Hello, Me! Episode 3 Drama Korea Indonesia Subtitle

Hello, Me! Episode 3 Drama Korea Indonesia Subtitle, Hello, Me! Episode 3 Drama Korea, Hello, Me! Epi 3 Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Hello, Me! Episode 3 Drama Korea nonton dramaqu. Download Drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Hello, Me! Episode 1 Drama Korea Indonesia Subtitle

File: Hello, Me EP3 NEXT

Aku melihat semuanya.

Tadi kau berlutut dan memohon.

Kau tak punya rumah, uang, dan harga diri.

Kenapa masa depanku menjadi sengsara
dan menyedihkan begini?

Hidup macam apa yang kau jalani
sehingga menjadi menyedihkan begini?

Kau sudah gila? Kenapa?

Beraninya kamu menamparku!

Aku…

Aku juga…

sungguh benci hidupku dan mau mati.

Tak usah kau katakan pun,
aku sudah tahu hidupku kacau!

Kalau begitu, mati saja!

Lupakanlah! Kau tak akan bernyali
untuk melakukannya.

Jadi, biar aku saja yang melakukannya.

Setelah tahu masa depanku,
untuk apa aku hidup?

Aku sengaja tak mengejarmu waktu itu

karena lebih baik
kau membenci dan menyalahkanku.

Jika tahu yang sebenarnya,

kau akan menyalahkan dirimu sendiri

dan jauh lebih menderita.

IBU

– Halo, Ibu.
– Kau buat masalah di rumah Ha-yeong?

Ya.

Astaga, padahal umurmu sudah sebegini?

Kenapa tak pulang saja ke Daejeon.

Mana mungkin aku kembali ke sana?

Biar ibu bujuk nenekmu, jadi, pulanglah.

Aku tak bisa ke sana
karena beberapa alasan untuk saat ini.

Alasan apa?

Aku harus bekerja,

juga alasan lainnya.

Hei! Jangan berlebihan.
Kau hanya pegawai kontrak di swalayan.

Jangan merepotkan kakakmu.

Pulang saja dan menikah.

Aku tak berniat menikah.

Lantas? Mau jadi perawan tua menyedihkan?

Sungguh menyebalkan.

KOSONG

– Persimpangan Balai Kota.
– Baik.

Ada penumpang. Ibu telepon lagi nanti.

– Sial! Apa-apaan?
– Astaga!

Jangan begitu, Ibu.
Aku sungguh minta maaf.

Ibu mertuaku mengalami demensia

dan tak ada yang bisa
menjaganya hari ini. Maaf.

Ibu, tidurlah lagi.

Kenapa aku hidup seperti ini?

Tak apakah…

hidupku begini?

Bagaimana andai…

hidupku sudah berakhir di hari itu?

Ini keriput? Kenapa ada bercak hitam?

– Apa ini noda?
– Hentikan.

Ini flek.

Ini bukan rumahku.

Ini rumah Ha-yeong.
Aku menumpang di rumahnya.

Terserah kau mau ke Daejeon
atau tidur di jalan. Aku tak peduli.

Apa salahku?
Kenapa harus punya adik seperti kau?

Pergi dari sini.

Bu, kumohon.

Tolong maafkan aku sekali ini saja.

Mustahil ini masa depanku.

Tak mungkin aku akan membiarkannya begini!

Ke mana dia pergi?

Hidupku sudah cukup berat.

Kenapa dia harus tiba-tiba datang
dan membuat hidupku makin menderita?

Diakah orangnya?

Aku yakin, Bos.

Kenapa kalian diam saja?
Cepat tangkap dia!

Tidak! Jangan bunuh aku!

Tolong aku!

Jadi, kalian tak menculik,

tetapi berniat menghalanginya bunuh diri?

Wanita ini terus menghela napas
di jembatan dan seperti mau melompat.

Benarkah itu?

Tidak.

Kau tak perlu takut.
Katakan yang sejujurnya.

Kenapa kau berada
di atas jembatan selarut itu?

Sebenarnya…

Apa kau bertengkar dengan suamimu?

Tidak. Aku bahkan belum menikah.

Bertengkar dengan pacarmu?

Aku tak punya pacar.

Kau sudah bekerja, bukan?

Aku mungkin akan dipecat hari ini.

Di mana kau tinggal?

Luxury Village di Gangnam.

Kau tinggal di kawasan mewah.

– Itu rumah kakakku.
– Begitu rupanya.

Kalau begitu, biar kami antar pulang…

– Aku tak bisa pulang.
– Kenapa?

Kakakku mengusirku.

Kau lihat, bukan?

Sudah terlihat sangat jelas.

Kali ini, aku benar-benar
tak berniat bunuh diri.

Jadi, kau pernah berniat untuk bunuh diri?

Aku tak sungguh berniat bunuh diri.

Saat itu, bisa dibilang kebetulan.

Ada truk yang menghampiriku, jadi…

HUBUNGI JIKA ADA ORANG YANG BUTUH
SALURAN SIAGA CEGAH BUNUH DIRI

Ambil ini juga.

– Apa?
– Takdir mempertemukan kita.

Teleponlah jika kau butuh bantuan.

PENAGIH UTANG

Terima kasih.

Nona.

Apa kau tahu antonim dari “bunuh diri?”

“Bertahan hidup?”

Ya, benar.

Jangan sampai kau menyesalinya.

Jika kau berani bunuh diri,

gunakan keberanian itu
untuk bertahan hidup sebisamu.

Semoga kau berjuang.

Aku selalu menyesali kejadian itu
sepanjang hidupku.

Aku takut penyesalan itu terulang lagi.

Aku hanya ingat Ayah mengejarku.

Benar. Aku harus mengulangi
kejadian waktu itu.

Aku bisa melakukannya.

Yang benar saja! Kau hampir membunuhku!

Kenapa? Bukankah kau mau bunuh diri?

Untuk apa aku mati?

Kupikir aku bisa kembali
jika melakukan ini.

Kau bisa mencobanya. Biar kudorong.

Aku tak yakin bisa berhasil.
Bagaimana jika benar-benar mati?

Tunggu. Ternyata kau takut mati.

Hei!

Kau pikir bunuh diri itu mudah?

Kau masih terlalu muda untuk mengerti.

Bunuh diri itu sesulit bertahan hidup.

Jadi, apa yang harus kulakukan?

Apa aku harus hidup

di dunia gila ini
dan melihat hidup menyedihkanku?

Aku juga tak mau mengurusmu selamanya.

Cepat kembalikan aku ke masa lalu.

Kau sudah berjanji!

Setelah menemukan caranya,
aku akan langsung mengembalikanmu

meski kau memaksa mau tinggal!

Kau sudah makan?

Ayo pergi ke toserba.

Akan kubelikan makanan.

Tak mau! Aku mau beli ayam goreng.

Kau tak punya uang.

– Aku punya uang.
– Itu kartu kreditku.

Kembalikan! Hei! Cepat kembalikan!

Hei!

Masuklah.

Jadi, bagaimana?

Aku mau tuna mayones.

Maksudku, panggilanmu.
Kau mau dipanggil apa?

Kenapa kau mudah sekali kesal?

Aku sudah memikirkannya baik-baik.

Kurasa kau yang harus ganti nama,
bukan aku.

Bukankah begitu?

Aku jauh lebih cantik dan menawan.

Tentu aku yang harus menggunakan
nama Bahn Ha-ni.

Sedangkan kau…

“Bahn Seong-mun”. Bagaimana?

Nama itu berarti, kau memohon maaf
karena sudah menghancurkan hidupku.

Misteri yang tak pernah terpecahkan,
akhirnya terpecahkan dalam 20 tahun.

Misteri apa?

Alasan Ibu…

sering memukulku 20 tahun lalu.

Kenapa kau terus memukulku?

Baiklah. Kau bebas mengatakan bahwa kau
adalah Bahn Ha-ni dari 20 tahun yang lalu.

Namun, jangan salahkan aku
jika kau diculik dan disiksa.

Lantas, apa yang harus aku lakukan?

Untuk sementara,

kau adalah keponakanku dari luar negeri.

Lebih mudah begitu.

Aku tak bisa berbahasa Inggris.

Bilang saja kau tinggal di Koreatown!

Kau sudah tidur?

Kenapa?

Aku sudah memutuskan namaku.

Apa?

Kau ingat film kesukaan Ayah?

Gone with the Wind.

Namaku seperti tokoh wanitanya.

– Scarlett?
– Ya. Itu saja.

Jadi, keluarga kita ada di Daejeon?

Ya.

Nenek pasti sudah sangat tua.

Ibu dan Ayah baik-baik saja, bukan?

Cepatlah tidur.

Kita harus pergi
sebelum pekerja datang besok.

Omong-omong,
Ayah sangat marah waktu itu, bukan?

– Kapan?
– Kau pasti tahu.

Saat aku kabur setelah ketahuan
bolos sekolah dan ikut audisi.

Ayah sangat khawatir dan mengejarku.

Aku merasa bersalah.

Aku juga.

Kau “Utang Lunas”?

Kau “Dominasi Film Laris”?

– Kau bawa barangnya, bukan?
– Uangnya lebih dahulu.

Semua barang ini berkualitas tinggi.

Aku serius jika soal berdagang.

Seharusnya kau memberiku diskon.
Jumlah barang yang kubeli banyak.

Sudah kubilang sejak awal, tak ada diskon.

Kau pelit sekali.

Tolong kurangi untuk biaya transportasiku.

Aku menjualnya karena butuh uang.

Aku terpaksa menjualnya.

Aku tahu ini barang berharga.

Aku jauh-jauh kemari dari Dangjin
untuk transaksi langsung.

Terima kasih.

Satu lembar.

Terlihat sedikit, bagaimana jika dipaskan?

Aku sudah beli banyak.

– Bagaimana jika…
– Serius?

Murah sekali!

Anthony, bagaimana transaksinya?

Semua barangnya edisi terbatas.

Aku penasaran dengan identitas penjual.

Orang kaya tak akan menjual ini.

Mungkin dia gigolo yang bangkrut.

Pantas saja dia pelit beri diskon.
Hanya dapat diskon 20.000 won.

Kau dapat diskon?

– Ya.
– Hebat!

– Hebat, bukan?
– Ayo makan jjajangmyeon.

Bukankah katamu ada inisial
di tiap barangnya?

Tak masalah, yang penting murah.

Jika tak dilepas, tak terlihat.

Kau sungguh pintar.

Anthony terlihat mewah dan berkelas,

tetapi sebenarnya dia sangat berhemat.

Aku dermawan. Kutraktir tangsuyuk.

Kalau begitu, kita langsung
ke restoran Tiongkok di dekat kantor.

Baiklah. Ayo pergi.

Ya!

– Anthony.
– Ya?

Tak bisa dilepas.

– Apa?
– Ini.

Rupanya kau memakainya.
Ini tak akan bisa lepas.

– Gyeong-sik.
– Ya?

Belikan mesin pemotong yang tajam.

Karena Ayah, aku harus menjual
semua barang kesayanganku.

Benar juga.

Aku tak boleh tinggal diam.

Aku harus membalas dendam.

Halo, Do-yun. Mari makan siang besok.

Kau memberiku makanan ini
untuk menyuapku, bukan?

Direktur memang berbeda.
Kau tangkas sekali.

Kau butuh uang lagi, Yu-hyeon?

Bisa beri aku 1,82 miliar won?

Itu tak sebanding dengan makanan ini.

Lupakan saja.

Ambil ini.

Aku akan bekerja di sana.

Kau sungguh akan melakukannya?

Mau bagaimana lagi?
Ayah memaksaku untuk membayar utang.

Aku harus bekerja keras.

Apa sebenarnya rencanamu?

PENGANAN JOA

Kenapa kau di sini?

Apa? Aku hanya lewat.

Kenapa kau melewati gedung ini?

Karena aku mau.

Apa tanah ini milik Ayah?

Ya. tanah ini milik ayah.

Semuanya sampai ke sebelah sana.

Aku iri dengan Ayah.

Ayah beruntung sekali.

Aku akan pergi dari sini.
Silakan lanjutkan perjalanan Ayah.

Penganggur tak usah berlagak sibuk.

Aku sudah diterima bekerja!

Apa? Di mana?

Ayah tak perlu tahu. Aku sibuk. Dah.

Anak itu benar-benar…

Dasar anak nakal.

Anak itu benar-benar tampan sekali.

Warnet ini keren sekali.

Aku mau main gim.

Jangan berkeluyuran. Ikuti aku.

– Aku mau bermain gim.
– Ini dia.

Orang-orang ini tahu segala hal.

Jika beruntung, kita bisa mencari cara
mengembalikanmu ke waktumu.

Kau serius? Ayo cepat cari.

CARA KEMBALI KE MASA LALU

– “Satu-satunya cara kembali
– “Satu-satunya cara kembali

– ke masa lalu bahagia…
– ke masa lalu bahagia…

– dengan membuat masa depan bahagia.”
– dengan membuat masa depan bahagia.”

Yang benar saja? Apa-apaan ini?

– Sialan.
– Katamu dia tahu segalanya.

Ini semua hanya omong kosong.

Aku yakin pasti ada orang
yang mengerti hal semacam ini.

Segalanya ada di Internet.

Partikel yang melaju
lebih cepat daripada cahaya ini

bisa diamati jika bergerak
dalam pola yang sama…

Ini jelas dalam teori relativitas
yang dicetuskan pada tahun 1915.

Benar. Itu hukum gravitasi universal.

Berdasarkan teori ini,

waktu dan ruang
saling berkaitan satu sama lain

– dan menciptakan dimensi keempat.
– Omong-omong,

dia mirip guru fisika kita, bukan?

– Jika melihat bagian ini…
– Benar.

Dia membuat kita kehilangan minat
pada fisika. Benar.

Dia mirip guru fisika kita.

Astaga.

Ini tidak akan berhasil.

Apa kau kenal

seseorang yang sangat pintar?

Di mana materinya?

RAHASIA ALAM SEMESTA

Jadi, kau ingin tahu apa?

Entah aku harus mulai dari mana.

Kau orang terpintar yang kukenal.

Ada apa? Tak perlu sungkan. Katakanlah.

Ini sesuatu yang benar-benar terjadi.

Ini mustahil dan tak bisa dipercaya,

tetapi benar-benar terjadi.

Kenapa berbelit-belit?

Jadi, begini…

Bagaimana cara mengembalikan seseorang

yang datang dari masa lalu?

Siapa yang datang?

Soal itu…

tak bisa kuberi tahu.

Namun, dia tak seharusnya ada di sini.

Bibi.

Jangan terlalu sering membaca komik.

Temuilah teman-temanmu sesekali.

Bukan begitu.

Bibi.

Selagi ada di sini,
makanlah bersama dengan ibuku.

Ibumu pasti masih marah denganku.

Lagi pula, Ha-yeong pasti ada
di rumah sakit.

Hari ini Ibu tak bekerja.

Ibu menemui seseorang di dekat sini.

Di mana di dekat sini?

Kenapa lama?

Hei.

Ya?

– Kau meninggalkan tasmu.
– Apa?

Tasmu tertinggal.

Ya.

Kau tak apa-apa?

Kau tak bertemu Kak Ha-yeong?

Tak perlu khawatir. Aku tak ketahuan.

Omong-omong, apa kau
sudah menemukan cara mengembalikanku?

Lantas, bagaimana ini?

Aku tak harus
menjalani hidup di sini, bukan?

Entahlah. Aku tak tahu.

Kau sudah berjanji
akan mengembalikanku ke masa lalu.

Kau harus mengembalikanku!

Kau lancang!

Kau berani heboh
padahal bukan manusia atau hantu!

Kau terlahir amat mujur,

tetapi kenapa malah hidup sial?

Apa maksudmu?

Hei, jangan merespons.

Orang-orang seperti ini

ingin menyeret kita ke aliran sesat
atau mengharapkan uang kita.

Ayo pergi.

Kalian dua orang berbeda
dengan nasib yang sama.

Astaga, aneh sekali.

Jika bukan hantu, berarti…

kalian orang yang sama.

Jika butuh bantuan, ikutlah aku.

– Tunggu sebentar.
– Astaga.

– Sudah. Tarik yang keras.
– Sulit sekali.

– Tarik lebih keras!
– Tak bisa. Ini terlalu licin.

Anthony benar-benar akan memotong jariku
jika tak bisa dilepas.

Lepaskan. Gunakan seluruh tenagamu.

Cepat lepaskan!

– Bagaimana?
– Bisa dilepas.

Maksudku, bukan cincin.

Foto sebelum operasiku
yang harus kalian curi.

– Aku berhasil mengambilnya.
– Mari kita lihat.

Aku begitu mengalami kesulitan.

Keahlian bedah plastik Korea
memang tak perlu diragukan.

Hapus semua berkas
dan bakar diska lepas itu.

Baik.

– Anthony.
– Apa?

Ada dua tawaran iklan untukmu.

– Benarkah?
– Ya?

Popularitasku belum meredup. Iklan apa?

Iklan camilan Penganan Joa.

Camilan? Aku enggan
membintangi iklan camilan.

Begitu, ya? Ada tawaran
iklan produk kesehatan juga.

Sebenarnya untuk majalah.

– Perlihatkan proposalnya.
– Baik.

Biar kulihat.

“Apa kau tidak bisa…”

POWERMAN AKAN MEMBANTU
MEMULIHKANMU

Siapa yang membuat slogan ini?

KAU TAK BISA MENEGAKKANNYA, ANTHONY?

Kau harus langsung menolak
tawaran seperti ini.

Pemasukan kita rendah
dan sudah lama tak ada tawaran iklan.

Jadi, aku harus melakukan apa saja?

Kau pikir aku mesin pencetak uang?

Tolak keduanya.

Aku sial terus belakangan ini.

Kau mau coba diramal?

Kau tahu peramal sakti?

Bagaimana kau bisa tahu
bahwa kami orang yang sama?

Bukan aku,

tetapi Jobs yang memberitahuku.

Apa kau tahu cara mengembalikanku

ke masa lalu?

AX kuadrat ditambah B kuadrat X.

BX kuadrat ditambah C sama dengan nol.

Maka X sama dengan minus B
ditambah minus akar A dibagi 2A.

– Minus B ditambah minus akar A…
– Hei.

Dia sedikit aneh, ya?

Ini karena aku lulusan Ilmu Alam.

Hei, Nak. Ada salib besar di belakangmu.

Di antara orang terdekatmu,
ada yang rajin ke gereja.

Bagaimana kau bisa tahu?

Nenek kami beragama Katolik.

Aku mencium bau bensin.

Seorang keluargamu adalah sopir.

Benar! Ayahku sopir taksi!

Aku benar-benar merinding.

Hei.

Pasti ada yang rajin ke gereja
atau menyetir di tiap keluarga.

Meski begitu, dia mau membantu kita.

Tak ada salahnya mendengarkan dia.

Bagaimana mungkin dia bisa
mengembalikanmu ke masa lalu?

Dia jelas-jelas hanya penipu.

Kalian mencari di tempat yang salah.

Kau tak tahu alasan dia di sini,
tetapi ingin mengembalikan dia.

Itu sebabnya kau tak menemukan solusi.

Apa…

maksudmu?

Pasti ada alasan,
kenapa orang dari masa lalu

bisa datang ke masa kini.

Kau harus mencari tahu alasan itu.

Jadi, apa yang harus kulakukan?

Satu-satunya cara…

adalah melakukan ritual.

“Ritual”?

Kita harus melakukannya saat hujan lebat.

Hujan?

Berapa biayanya?

Biasanya aku dibayar sepuluh juta won.

Karena kau menyedihkan, jadi, lima juta…

Aku baru saja dipecat.

– Bisa pakai kartu kredit.
– Limitnya tak cukup.

Berapa yang kau punya?

Aku sudah memperingatkan.

Kau harus membayar 1.410.000 won
sebelum akhir pekan ini!

Aku akan membayarnya.

Aku…

hanya bisa memberimu sekitar 1,4 juta won.

Transfer ke rekeningku hari ini.

Kuberi harga spesial untuk kali ini.

Terima kasih!

Akhirnya aku bisa kembali!

Hore!

Hei, tunggu aku di luar.

Kenapa?

Turuti saja aku.

Aku…

memang bersedia melakukan apa pun
karena sudah putus asa.

Namun, uang itu sangat berarti bagiku.

– Jika kau menipuku…
– Kenapa?

Apa harus kukatakan

bahwa kau yang membuat ayahmu tewas
agar kau bisa memercayaiku?

Kembalilah ke sini saat hujan.

Sub by Netflix & Synced by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

Kau sedang apa?

Belikan aku ponsel.

Kau toh akan segera kembali.

Tak akan berfungsi di masa lalu.

Sungguh?

Omong-omong,
kau sungguh punya 1,4 juta won?

Aku harus menagihnya sekarang.

PRIA MESUM

BIBI TUA

Nomor yang Anda tuju…

Kenapa? Tak dijawab?

Jangan-jangan kau ditipu?

– Dia bahkan tak punya uang untuk sauna.
– Nomor yang…

Bagaimana dia mampu
membayar 1.400.000 won?

Bukan 1.400.000, tetapi 1.410.000 won!

BIBI TUA: TOLONG TELEPON AKU

TELEPON AKU
HALO

Bukankah kita harus mentransfer
biaya ritual hari ini?

Kau tak bisa minta orang lain?

SALURAN SIAGA CEGAH BUNUH DIRI

Bukan ini.

Sebentar.

Kenapa tak ada?

Aku menemukannya!

PENAGIH UTANG

Tunggu sebentar.

Itu pasti makananku!

Makananku…

Siapa kalian?

Apa kau Pak Han Yu-hyeon?

Bukan.

Tak ada barang berharga sama sekali.

Pria tua itu sudah gila.

Kenapa mengirim preman segala?

Preman?

Kau sering bicara tanpa berpikir, ya?

Kau salah paham tentang kami.

Kami membantu wanita malang.

Wanita malang?

Hei, Bibi Tua.

Pria ini yang berutang padamu?

Ya, benar. Dia orangnya.

Apa yang kau bicarakan?

Sudah kutransfer, juga uang saunanya.

Apa ini?

HAN YU-HYEON
1.410.000 WON

Dia sudah bayar?

Aku hanya meminjam 140.000 won.
Bersyukurlah kubayar sepuluh kali lipat.

Apa yang kau lakukan ini?

Maafkan aku.

Bos, dia lebih kejam daripada kita.

Astaga.

Kau malah balas kebaikan dengan kejahatan.

Padahal aku sudah menyelamatkan nyawamu.

Aku sedang terburu-buru.

Maafkan aku.

Kurasa ada kesalahpahaman di antara kita.

Mari kita akhiri di sini.

Apa maksudmu?

Kalian juga sama saja.

Kau menyeretku dari hotel
selagi aku bersantai.

Kami juga harus pulang dan bersantai.

Mana ada preman yang bersantai?

Apa? Jaga ucapanmu.

Orang-orang yang kabur
tanpa melunasi utang

yang harus menderita, bukan kami.

Kami bahkan taat UU Ketenagakerjaan.

Benar.

Bagaimana denganku?
Bagaimana aku pulang begini?

Nona, kau bisa menyetir?

Apa?

Pak, hati-hati di jalan.

Kau yang harus berhati-hati.

Kuharap kita tak bertemu lagi.

– Pak.
– Ada apa lagi?

Barang-barangmu.

Astaga.

Yang benar saja.

– Pak.
– Apa?

Dari mana gantungan kunci?

Memangnya kenapa?

Kurasa itu punyaku.

Apa?

Gantungan kunci bunga bakung itu…

dibuatkan ayahku untukku,

tetapi aku menghilangkannya.

Untuk tiap sepuluh won yang kami temukan,
kau akan kupukul sekali.

– Aku benar-benar tak punya uang.
– Geledah dia.

Apa ini?

– Ada apa?
– Kapten.

Hanya ada kalung ini.

– Tidak boleh! Jangan yang ini!
– Coba kulihat.

Bagus sekali.

Ha-ni pasti suka kalung ini.

Tak boleh. Itu pemberian ibuku.

“Tak boleh. Itu pemberian ibuku.”

Tak apa-apa.

Ibumu pasti akan lebih senang
jika kau berbagi dengan orang.

Kumohon kembalikan kalung itu, Pak.

– Kumohon.
– Hei!

Kau sebut aku “Pak”?

Mau kuberi pelajaran?

Dasar kau…

Sakit? Aku tidak.

Kau mengeluarkan air mata.

Yang Chun-sik!

Itu suara Ha-ni?

Hai, Sayang.

Kau bahkan memalak anak kecil?

Jangan pernah melakukan
hal seperti ini lagi!

Mengerti?

Kau tak apa-apa?

Kau baik-baik saja?

– Ini.
– Terima kasih.

Biar kupasangkan.

Liontin wajah tersenyum. Cantik sekali.

Ini buatan mendiang ibuku.

Katanya aku paling menggemaskan
saat tersenyum.

Begitu, ya.

Dengarkan perkataan ibumu.
Hapus air matamu dan tersenyumlah.

Kau sangat menggemaskan saat tersenyum.

Omong-omong, siapa namamu?

Namaku?

Aku Superman yang menyelamatkanmu
dari orang-orang jahat.

“Superman”?

Ya.

Jika suatu hari nanti,
kau melihat orang yang kesulitan,

jadilah superman untuk orang itu.

Mengerti?

Aku pergi, ya. Dah.

Ada apa?

Superman?

Apa?

Maksudku…

Buktikan ini milikmu.

Ada kelopak bunga yang terpisah.

Saat ayahku membuat gantungan itu,

aku tak sengaja menjatuhkan
kelopak bunganya.

Kakakku juga
punya gantungan kunci yang sama.

Benar miliknya.

Ini.

Ambil. Katamu ini milikmu?

Terima kasih.

Hanya itu?

Apa?

Kau berutang budi padaku.
Kau harus membayarnya.

Aku tak punya uang.

Aku tak minta uang.

Lalu?

Nanti…

aku akan menghubungimu.

Apa ini?

Aku akan segera kembali.

Jadi, aku menyiapkan pesta perpisahan.

Kau dapat uang dari mana?

Tadi kau memberiku uang makan
dan transportasi.

Jadi, kau tak makan
dan malah menyiapkan ini semua?

Ya, karena aku akan segera kembali.

Tak masalah jika aku tak makan.

Kita harus mengadakan ritual
saat turun hujan.

Kau tahu kapan akan hujan?

Siapa tahu besok akan turun hujan.

Itu sebabnya aku harus mengadakan
pesta perpisahan lebih dahulu.

Kau senang karena akan kembali?

Tentu saja.

Hidupku 20 tahun kemudian
terlalu menyedihkan.

Benar. Aku merasa bersalah.

Lagi-lagi begini. Ha-ni itu orang
yang selalu percaya diri,

kenapa menjadi payah begini?

Kau bahkan diam saat tertindas,

dan selalu meminta maaf.

Kau tak merasa bersalah pada diri sendiri?

Apa?

Aku tak masalah
jika dipermalukan orang lain.

Itu akan terlupakan seiring waktu.

Namun, aku masih ingat
saat mempermalukan diri sendiri.

Mencuri permen karet
saat berumur tujuh tahun,

melarikan diri karena malu
melihat Ayah mengendarai taksi,

dan pura-pura tak tahu saat Ji-eun
dirundung teman-teman lain.

– Kau…
– Kau sudah lupa?

Kau melupakan semuanya?

– Tidak.
– Karena itulah,

mulai kini, jangan menghindar
dan mempermalukan diri sendiri.

Kau bersalah padaku jika melakukan itu.

Hari Jumat pada pukul 10.00,
siaran pers akan disebarkan ke media.

Masalah Cumi-cumi Bagus
akan segera selesai.

– Sekian.
– Kau sudah bekerja keras.

Meski ini disebabkan pelanggan
yang tak bertanggung jawab,

memulihkan kembali citra produk
yang sudah hancur tetap tak akan mudah.

Oleh karena itu, kami sedang mencari model

untuk mengubah citra Cumi-cumi Bagus
melalui iklan yang menyenangkan.

Masa pengembangan produk cukup lama,

dan reaksi saat uji rasa pun cukup bagus.

Sayang jika berakhir begini.

Benar. Selagi mempromosikan
Cumi-cumi Bagus,

aku mengusulkan untuk mempercepat

rencana peluncuran produk baru
agar target penjualan tahun ini tercapai.

Apa itu memungkinkan?

Jadwalnya agak ketat,

tetapi kami memang sedang menyiapkan
peluncuran produk baru.

Menurutku, ini memungkinkan.

Kapan produk baru bisa rampung?

Kau ingin selesai kapan?

Dua pekan lagi. Apa bisa?

Ya. Aku akan menyiapkannya.

“Jangan takut kehilangan.

Kau akan mendapatkan lebih banyak.”

Kehilangan apa?
Aku sudah tak punya apa-apa.

Kapan akan turun hujan?

Apa kata ramalan cuaca?

Aku sibuk. Jangan ganggu aku.

Beri tahu ramalan cuaca.

Aku sibuk.

Kalau begitu, belikan aku ponsel.

Kau ini menyebalkan.

Astaga.

INSIDEN CUMI-CUMI BAGUS
TERNYATA PENIPUAN

“Ibu anak itu
ingin mendapatkan kompensasi…”

Semua akan beres.

Apa? Hari ini akan turun hujan?

Bukan itu. Aku bisa kembali bekerja.

Kenapa aku tak bisa kembali bekerja?

– Jadi…
– Apa maksudmu?

Kantor pusat perusahaan Penganan Joa
sudah mengirimkan pegawai lain.

Tetap saja. Aku dipecat dengan tak adil.

Aku tahu. Aku juga kasihan denganmu,

tetapi mau bagaimana lagi?
Apa pegawai baru harus dipecat?

Baiklah.

Baiklah jika kau menginginkannya.

Halo. Ini bagian Personalia, bukan?

Kau tahu pegawai baru
yang punya tiga anak kembar?

Orang yang ingin bekerja
untuk beli susu formula anaknya.

Pecat orang itu.

– Jangan takut kehilangan.
– Aku tahu suaminya sakit parah.

Mau bagaimana lagi?

Situasinya sudah berubah sekarang.
Ha-ni tak bisa dipecat begitu saja.

Ya, tidak bisa.

Ya. Beri dia beberapa popok
dan suruh pulang…

Astaga. Ada telepon…

Rupanya bisa ada telepon masuk
saat sedang menelepon.

BAHN HA-NI

Kau yang menelepon?

Apa kau tahu?

Jika atasanku memang jahat,
aku bisa mengumpatnya terang-terangan.

Namun, jika dia pura-pura baik,

aku jadi menyalahkan diriku sendiri.

Astaga. “Pura-pura baik”?
Aku benar-benar menyukaimu dan…

Kalau begitu, jangan berbelit-belit.

Kau melukai harga diriku.

Jangan begitu, Ha-ni.

Lagi pula,
aku tak akan kerja di sini lagi.

Jadi, izinkan aku mengatakan sesuatu.

Aku mengatakan ini
karena mencemaskan kesehatanmu.

Periksalah apa kau
menderita radang amandel.

Memangnya kenapa?

Setiap kau membuka mulut,

sekilas tercium…

bau yang amat busuk.

Astaga, teganya kau.

Itu karena pencernaanku tak baik.

Tunggu aku!

Bagaimana?

Kau akan kembali bekerja?

Tidak. Aku memutuskan untuk berhenti.

Kenapa kau tersenyum?

Karena sudah lama…

aku tak bertindak demi diriku sendiri.

Apa maksudmu?

Kau yang bilang padaku,

jangan mempermalukan diriku sendiri.

Meski begitu, kau harus mencari nafkah.

Seharusnya kau memohon dimaafkan.

Masa bodoh. Hidupku sudah hancur.

Aku mau hidup sesukaku.

Bagaimana kita bisa makan
sampai aku kembali ke masa lalu?

Kau tak punya uang dan pekerjaan.
Kau mau kita kelaparan?

Jika rumah sudah selesai diperbaiki,
tak ada tempat untuk tidur.

Ada apa denganmu?

HUKUM PEMILIK GEDUNG
YANG MEMERAS PENGUSAHA KECIL

– Terima kasih.
– Selamat menikmati.

Terima kasih.

Mau kuberi lebih?

Hei, Pak Tua!

Serakah sekali.

“Satu buah per orang.”
Jumlahnya terbatas. Kau tak tahu?

Kau, Bedebah Gila.

Apa? Mentang-mentang pimpinan,
boleh mengatai pegawai sesukamu?

Kubeberkan di papan pengumuman perusahaan
bahwa kau semena-mena pada pegawai.

– Astaga.
– Kembalikan.

Satu buah per orang.

Selanjutnya.

Bagaimana kau bisa bekerja di sini?

Ayah tak tahu? Aku punya lisensi
memasak hidangan Korea.

Aku melamar dan diterima.

Apa yang kau rencanakan?

Bukankah Ayah menyuruhku membayar utang?

Karena itu, aku bekerja keras.

Kau pikir ayah tak tahu jalan pikiranmu?

Kau berpikir ayah akan memaafkanmu
jika kau melakukan ini?

Meski memerlukan 20 atau 30 tahun,

harus tetap membayar ayah!

Ayah, kenapa melakukan ini padaku?

Ayah bosan? Kesepian?

Ayah harus berapat penting.

Keluar jika sudah selesai bicara.

Astaga.

PENGANAN JOA
PIMPINAN HAN JI-MAN

Ayah.

Tolong maafkan aku sekali ini saja.

Aku akan menuruti perkataan Ayah.

Kau bisa apa? Pasti akan cepat bosan.

Ada apa dengan Ayah?

Ayah tahu aku pantang menyerah.

Benarkah?

Baiklah. Kalau begitu…

Bekerjalah di kantin perusahaan
selama 100 hari.

Jika berhasil, utangmu lunas

dan kau bebas melakukan apa pun sesukamu.

Sungguh?

Jika aku bertahan selama 100 hari,
Ayah tak boleh menggangguku.

Ayah yakin kau bahkan
tak akan tahan sepuluh hari.

Kau pasti akan kabur karena muak.

Ayah. Aku ini Han Yu-hyeon.

Meski mataku mengeluarkan darah
karena mengupas bawang bombai,

aku tak akan menyerah.

Tunggu saja.

Dia benar-benar keras kepala.

Namun,

aku bisa memperhatikan dia
selama 100 hari ke depan.

Kenapa Yu-hyeon melakukan itu?
Apa yang dia pikirkan?

Mereka memang selalu begini.

Mereka terus bertengkar
sampai ada yang kalah.

Mereka berdua benar-benar keras kepala.

Entahlah.

Aku iri dengan mereka.

Aku menyukaimu di saat seperti ini.

– Apa?
– Kau seperti anak anjing yang malang.

PENGANAN JOA
HARUS BERTANGGUNG JAWAB

INI TIDAK ADIL

Kau masih hebat.

Ternyata tubuhku masih mengingatnya.

Apa yang mereka lakukan?

INSIDEN PENGANAN CUMI-CUMI
KENAPA AKU

Ada apa denganmu?
Kenapa tiba-tiba terpikir hal seperti ini?

Aku tak mau malu dengan diriku.

Terlebih lagi di depan diriku
dari 20 tahun yang lalu.

Kau terlihat seperti Bahn Ha-ni sekarang.

Kau makan camilan Penganan Geoseong
di depan kantor Penganan Joa.

Perusahaan ini menyebalkan.
Aku sengaja membeli ini.

Apa? “Menyebalkan”?

Kenapa? Apa ada pengalaman buruk?

Kau diperlakukan tak adil.

Kuharap kau bisa kembali bekerja.

Pegawai kontrak sepertiku
tak bisa bertahan lama.

Meski begitu,

aku tak boleh langsung menyerah.

Aku jadi merasa bersalah.

Kenapa begitu?

Aku hanya bertambah tua,

dan tidak bisa melakukan apa pun.

Aku pun begitu.

Aku selalu merasa berutang
kepada anak muda

yang bekerja keras.

Terima kasih

karena kau sudah bertahan,
tak menyerah, dan terus berjuang.

Perkataanmu membuatku kembali bersemangat.

Syukurlah.

Bersabarlah.

Aku yakin pasti akan ada kabar baik.

Terima kasih.

Bukankah wanita muda zaman sekarang
tak suka makan camilan

karena takut bertambah berat badan?

Aku sangat suka camilan.

Benar.

Aku bisa berhenti makan nasi,
tetapi tak bisa berhenti makan camilan.

Begitukah?

Terutama…

camilan yang biasa dibelikan ayahku
di perjalanan pulang…

itu yang paling enak.

Itu sebabnya aku langsung merasa bahagia

saat makan camilan.

– Apa kau tahu?
– Apa?

Aku tak pernah melihatmu tersenyum lebar
seperti hari ini sebelumnya.

Sungguh?

Sudah lama aku tak merasa seperti dahulu.

Untuk kali pertama setelah datang ke sini,

aku merasa senang
setelah melihatmu tersenyum lebar

Setiap kali merasa senang,

aku selalu melakukan kebiasan itu.

Kuharap aku bisa membuatmu
terus tersenyum.

Kenapa kau muncul di hadapanku?

Besok mau menari menggunakan lagu apa?

Tujuanmu berdemo atau menari?

Bukankah yang penting menyenangkan?

Bagaimana jika kita menarikan
lagu “First Love” dari Clon?

– Aku senang berada di sampingmu
– Aku senang berada di sampingmu

– Entah kenapa aku begini belakangan ini
– Entah kenapa aku begini belakangan ini

Kak Ha-yeong.

Bahn Ha-ni.

Ya.

Bahn Ha-ni.

Sub by Netflix & Synced by skysoultan
♔ Follow @skysoultan on Instagram ♔

TERIMA KASIH KHUSUS
KEPADA CHO HAN-CHEUL

Kuharap akan segera hujan.

Kau tampak tidak asing.

Terserah. Lepaskan saja mantel itu.

Sepertinya aku tahu dia itu apa.

– Kurasa ini takdir.
– Tidak, pasti hanya kebetulan.

Jangan pernah terlibat dengan pria itu.

– Traktir aku makan malam.
– Kenapa?

Kau sudah setuju untuk membayarku kembali.

Kau masih memiliki ini?

Aku harus menemukannya.

Ha-ni kita ada di sini.

Terjemahan subtitle oleh Jessie Yobelia

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.