Home / Drama Qu / Kairos Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Kairos Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Kairos Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle, Kairos Episode 01 Drama Korea, Kairos Epi 01  Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Kairos Episode 01 Drama Korea nonton dramaqu. Download drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Kairos Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

File: Kairos.E01-E02- Anginnya kencang!
– Cepat!

Minggir! Cepat tutupi semuanya!

Kamu juga harus menutupi ini!

– Cepat!
– Ambil itu juga!

– Ayolah.
– Cepat pindahkan!

Apa kita baru
melewati terowongan?

Maafkan aku. Ini rute tercepat.

Apa?

Aku harus lewat jalan
tol agar tiba tepat waktu.

– Mari kita ambil jalan nasional.
– Ya.

“Minum satu pil jika diperlukan”

“Episode 1”

Proses pekan ini belum sesuai dengan
tingkat konstruksi yang diharapkan.

Hujan terus turun dan
berhenti, selalu begitu.

Itulah alasannya.

Ada yang disebut ramalan cuaca.

Bukankah kita pertimbangkan
situasi saat menghitung tingkatnya?

Prakiraan cuaca lebih
sering salah daripada benar.

Kita harus mundur setiap kali
akan mendapatkan momentum

karena akan mulai hujan.

Di sini bukan hujan saja.

Bisakah kamu memenuhi tingkat
pembangunan pekan ini atau tidak?

Aku pasti akan mengejar tingkat
yang diharapkan minggu depan.

Aku tidak meminta bekerja
berlebihan untuk memenuhi ekspektansi.

Aku memintamu untuk
memperkirakan kemampuanmu.

Kamu bisa membuat estimasi.

Sulitkah melakukan
itu dengan akurat?

Bagaimana dengan
mengamankan bahan lainnya?

Ya,

bahan-bahan dari
Tiongkok terus ditunda.

Jadi, aku mencari perusahaan
yang bisa menyuplai bahan

tanpa menunda.

Jika kamu mulai mencari sekarang,
bisa pertahankan inventarisnya?

Wasei dari Indonesia bisa
mengirimkan materialnya.

Kapan?

Mereka bisa memuat
kapal dalam pekan ini.

Kami menuju ke Gedung B.

Baik, Pak.

Perusahaan Pamoro
Inkrorporasi dan Birkop Rusia

bisa segera dikirim.

Jangan hanya menerima kuotasi,
tapi periksa harga satuannya.

Lalu ubah tingkatan harapannya
dan laporkan kepadaku.

Baik, Pak.

Kamu harus pergi sekarang
untuk menghadiri rapat tepat waktu.

Aku bisa pergi
setelah memeriksa ini.

“1. Tinjauan Pernyataan
Keuangan Paruh Pertama”

“2. Laporan Bisnis Jangka
Menengah dan Jangka Panjang”

Kalian sudah memeriksa laporan
dari paruh pertama tahun ini?

Penjualan kita menurun, begitu
pula keuntungan bisnis kita.

Bagaimana dengan
biaya konstruksi dari Turki?

Ya, Pak.

Lokasinya dekat
perbatasan Suriah,

jadi, keadaan agak rumit
karena perang saudara terjadi.

Jika bisnis di luar
negeri tidak lancar,

kita harus fokus
kepada bisnis domestik.

Kami baru mulai
merencanakan. Apa maksudmu?

Jika terus begini, kita
akan kehilangan nilai kredit

yang kita perjuangkan lagi.

Apa kamu baik-baik saja?

Maaf aku terlambat.
Aku ada di lokasi.

Begitu rupanya.
Apa berjalan lancar?

Ya, Pak.

Bangunan di atas 20
lantai, dan kerangkanya

akan selesai pada
akhir bulan ini.

Tingkat konstruksi saat
ini adalah 67,35 persen.

Itu untuk bulan Agustus.

Yang ada di tanda
kurung bulan lalu.

Dia bisa saja menjelaskannya.
Kenapa dia harus menyebutkan angka?

Bagaimana suasana di sana?

Kami menyingkirkan semua layanan
yang mempekerjakan imigran ilegal.

Tapi untuk mendapatkan
kepercayaan pekerja sekali lagi,

Kurasa sebaiknya Anda
mengunjungi mereka.

Mereka masih membicarakan
bagaimana Anda mentraktir mereka

300 mangkuk samgyetang
musim panas ini.

Aku yakin satu kata
dari Anda lebih efektif

daripada orang lain.

Baiklah.

Setelah cuacanya lebih dingin,
aku harus mengunjungi mereka.

Apa 300 porsi ikan
sebelah mentah iris cukup?

Jika penjualan
Cheonan dan Jeonju

ternyata menguntungkan
di akhir tahun ini,

kita akan bisa
mempertahankan peringkat kita

di industri konstruksi.

Omong-omong, apa
Menteri Park akan hadir

di acara amal besok?

Aku yakin begitu.

– Kamu yakin?
– Begini…

Kali terakhir, dia mungkin
bilang akan melakukannya.

Aku yakin. Aku
sudah memeriksanya.

Baiklah.

Kamu seharusnya
mengganti pakaianmu.

Kamu berbakat untuk menonjol.

Kamu benar.

Kenapa dia sangat arogan?

Berkat ayahnya, dia
bisa dipertimbangkan.

Direktur Park.

Anda masih belum mengumpulkan

uang dari Turki?

Kenapa kamu bertanya?

Ada layanan yang
sering kugunakan

saat aku di Timur Tengah.

Mau kukenalkan kepada mereka?

Mereka menawarkan
informasi yang jauh lebih baik,

jadi, itu akan membantumu
mengatasi situasi dengan lebih baik.

Kerja bagus.

Aku pulang.

Di mana? Di sini?

Tidak, ke samping.

– Di sini?
– Tidak, jangan di sana.

Sedikit ke samping.

Di mana? Di sini?

Ayah menghancurkan Cassiopeia.

Maafkan ayah.

Da Bin, ayo berhenti di
sini. Ayah sangat lelah.

Bisa tambahkan satu lagi?

Ayah lelah.

Kemarilah.

Kamu sudah sikat gigi?

Ibu melihatku menggosok gigi.

Ibu melihatmu makan
agar-agar setelah itu.

Sikat gigimu.

Kamu di rumah?

Kapan kamu sampai?

Aku di bak mandi, jadi,
tidak dengar kamu masuk.

Apa Profesor Hwang
tidak meneleponmu?

Tidak. Kenapa?

Dia meneleponku, berkata
ingin kamu mengantarkan

pesan ucapan selamat
untuk penampilan.

Aku memberinya nomor barumu.

Mungkin dia
menemukan orang lain.

– Kamu sudah makan malam?
– Sudah.

Apa Da Bin juga
akan datang besok?

Ya. Aku sudah
memberi tahu pengasuh.

Menteri Park juga akan hadir.

Aku merasa tidak nyaman.

Tahun ini akan
menjadi tahun terakhirku.

Kenapa? Aku tahu kamu hebat.

Perlahan aku kehilangan
kepercayaan diri.

Dibandingkan musisi yang lebih
muda yang berlatih setiap hari,

Aku merasa tidak sebaik mereka.

Kamu sudah
bertahun-tahun bermain biola.

Sia-sia jika berhenti bermain
hanya karena kamu punya anak.

Anggap saja kamu
sedang berlatih.

Selain itu, istri seorang
eksekutif tampil di sebuah konser

tidak bisa dibandingkan

untuk penampilan amal sederhana.

Da Bin!

– Ibu – Coba kulihat.
Kamu terluka?

Jangan menangis.
Ibu akan meniupnya.

Sudah selesai.

Jika kamu melakukannya
lagi, ibu akan memarahimu.

Kalau begitu, boleh
kuminta Ayah melakukannya?

Baiklah.

Terima kasih karena
tidak merengek.

Aku di sini.

Bu Jung!

Bu Jung!

– Apa tidurmu nyenyak?
– Ya.

Da Bin, kamu harus mandi.

– Pergilah sekarang.
– Baiklah.

Bu Kang, makanlah ini.
Akan kumasukkan ke kulkas.

Di luar panas. Kenapa kamu
membawa banyak sekali?

Kerabatku yang tinggal di Seongju
memiliki kebun melon oriental.

Aku hanya diberi yang terbaik.

Terima kasih.

Aku akan pergi lebih dahulu
untuk melakukan geladi bersih.

Da Bin dan aku akan
ke sana tepat waktu.

Tolong pilih pakaiannya
sebelum pergi.

– Aku akan menaruhnya di kamarnya.
– Baiklah.

Pak, kamu tidak
boleh minum di sini.

Aku mengerti. Ya.

Jadi, bawakan aku
sebotol soju lagi.

Cepat!

Yang benar saja!
Jika kamu terus begini,

aku akan melaporkanmu ke polisi!

Lakukan itu

dan bawakan aku sebotol.

Sampai jumpa.

Pak, kenapa selalu terintimidasi
olehnya dan bukan aku?

Pak! Kamu tampak cukup mabuk.
Haruskah aku menelepon istrimu?

Tidak! Aku baik-baik saja.

Hei, kamu juga tahu
nomor telepon istrinya?

Pulanglah. Aku
akan bersih-bersih.

Kamu pernah melihatnya, bukan?

Dia Direktur Kim Seo Jin.

– Begitu rupanya.
– Pak.

Terima kasih
banyak sudah datang.

– Sama-sama.
– Hari ini, istrinya

akan tampil di panggung.

– Begitukah?
– Ya.

– Di sana?
– Kurasa begitu.

– Istriku telah bermimpi menjadi…
– Aku tahu.

– Ayo cari Ayah.
– Baiklah.

Di mana Ayah?

– Di mana Ayah?
– Di sana.

– Itu dia. Ayo.
– Istrimu baik.

Aku yakin kamu
merasa bisa diandalkan.

Terima kasih atas pujiannya.

– Omong-omong
– Ayah pasti sibuk.

Haruskah kita kembali nanti?

Nanti kita kembali
lagi. Ayah terlalu sibuk.

Ayo. Ayo makan
makanan enak dengan ibu.

Aku mencoba memainkan peranku.

Direktur Kim sangat rendah hati.

Benar.

Menteri Park, saat
kamu tidak sibuk,

aku ingin mentraktirmu
di tempat yang tenang.

Berapa usia ini?

Itu…

– Da Bin.
– Astaga. Apa itu?

– Astaga. Ada apa?
– Apa itu?

– Permisi.
– Tentu.

Kamu baik-baik
saja? Kamu terluka?

Itu berbahaya. Aku
akan membersihkannya.

Kamu baik-baik saja?
Kamu pasti terkejut.

Kemarilah.

Jika tidak mau menjaga
sikap, pulanglah.

Aku akan melihat
Ibu memainkan biola.

Kalau begitu, kamu
harus tetap diam.

Kamu menakuti semua
orang. Lihat perbuatanmu.

Jaga dia.

Aku akan ke sana.

Tidak apa-apa.

Kamu takut. Tidak apa-apa.

Da Bin.

Da Bin.

Da Bin.

Da Bin.

– Brava.
– Brava.

– Brava.
– Terima kasih.

Brava.

Selamat. Aku
sangat menikmatinya.

Terima kasih.

Bagus. Mari berfoto.

Mari berfoto bersama Da Bin.

Dia pergi ke toilet. Itu dia.

Bagus.

Terima kasih.

– Menteri menyukainya.
– Benarkah?

– Ya.
– Syukurlah.

Bu Kang.

Da Bin menghilang.

Apa maksudmu?

Kukira dia pergi ke
toilet, tapi dia sudah pergi.

Kukira kamu bersamanya.

Kukira dia mau ke toilet,

jadi, aku mengikutinya
setelahnya.

Da Bin!

Da Bin!

Di mana dia?

Da Bin. Kim Da Bin!

Da Bin!

Da Bin!

– Da Bin.
– Da Bin.

– Da Bin!
– Bukankah dia di toilet?

Da Bin!

Aku pulang.

Aku lapar.

– Ibu. Aku pulang.
– Putriku. Kamu sudah pulang.

– Kamu belum makan malam, bukan?
– Belum.

Aromanya enak sekali.

Masakan Ibu luar biasa.

Orang akan mengira
kamu putrinya.

Apa yang salah dengan itu?

– Dia juga putriku.
– Benar.

Ini ikan teri tumis yang sama,

tapi punyamu lebih baik
daripada buatan ibuku.

Bahkan sepotong rumput laut pun

terasa paling enak di rumah ini.

Apa yang kamu bawa sebanyak ini?

Orang bodoh selalu pamer.

Kamu tidak tahu bahwa
setiap hal kecil membantu?

Jika aku menambahkannya
saat tidak ada pelanggan,

saat aku di kereta
bawah tanah atau bus,

atau saat aku menunggu
mi gelas dimasak…

Itu masih sedikit.

– Astaga.
– Kamu sangat kaku.

Jangan salahkan putriku.

Ini semua salah ibunya.

– Ibu.
– Ibu.

Kemari dan makanlah.

Tidak ada yang bisa kulakukan
untukmu kecuali memasak.

– Ya!
– Cepatlah.

Orang Korea butuh nasi.

– Boleh aku makan dahulu?
– Tunggu kami.

– Ini sup lobak.
– Duduklah.

Kelihatannya lezat.

– Terima kasih.
– Terima kasih.

Ya. Selamat menikmati.

Kelihatannya lezat.

Ini enak.

– Ibu.
– Ya?

Saat aku

mendapatkan pekerjaan,

Aku akan membelikan Ibu
pencuci piring dan kompor induksi.

Jangan. Lagi pula,
tidak ada ruang.

Baiklah. Mari
membeli rumah dahulu.

– Aku juga akan tinggal di sana.
– Tidak.

– Kenapa kamu tinggal di sana?
– Kenapa tidak?

Ibu.

– Baiklah. Mari hidup bersama.
– Lihat?

– Aku akan hidup bersamamu.
– Tidak.

Kamu harus membeli rumah besar.

Ya. Baiklah.

Ya.

“Hak asasi manusia,
keadilan, kebaikan”

Hei. Jangan cuci
bajumu di toilet.

Seharusnya kamu lebih tahu.

Aku belum pulang. Lalu
aku harus bagaimana?

Atau kamu selalu bisa
membelikan kami mesin cuci.

– Omong-omong, mereka tidak pergi?
– Ini sudah beberapa jam.

Dia datang.

Bisa bicara sebentar?

Apa yang terjadi?

Kami sudah bergerak
mengikuti panduan.

Mengikuti panduan?

Apa yang kamu lakukan
sampai kita melewatkan

saat yang penting untuk
menemukan anak hilang?

Apa kamu akan diam
saja jika ini anakmu?

Tolong tenanglah.

Kami mencari lokasi dan rekaman
kamera pengawas di sekitar area itu.

Kami melakukan yang terbaik.

Seharusnya ada kemajuan!

Tolong tenang, Pak.

Tolong terima ini.

– Apa yang kamu lakukan?
– Simpan saja ini.

Kamu tahu kamu tidak
bisa melakukan ini.

Pak Seo, apa yang kamu lakukan?

Pak Kim, aku akan
bicara dengannya lagi.

Kamu harus pulang dengan
Bu Kang dan beristirahat.

Bisa bicara sebentar?

Sayang, kamu harus pulang.

Apa katanya?

Dia mengambilnya?

Apa dia akan bertindak
setelah menerimanya?

Dia tidak akan menerimanya.

Dia akan mengerahkan lebih
banyak orang untuk mencari saksi.

Dia bilang akan menemukan sesuatu
dan memintamu menunggu lebih lama.

– Aku tidak bisa menunggu lagi.
– Pak.

– Kamu di sini.
– Hei, Ae Ri.

Selesaikan pekerjaanmu.

– Kamu tidak bekerja?
– Ini hari libur.

Ae Ri, apa itu pacarmu?

Debiturku.

Hei, kamu bisa makan ini.

Aku tidak makan makanan
yang sudah kedaluwarsa.

Kamu tidak akan mati.

Setidaknya kamu bisa
memberiku makanan sungguhan.

Hidup masih terlalu
baik untukmu, bukan?

Kamu tidak akan menemukan
kreditur yang lebih baik dariku.

Hei, pastikan kamu
hitung dengan benar.

Aku akan memberimu sedikit
lebih dari upah minimum.

Ada pelanggan. Tolong
buangkan itu untukku.

Nak, apa yang kamu cari?

Kamu punya es krim?

Es krim?

Es krim ada di lemari
pembeku tepat di luar.

Omong-omong, kamu
datang kemari sendirian?

Dia sudah pergi?

Lihat gadis kecil itu

memegang boneka
hewan yang semanis dia.

Ya, halo?

Ya, aku wali Bu Kwak Song Ja.

Ada donor jantung dengan
golongan darah yang sama

dan cocok dengannya.

Dia butuh pemeriksaan tambahan.
Bisakah dia datang ke rumah sakit?

Ya.

Geon Wook! Im Geon Wook!

Bisakah kamu menjaga toko?

Tiba-tiba?

Ibuku

akhirnya menemukan
donor jantung.

Benarkah?

Apa kamu punya cukup uang?

Apa maksudmu?

Jika uangku tidak cukup,
akan kujual organku untuk itu.

Pokoknya, aku akan
membayarmu untuk ini nanti.

Ambil saja dari utangku!

Sepertinya dia tidak tahu
hari ini ulang tahunnya.

Hadiah ulang tahun yang bagus.

“Rumah Sakit
Universitas Seomyeong”

Apa ibu cocok dengan donornya?

Bagaimana jika harapan kita
naik hanya untuk diturunkan?

Bu Kwak, kamu
sudah lama menunggu.

Ibu, setelah operasi,

kamu mau pergi ke Pulau Jeju?

Astaga, kita tidak bisa
pergi ke Pulau Jeju.

Kamu akan menghabiskan
uang yang kamu tabung

membayar biaya operasi ini.

Aku selalu bisa menghasilkan
lebih banyak uang.

Ibu harus berhenti khawatir
di hari hebat seperti ini.

Bagaimana ibu bisa berhenti…

Ibu belum sembuh dari flu?

Sudah hampir sembuh.
Jangan cemaskan ibu.

“Ruang CT”

Ada biaya operasi,
biaya rumah sakit bulanan,

dan harga obatnya.

Lalu dalam setahun…

Jika aku menambahkan
biaya hidup dan sewa…

“Nomor Autentifikasi”

“Rekening Tabungan:
30.524,80 dolar”

Kode biru.

Ibu.

Bersiaplah untuk intubasi.

Intubasi.

AED-nya datang.

Isi hingga 200 joule.

Kejut.

“Area Terlarang”

Ibu.

Ibu, tidak.

“Kami menawarkan hadiah untuk
informasi apa pun yang kamu punya.”

“Anak Hilang”

“Tolong bantu kami menemukan
Kim Da Bin yang hilang!”

“Keluarga Da Bin
berusaha keras mencarinya.”

“Anak Hilang”

“Anak Hilang”

“Kami menawarkan hadiah untuk
informasi apa pun yang Anda punya.”

“Ruang Operasi Darurat”

Dokter.

Ya, masa kritis sudah lewat.

Astaga, terima kasih.
Terima kasih, Dokter.

Dalam kondisi ini, dia tidak bisa
menjalani transplantasi jantung.

Tapi kita tidak bisa
menunda operasi donor

sampai kondisinya membaik.

Maaf, tapi orang
berikutnya di daftar tunggu

yang akan menerima jantungnya.

Ibu membuat sup rumput laut
lebih dahulu karena operasinya.

Selamat ulang tahun,
putri ibu yang cantik.

“Ulang tahun Ae Ri”

Astaga, gadis kecil ini sepertinya
menyukai sup rumput laut.

Ibu akan terus membuatkanmu
ini sampai kamu menikah.

Hei, dia tidak akan menikah.

Aku tidak akan
membiarkannya pergi.

Aku akan tinggal
bersamanya sampai aku mati.

– Makanlah.
– Baiklah.

Makanlah daging lagi.

“Putriku”

Ayah.

Sejujurnya,

aku tidak ingat lagi wajah Ayah.

Tapi…

Aku masih ingat perkataan Ayah.

Bahwa Ayah tidak akan
pernah membiarkanku menikah.

Ayah, aku tidak perlu menikah.

Jadi, bisakah Ayah
mewujudkan satu keinginan?

Ayah akan menjaga
Ibu tetap aman, bukan?

Kotak suaramu sudah direkam.

Kenapa ponselku tidak berbunyi?

Ponselku.

Di mana aku meninggalkannya?

“Anak Hilang”

Bagaimana?

Aku membagikan
selebaran untuk saat ini.

Mari menunggu
telepon dari seseorang.

Sudah hampir pukul 23.00.

– Sudah makan malam?
– Aku baik-baik saja.

Aku akan mandi.

“Anak Hilang”

“Pukul 22.32, hari
Jumat, 7 Agustus”

“Putriku”

“Anak Hilang”

“Panggilan tidak terjawab”

Panggilan Anda tidak tersambung.
Anda akan dialihkan ke pesan suara.

Panggilan Anda akan dikenai
biaya setelah nada berikut.

Halo, aku wali Bu Kwak Song Ja.

Ponselku hilang,

jadi, jika perlu meneleponku,
bisa hubungi nomor ibuku?

Begitu rupanya. Tunggu sebentar.

Lantas, aku bisa meneleponmu
di nomor Bu Kwak, bukan?

Ya.

Siapa pun yang mengambil
ponselmu benar-benar kejam.

Mereka harus mengembalikannya.

Hei, batalkan rencana
dan cari ponsel baru.

Aku baru dapat ponsel itu

dan itu nomor telepon ayahku.

Haruskah aku ikut denganmu
saat kamu bertemu ibumu?

Tidak, dia tidak
akan mengenalimu.

Kamu harus kembali
saat dia bangun.

Baiklah. Kalau
begitu, aku akan pergi.

Terima kasih.

Ayah.

Ayah tahu,

sejujurnya, saat ini,

aku agak takut.

Jam berkunjung
akan dimulai sekarang.

Kamu di sini.

Halo, Dokter.

Kondisinya sudah
jauh lebih baik.

– Dia sudah sadar.
– Benarkah?

Bu Kwak, putri Anda datang.

– Buka matamu.
– Ibu.

Ibu. Bisakah Ibu melihatku?

Sudah…

Apa? Bisakah Ibu
bicara perlahan?

Kamu sudah makan?

Ibu khawatir apa aku sudah
makan begitu Ibu bangun?

Aku makan dengan baik,
jadi, jangan cemaskan aku.

Itu akan berdampak buruk bagi
Ibu. Jangan katakan apa pun.

Kamu menemukan sesuatu?

Informasi yang kami terima
tidak ada yang berguna

dan tidak ada apa pun di
rekaman kamera pengawas.

Serta tidak ada saksi.

Kurasa dia tidak hanya
tersesat dan menghilang.

Tidak ada jejaknya.

Lalu?

Ada kemungkinan besar
dia tidak hanya hilang.

Ya, ini Kim Seo Jin.

Putrimu baik-baik saja.

Halo?

“Nomor Pribadi”

Siapa kamu?

Sambungkan putriku,
sambungkan dengan Da Bin.

Aku akan meneleponmu lagi.

Cerita selanjutnya.

Sekelompok lima orang pria yang
memancing anak di bawah umur

– Letakkan di sana.
– untuk perdagangan manusia

sudah ditangkap.

Kami akan merekam dan melacak

semua panggilan masuk kalian.

Makin baik jika kamu menahan
dia di telepon untuk waktu lama.

Jika dia meminta bantuan,
katakan kamu akan melakukannya.

Haruskah kami

terus menunggu seperti ini?

Kami tahu perasaanmu,
tapi ini baru permulaan.

Kamu harus bersiap.

– Bersulang.
– Hari ini 8 Agustus 2020.

Inilah MBC News.

Topan…

Kita bahkan tidak bisa merayakan
ulang tahunmu dengan benar.

Aku seharusnya membeli kue.

Hei, kita harus bekerja
tiga jam untuk membeli kue.

Jangan sia-siakan uang itu.

Astaga, kamu pelit sekali.

Aku tahu kamu yang
terkaya di antara kita.

Tunggu. Kamu akan segera
mendapatkan jackpot, bukan?

Benar, bukan?

Benarkah? Kenapa?

– Bukan seperti itu.
– Jangan bohong.

Aku mengenalmu sejak kecil, kamu
tampak paling bahagia sekarang.

Dasar…

Tidak ada yang pasti.

Seseorang kenalan menyuruhku
berinvestasi pada sesuatu.

Investasi macam apa?

Kamu juga meminjam uang, bukan?

Dari siapa?

Apa yang kamu investasikan?

Jika aku menghasilkan uang,
akan segera kukembalikan uangmu.

Aku tidak pernah mendesakmu
untuk mengembalikan uangku.

Aku hanya khawatir.

Terserah. Belikan dia ponsel
saat kamu menghasilkan uang.

Kamu belum menemukannya?

“Panggilan Tidak
Terjawab, Putriku”

– Aku ditelepon.
– Dari siapa?

– Si Berengsek itu?
– Ya.

Hubungi kembali nomornya.

“Putriku”

Halo?

Akhirnya.

Kamu mengambil ponselku,
bukan? Tolong kembalikan.

Siapa ini?

Aku pemilik ponsel yang
kamu pakai sekarang.

– Kamu salah sambung.
– Pada sore hari tanggal 9 Agustus,

– itu akan mendekati Korea.
– Bu.

– Bisa turunkan volumenya?
– Angin topan ini akan kencang.

Halo?

Aku menelepon nomor
yang tepat. Itu ponselku.

Kubilang, kamu salah sambung.

Jika mengambil ponselku,
kamu harus mengembalikannya!

Halo? Halo…

Apa katanya? Dia akan
mengembalikannya?

Dia berpura-pura bodoh.

Aku tidak percaya ini.

– Kamu menelepon nomor yang salah!
– Pak Kim Seo Jin.

Halo? Da Bin…

Dia bersamamu, bukan?

Kamu ingin bertemu dengannya?

Biarkan aku bicara dengannya.

Aku ingin mendengar

suaranya.

Kumohon! Kumohon kepadamu.

Biarkan aku bicara dengannya!

Aku akan memberimu semua
uang yang kamu inginkan.

Tolong pulangkan
dia dengan selamat.

– Kumohon.
– Kumohon!

Dia akan pulang besok.

Kumohon…

Tolong biarkan aku
bicara dengannya

Kamu sudah melacaknya?

Jika dia bicara lebih banyak,
kita akan bisa menemukannya.

Kita dapat
kemungkinan lokasinya.

Di mana? Di mana bajingan itu?

Tolong tunggu panggilan lagi.

Dia pasti akan
kembali menelepon.

Dari sini sampai sini. Cari
semua mantan narapidana

di radius 20 km ini.

Carikan aku daftar
orang yang punya catatan

penculikan atau
pelecehan seksual.

– Baik, Pak.
– Detektif Lee.

Serahkan rekaman suara

– ke Tim Analisis.
– Baik, Pak.

Da Bin…

Dia tidak menyebutkan soal uang.

Mungkin bukan
itu yang dia incar.

Carikan daftar nama yang
terkait dengan Pak Kim Seo Jin.

Baik, Pak.

Aku sudah memberitahumu
semuanya pada hari kejadian,

jadi, kenapa kamu
menyuruhku kemari lagi?

Kudengar kamu tidak
bekerja belakangan ini.

Setelah apa yang terjadi,
menurutmu aku bisa?

Setiap kali melihat gadis
seusianya, hatiku terasa sakit.

Dia sangat menyukaiku.

Terkadang, bahkan lebih
daripada ibunya sendiri.

Tapi bukankah
kamu harus bekerja?

Kamu punya banyak utang.

Apa?

Apa?

Kamu menganggapku apa?

Kamu mencurigaiku?

Sama sekali tidak.
Jangan berlebihan.

Bukan begitu.

Apa kamu pernah bertengkar

dengan Pak Kim dan istrinya?

Aku tidak akan lama
bekerja di sana jika seperti itu.

Aku hanya bersimpati
dengan Da Bin

karena orang tuanya
sangat sibuk dan sukses.

Pak Lee Taek Gyu?

Siapa kamu?

Kamu asisten pribadi
Pak Kim Seo Jin, bukan?

Aku punya beberapa pertanyaan
terkait menghilangnya Da Bin.

Pak Lee?

Ada apa?

Aku Seo Do Kyun.

“Seo Do Kyun,
Konstruksi Yoojoong”

Jika Pak Kim adalah
supervisor langsungmu,

kamu pasti tahu
sedikit tentangnya.

Aku mungkin tidak tahu banyak
soal kehidupan pribadinya,

tapi aku bisa memberimu
informasi terkait pekerjaannya.

Aku akan berterus terang.

Apa ada orang yang
dendam kepadanya?

Dia pria yang sangat kompeten.

Aku tidak mengatakan
ini hanya karena dia bosku,

tapi karena dia
direktur termuda.

Dia pintar dan rajin.

Kalau begitu, banyak orang
di sekitarnya pasti iri padanya.

Benar, bukan?

Kecemburuan semacam itu
sudah biasa di dalam organisasi.

Berhubungan baik
dengan semua orang

hanya ada dalam dongeng, bukan?

Jadi, itu bukan hal serius?

Ya.

Sepengetahuanku, tidak ada orang

yang membencinya sebesar itu

sampai nekat
melakukan hal seburuk itu.

– Terima kasih untuk hari ini.
– Sampai jumpa.

Pasti berat bagimu.

Mereka bilang
atasan yang terburuk

adalah mereka
yang pintar dan rajin.

Aku akan meneleponmu
jika ada pertanyaan lagi.

“Pesan”

Jika kamu merasa kesulitan,
datanglah kunjungi kami

di Gereja Langit
Kebahagiaan Baru.

Kurasa aku pernah melihat gadis
yang mirip. Berapa hadiahnya?

“Aku masih harus
membayar cicilan bulanan…”

Aku masih harus
membayar cicilan bulanan,

jadi, jika kamu punya
sedikit hati nurani,

tolong kembalikan selagi
aku masih bersikap baik.

Jika tidak, akan kutelepon
polisi! Sebaiknya kamu bersiap!

“Anak Hilang”

Aku tertipu.

Itu hanya telepon iseng.

Dia pasti orang gila

– yang bercanda…
– Sayang.

Ini belum tengah malam.

Kita masih punya harapan.

Da Bin… Da Bin!

– Tangkap dia!
– Kemarilah!

Berengsek!

Tangkap dia! Lari!

Hei, siapkan mobilnya!

Kita harus melacak sebuah motor.

“Kepada Kim Seo Jin”

“Putriku”

Dia tidak bisa dihubungi seharian
dan dia harus memilih pukul ini.

“Anak Hilang”

Kenapa tiba-tiba ada
selebaran anak hilang?

Nama, Kim Da Bin.

“Anak Hilang”

Anak ini tampak tidak asing.

Beruang teddy. Benar.

Itu benar-benar dia.

“Kepada Kim Seo Jin”

Pertama, mari buka kotaknya.

“Seohwi-ro 18-gil,
27, Le Cid Vincent”

Tidak.

Bukan. Itu bukan milik
Da Bin. Itu bukan…

Aku yakin dia baik-baik saja.

Detektif Kang.

– Detektif Kang!
– Baik, Pak.

– Bawakan es.
– Baiklah.

Kuminta kamu mengembalikan
ponselku, tapi kenapa mengirim foto aneh?

Omong-omong, aku pernah
melihat gadis bernama Da Bin ini.

“Putriku”

Pak.

Kita mendapat hasil
DNA dari tim forensik.

– Bisa mencetak foto dari ponsel?
– Tentu saja.

– Bisa tolong cetak ini?
– Baiklah.

Aku kembali.

Tidak perlu terburu-buru.
Belum ada pelanggan.

– Bos.
– Ya?

Boleh kutaruh ini di depan?

Kamu mengenalnya?

Semacam itu. Itu
terus menggangguku.

Astaga, kamu sangat gapil.

Letakkan di depan.

Terima kasih. Aku
mencintaimu, Bos.

Ya, aku juga mencintaimu.

Kami baru saja menerima

hasil tes dari forensik.

“Hasil Tes DNA”

Berdasarkan tesnya,

bagian tubuh yang
kamu terima kemarin

dan DNA Kim Da Bin

cocok.

Selain itu,

ada yang disebut biopsi.

Kami memeriksa

luka di jarinya muncul

sebelum atau
sesudah dia meninggal.

Tidak ada reaksi vital.

Itu artinya

Da Bin kemungkinan sudah tewas.

Detektif Kang. Bisa
bicara di telepon?

Telepon ini untukmu.

“Anak Hilang”

Apa yang kamu lakukan?

– Apa?
– Apa yang kamu lakukan?

Saat itu,

kamu berada di samping Da Bin.

Apa yang kamu lakukan
saat Da Bin menghilang?

Kamu berada di samping
Da Bin pada hari itu.

Apa maksudmu?

Resital bodoh…

Seharusnya aku
berada di sampingnya.

Kubilang aku tidak mau
melakukan resital itu.

– Ini semua…
– Kamu menyalahkanku?

Tidak ada yang penting bagimu
kecuali kesuksesan perusahaanmu.

Kamu selalu
memikirkan diri sendiri.

Da Bin…

Aku merindukan Da Bin.

Karena kamu,

aku kehilangan Da Bin.

Katakan lagi.

Katakan lagi!

Pak, aku tidak
bisa berkata-kata.

Anda sudah merasa
lebih baik, Bu?

Kita terlambat bekerja, bukan?

Aku akan segera
mampir ke kantor.

Tidak apa-apa. Anda
bisa melihatnya nanti.

Tidak. Aku akan bekerja
dan memeriksa ini.

Tapi…

Pak.

Bagaimana kalau Anda
cuti dan beristirahat?

Aku akan mengurusnya.

Kembalilah bekerja.

Baik, Pak.

Bu Kang, aku akan
memeriksa tekanan darahmu.

Bu Kang.

– Halo?
– Pak Kim.

Istrimu menghilang.

Kamu bisa menghubunginya?

Apa maksudmu?

Aku akan meneleponnya.

“Anda punya kotak suara baru”

Pesan suara pertama.

Maaf karena aku membentakmu.

Ini bukan salahmu.

Masalahnya aku.

Kurasa aku tidak
bisa terus hidup

tanpa Da Bin.

Da Bin…

Aku merasa bersalah
karena bernapas.

Aku tidak tahan lagi.

Maafkan aku,

Sayang.

Mendekat dari luar. Baiklah.

Ya, Pak.

Lokasi terakhir ponselnya
adalah Jembatan Dongjak.

Polisi dan pemadam kebakaran
sedang mencari, tapi nihil.

Bu Kang terlihat di
CCTV menuju area selatan

di Jembatan Dongjak.

Aku yakin dia
melompat dari sini.

Arusnya sangat kuat. Dia
mungkin sudah di Gimpo sekarang.

Anak buahku ada di dekat hilir,
jadi, mari kita cari semalaman.

Baik, Pak. Kami juga akan
pindah. Begitu rupanya. Baik, Pak.

Pak Kim! Berhenti di sana!

Hentikan dia!

– Pak.
– Pak Kim!

Lepaskan aku!
Kubilang, lepaskan!

Pak Kim! Sadarlah!

Apa kamu mencoba bunuh diri?
Kamu bisa mati bersama mereka!

Tidak ada yang mati.

Istri dan putriku belum mati.

Dia tidak akan
pernah melakukan itu.

Sayang…

Kuminta kamu mengembalikan
ponselku, tapi kenapa mengirim foto aneh?

Omong-omong, aku pernah
melihat gadis bernama Da Bin ini.

Setelah konstruksi
selama enam tahun,

Deokpung-daero, Rute
Laut Impian, akhirnya buka.

Konstruksi dimulai
pada tahun 2014.

Ini rute terpendek.

Panjangnya 18 km di atas air.

– Halo?
– Kita harus bertemu.

Ayo bertemu dan bicara.

Kamu akan
mengembalikan ponselku?

Jika kamu melihat Da Bin, aku
bersedia membelikan 100 ponsel.

Tapi jika kamu berbohong,
aku tidak akan membiarkanmu.

Banyak yang ingin
kukatakan juga.

Mari bertemu besok.

Subtitle bY VIU
Ripped & Resynced == ANANG KASWANDI ==

Follow My IG
@Anang2196_sub_indo

“Kairos”

Aku menunggu di
sana selama tiga jam.

Bagaimana kamu bisa
berbohong soal anak hilang?

Kamu yang seharusnya
berhenti berbohong!

Kami menemukan pria
yang mengantar paket itu.

Apa yang kamu lakukan padanya?

Saat ini bulan Agustus untukmu?

Tanggal 13 Agustus
2020, hari Kamis!

Di sini bulan September.

Dasar gila!

– Kamu melihat ibuku?
– Bu Kwak Song Ja sudah keluar.

Kamu sungguh dari masa depan?

Tolong selamatkan
istri dan putriku.

Tolong selamatkan ibuku!

Sudah berganti. Aku bisa
menyelamatkan mereka.

 

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.