ada apa denganmu?

Ada apa? Kenapa tiba-tiba begini?

Kau tak apa-apa? Bernapaslah.

Tak apa-apa. Ibu di sini.

– Astaga.
– Ini…

– Ini produk Penganan Geoseong.
– Apa?

Kau makan ini?

Siapa yang memberi anakku camilan?

Kau? Kau yang memberikannya?

Bukan begitu.

Aku tak bermaksud menyakitinya.

Bahn Ha-ni?

– Sebelah sini.
– Tolong minggir.

– Panggil dokter dan cek vital pasien.
– Baik.

– Anakmu akan baik-baik saja.
– Baik.

Apa dia akan baik-baik saja?

Astaga. Bagaimana ini?

– Anakmu akan baik-baik saja.
– Baik.

– Tak apa-apa.
– Ibu di sini.

Lepaskan aku!

– Sakit!
– Apa-apaan kau?

Apa yang kau lakukan?

Aku menyuruhmu untuk diam
dan tak melakukan apa pun.

Kenapa kau tiba-tiba datang
dan menghancurkan hidupku?

Menghancurkan hidupmu?

Konyol sekali.

Hidupmu memang sudah payah!

Apa?

“Payah”?

Aku melihat semuanya.
Tadi kau berlutut dan memohon.

Kau tak punya rumah, uang, dan harga diri.

Kenapa masa depanku menjadi sengsara
dan menyedihkan begini?

Hidup macam apa yang kau jalani
sehingga menjadi menyedihkan begini?

Benar.

Aku juga tak menyangka hidupku
akan menjadi begini.

Jika 20 tahun lalu,

aku tak bertindak sesukaku,

– kejadian itu tak akan terjadi.
– Ha-ni! Bahaya!

Namun, aku…

tak ingin menceritakannya kepadamu.

Aku tahu dengan jelas
apa yang akan kau rasakan

jika mengetahui kenyataan itu.

Ha-ni!

BAHN GI-TAE

Sub by Netflix & Ripped by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Aku bahkan belum menikah.

Aku tak punya pacar.
Aku mungkin akan dipecat.

– Kakakku mengusirku.
– Tidak mungkin kubiarkan ini terjadi!

Mustahil ini masa depanku.

Omong-omong, siapa namamu?

Aku Superman yang menyelamatkanmu
dari orang-orang jahat.

Superman?

Orang kaya tak akan menjual ini.
Mungkin dia gigolo yang bangkrut.

Jika beruntung, kita bisa mencari cara
mengembalikanmu ke waktumu.

Kalian dua orang berbeda
dengan nasib yang sama.

Jika bukan hantu,
berarti kalian orang yang sama.

Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.