Home / Indonesia Subtitle / Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle, Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea, Lonely Enough to Love Epi 01  Indonesia Subtitle nonton dramaqu, Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea nonton dramaqu. Download drama Korea, China, Taiwan, Jepang, variety show dan film subtitle Indonesia.

Lonely Enough to Love Episode 01 Drama Korea Indonesia Subtitle

File: Lonely Enough to Love episode 1

Romansa?

Aku mencobanya,
tapi itu bukan apa-apa.

Setelah putus, kau bertanya-tanya

apa yang sudah kulakukan sampai sekarang?
Kau merasa kosong dan pahit.

Ya, aku tidak suka perasaan semacam itu.

Saat berkencan, kalian saling menindas
dan membuat lelah.

Bahkan sulit untuk mempedulikan diriku sendiri,
jadi mempedulikan orang lain agak membebani.

Seiring waktu berjalan, sendirian adalah
hal paling nyaman di dunia.

Saat berkencan, kau harus mengambil hati mereka.
Pada hari jadi, ada begitu banyak yang harus dilakukan juga.

Sejujurnya, aku bahkan tidak
punya uang simpanan.

Bukan seperti bisa makan tteokbokki di jalan
dan menonton film sesekali.

Terkadang pergi ke tempat yang bagus
dan makan makanan enak,

memberi dan menerima hadiah mahal, mengambil foto dan mengunggahnya ke media sosial, saling menunjukkan barang, hal-hal seperti itu sudah diduga.

Memperbarui profilku setiap kali aku
bertemu orang baru itu melelahkan.

Aku juga sudah melewati usia memercayai hal-hal seperti
“belahan jiwa” dan “cinta pada pandangan pertama.”

Dari waktu ke waktu, saat aku kesepian, bagaimanapun juga
kurasa akan menyenangkan ada seseorang di sampingku,

tapi saat benar-benar menjalani hubungan, akhirnya
kau banyak menggunakan emosi-emosi yang tak berguna.

Pada akhirnya, yang terpenting
di dunia adalah aku.

Mulai sekarang, jika aku punya waktu aku
akan lebih berfokus pada CV dan karirku.

Zaman sekarang, kurasa bisa berkencan sebanyak mungkin adalah keterampilan.

Aku akan melewatkan kencan, dan jika aku bertemu pendamping yang cocok dengan syaratku, aku akan menikahinya.

Ya, aku tidak perlu untuk benar-benar menikah, jadi aku akan memutuskan saat waktunya tiba.

Sejujurnya, apa bagusnya romansa?

Mengapa orang-orang berkencan saat itu mengganggu?

Mengapa kata “menjengkelkan” ini

kedengarannya imut bagiku?

Ya, sebanyak itu mengganggu, sejujurnya, itu artinya mereka sangat mempedulikannya.

Lalu, saat bertemu dengan cinta sejatimu,

kau bisa jatuh cinta kapan saja. Kedengarannya seperti itu untukku.

Benar, kita katakan saja itu maksudnya.

Jangan menggangguku dan terus mengatakan aku harus berkencan… Tapi ini benar-benar menyebalkan!

Mengapa romansa adalah masalah besar saat aku bahkan mencari waktu makan berdasarkan lini waktu saja sudah melelahkan?

Kau tanya mengapa romansa adalah masalah besar?!

Meskipun kau berpura-pura tidak begitu,

semua orang ingin mendengar jantung mereka berdebar

karena cinta.

Deg, deg.

Deg, deg.

Apakah sama menyenangkannya dengan menerima deposito tak terduga di akun bank karena beruntung?

Seolah tulisanku dipublikasikan sebagai buku?

Ngomong-ngomong, di sana ada yang sangat panas.

Ada apa dengan bibirmu?

Maksimalnya ia akan bertahan selama tiga bulan.

Hei. Bolehkah aku mencoba menyentuh jantungmu? Berdebar, kan?

Mengapa? Jantungku berdebar di sini untuk memperpanjang hidupku.

Urusi saja urusanmu.

Alih bahasa dipersembahkan oleh Little General @Viki.com

Kopi selalu datang di saat penting. Tunggu.

♪ Malam seperti malam ini,
bersama denganmu ♪

[Romansa menyebalkan tapi aku tidak suka kesepian.] [Episode 1: Siapa kau yang membuatku merasa hangat?] [Psikiater Spesialis – Cha Kangwoo]

Kecanduan media sosial? Apa salahnya?

Dibandingkan menerima cinta dari seseorang, lebih baik untuk menerima banyak cinta dari orang-orang melalui ‘suka.’

Ibuku bilang jangan hanya hidup tergantung pada ponselku dan keluar juga menemui orang-orang dan sedikit berkencan,

tapi di sini juga ada banyak orang.

Kan? Kita tahu berapa banyak orang-orang keren di sini,

dan semuanya yang kita inginkan ada di sini.

Kan aku bilang.

Benar, apakah kita tidak saling mengikuti?

Tapi aku tidak mengikuti ahjussi.

Begitukah? Kalau begitu, tekan beberapa ‘suka’ di sini.

Aku hanya menyukai

foto-foto perempuan.

– Kau hanya harus menekan jarimu sekali saja.
– Meskipun begitu…

Jadi, begitu.

Tampaknya membuang 1 detik untukmu mengangkat jarimu untukku.

Kupikir kita terhubung dengan baik, tapi aku pasti sudah salah paham.

Rasanya seperti aku memerlukan ‘suka’ untuk meningkatkan suasana hatiku.

Jika orang yang kukenal tidak menekan ‘suka,’

itu membuatku mempedulikannya sepanjang hari dan aku merasa buruk.

Aduh! Orang-orang pasti tidak tertarik pada orang sepertiku!

Ahjussi,

kau aneh.

Kau seperti pecundang.

Hanya aku?

Kalau begitu aku…?

[Teknik cermin]

Jika kau tidak mengatakan (yang sebenarnya) pada orang lain, maka mereka tidak akan pernah tahu.

Ada begitu banyak orang yang tidak bisa memahami sesuatu meskipun jika kau mengatakannya secara spesifik.

“Sekarang, lihat. Begini rupamu sekarang!”

Menaruh cermin di depan mereka dan membuat mereka memahami diri mereka sendiri.

Ini teknik psikoterapi yang membuat mereka mengamatinya sendiri dan membuat mereka bisa melihat diri mereka sendiri secara objektif.

Teknik apakah ini?

Teknik cermin?

– Yang keras!
– Teknik cermin!

Kalau begitu, keluarkan cermin tangan kalian, dan jika tidak punya bisa keluarkan ponsel kalian,

dan kita lihat wajah kita, ya?

– Oh, aku kaget.
– Apa? Ini curang untuk lebih tampan dariku!

Aku?

Wah, di sini juga.

Apakah adil untuk cantik sepertimu atau tidak?

Apakah karena dosen hari ini begitu tampan? Kalian hanya mengumpulkan orang-orang yang cantik dan seksi.

Melihat dirimu sendiri cantik adalah sinyal dari memiliki kesehatan mental yang bagus.

Meksipun sedikit melelahkan untuk melihat seseorang di dekatmu berpura-pura dia tampan, ayo biarkan saja.

Itu lebih baik dibandingkan merengek dan murung seperti orang yang menerima tanggal eksekusinya.

Bahkan pada hari saat sosok kalian di cermin tampak agak buruk,

sambil memuji diri sendiri katakanlah, “Aku cantik, aku cantik,”

dan berikan tepukan yang lembut dan nyaman.

Meksipun tidak ada hal spesial, selama tidak terjadi hal buruk, pikirkan sebanyak kesuksesan!

Semuanya, jangan hanya menjaga tubuh kalian.

Sambil berharap kalian menjaga hati kalian juga, akan kuakhiri kuliah hari ini.

[Ketua Tim Jo – Desa Koreksi Bacaan & Literatur]

Ya, Ketua Tim. Aku baru saja akan menyelesaikannya dan segera mengirimkannya padamu.

Kali ini, bisakah kau tidak datang dan mengantarkannya langsung? Ada sesuatu yang harus kuberikan padamu juga.

Tentu! Jika kau merindukanku, maka, tentu saja, aku harus datang mengantarkannya padamu.

Iya!

Wah, ini banjir darah.

Semakin baru orangnya, semakin keren dia mencoba. Subjek dan kata kerjanya berkeliaran seperti ini dan hilang.

Protagonisnya adalah arkeolog tapi terlalu banyak menggunakan bahasa gaul dan singkatan yang digunakan anak-anak zaman sekarang.

Aku mengeluarkannya dan merevisinya secara terpisah, jika saja ia cocok dengan arah penyuntingan yang kau bayangkan.

Hei! Kau benar-benar memperhatikan yang kukatakan.

Kurasa kau akan tahu jika itu sedikit jelas, jadi aku tidak sengaja membersihkannya…

Bahkan caramu bicara adalah gayaku?

Akan menyenangkan jika perusahaan bisa merilis novelmu juga.

– Kau sudah membacanya?
– Tentu!

Meskipun kau bilang kau menulisnya sebagai tes,

ini, ini bukan kemampuan biasa.

Kau bilang itu dari sejak kau di koran?

Tidak, saat itu aku tidak bisa menulis banyak.

Aku mencoba yang terbaik sejak kontrakku diakhiri enam bulan yang lalu.

Begitukah?

Begini, perusahaan agak sedikit konservatif, terutama pada orang baru.

Tapi, aku akan membahasnya saat rapat dan mencoba meyakinkan atasanku.

Itu kehormatan bagiku untuk menerima evaluasi!

Aku akan memberimu kabar baik, ya?

Ah, iya. Ini.

[Kamus cinta untuk yang bahkan memahami saja tidak ada gunanya]

Tolong lakukan pengoreksian ini juga.

Aku sudah melihat yang ini.

Sebentar.

Ini hadiah.
[Laki-laki itu Datang]

Akhirnya keluar?

[Korektor: Lee Naeun] [Laki-laki itu Datang]

Ini akan memerlukan waktu dua kali lipat karena ada banyak kata-kata baru.

Aku bahkan tidak bisa meminta uang lagi.

Tapi, kapan tenggat waktunya?

Akan kuserahkan pekerjaan ini untuk kau kerjakan dengan baik.

Tapi, kapan kau akan membahas novel Naeun dalam rapat?

Apa yang kau bicarakan? Mengapa aku membahas tulisan seperti itu?

Bukankah kau bilang kau menyukainya?

Di mana aku punya waktu untuk membaca hal seperti itu?

Dia bukan orang yang memenangkan penghargaan atau akan debut secara formal. Dia masih sangat baru tanpa koneksi apapun.

Selain itu, itu bahkan bukan esai tapi novel untuk dibahas?

Dia pasti salah paham dia bisa menulis sendiri setelah memperbaiki milik orang lain. Aku tidak tahu apakah ini angkuh atau tidak dewasa.

Karena orang-orang di sekitarnya bilang itu menyenangkan,

dia pasti sedikit bersemangat. Aku pergi.

– Naeun.
– Aku ingin memintamu

untuk menyampaikan terima kasihku pada Penulis Yoon karena bekerja denganku.

– Ketua Tim.
– Ya?
– Terima kasih telah memperlakukanku dengan baik selama ini, tapi

tampaknya hanya sampai pada rasa terima kasihku.

Naeun, ini salah paham.

Jika tulisanku buruk, aku akan mendengarkan kritikmu.

Aku pasti akan ditolak jika harus.

Jadi apakah kau membuatku menyerah akan menulis novel sepenuhnya,

atau membuatku menghadapi kesulitan itu dan bertekad,

bukankah itu tugasmu?

Tidak seharusnya kau berpura-pura membacanya, berpura-pura menyemangatiku, berbohong dan berakting!

Lebih baik aku menjadi menyedihkan.

Kau menjadikanku bahan tertawaan.

Bukankah kau keterlaluan, Naeun? Pasti aku sudah salah menilai orang.

Semoga kau beruntung dalam menemukan tulisan yang bagus.

Ah, tentu, kau tidak perlu membaca tulisanku.

[Kamus Cinta yang Bahkan Pemahamahan Saja Tak Berguna.]

Karena aku tidak akan bekerja di sini lagi.

Bukan aku ingin menjadi penulis novel sejak awal.

Kukira hal seperti itu adalah sesuatu yang spesial

yang hanya bisa diraih oleh orang-orang yang dilahirkan dengan bakat.

Dan kemudian aku menjadi berambisi.

Sambil mengoreksi tulisan orang lain, aku bermimpi ingin menulis tulisanku sendiri.

Kupikir itu tidak masalah untuk sedikit serakah dengan impianku.

Aku tidak tahu bahkan dengan menunjukan impianku ini pada dunia

akan membuatku tampak konyol.

Haruskah aku bertahan sedikit lagi?

Tapi agak sedikit canggung juga untuk mengatakan aku hanya akan mengerjakan naskah Penulis Yoon.

Tidak, aku akan sepenuhnya menjadi orang bodoh jika aku mentolerirnya.

Aku akan mati kelaparan, kan?

Aku sudah menerimanya dengan baik, hadiah ulang tahun 100,000 won (Rp 1,2 juta) itu.

Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa membeli sesuatu dengan itu.

Lain kali, akan kukirimkan lebih banyak.

Kupikir kau pasti menghasilkan lumayan banyak karena kau sibuk sampai tidak bisa pulang ke rumah, tapi pasti bukan itu juga.

Ibu, kita bicara nanti.

Kapanpun aku mencoba mengatakan sesuatu, selalu begini.

Di hari seperti ini, kau harus merawatku seperti anak perempuan lain.

“Ibu, selamat. Aku menyayangimu.” Tidak bisakah kau begini?

– Jika kau tidak punya uang–
– Aku akan meneleponmu nanti.

Seorang anak perempuan…

Siapa?

Konsep apa ini?

Kau ingin menemui pacarmu tapi juga pergi ke pusat kebugaran, semacam itu?

Ini milikmu.

Oh, ini berat?

Mungkinkah ini yang kupikirkan?

Kali ini ada beberapa.

Untuk sementara, ini akan mendebarkan.

Tapi aku tidak tahu apakah aku bisa menyerahkan hal seperti ini padamu.

Ingatlah satu hal saat kau tidak tahu. Semakin banyak semakin heboh.

– Pacarku menunggu.
– Kau tidak boleh membuat perempuan menunggu.

Cepat pergi. Aku akan punya saat yang baik berkat dirimu.

Wah, hebat!

Selama mereka diperbaiki ide-ide kecilnya menjadi jelas dan memudar.

Kuharap semakin banyak hal

yang menjadi baik-baik saja setelah aku memperbaikinya.

karena, tidak peduli berapa banyak aku mencobanya, dunia tidak akan membaik,

dan beberapa hal tidak pernah bisa terbalik.

Suara bising apa ini?

Apa yang terjadi? Dinding rumahnya retak.

Ya ampun! Dindingnya pasti retak juga! Dinding rumahku juga retak!

– Berbahaya di sini, jadi keluar sekarang juga.
– Sekarang?

Cepat! Aku akan melihat di lantai dua, jadi

pertama-tama, aku akan melaporkannya pada polisi dan nanti ke kantor daerah.

Kurasa akan memerlukan waktu untuk menyelesaikan ini,

jadi aku akan meneleponmu. Sampai saat itu, pergilah.

Ke mana?

– Aku tidak bohong.
– Apa itu masuk akal?

Aku tahu ini tidak masuk akal juga,

tapi hal konyol terjadi padaku. Mengapa, dari semua orang, harus aku?

Jadi, dengan kesempatan ini, cari tempat lain. Tempat yang bagus dengan cahaya matahari yang bagus.

Dengan setoran 3 juta won (Rp 37,5 juta) dan sewa bulanan 400 ribu won (Rp 5 juta), aku tidak pernah bisa mendapatkan tempat seperti itu.

Orang kaya sepertimu tidak akan pernah tahu itu.

Aku tidak bisa keluar dari basemen dengan uang sebanyak itu.

Karena sekarang aku di bandara,

aku akan segera menemuimu di kafe Ahreum.

Buka matamu lebar-lebar. Jangan pergi ke jalan yang salah lagi.

Ayo lakukan itu. Aku tutup ya.

Sunbaenim. Ayo pergi bersama.

Sunbaenim?

Aku benar-benar gugup, kupikir aku mau mati.

Meskipun ini penerbangan pertamamu,

apa yang akan kau lakukan dengan pergi ke kamar kecil dan tidak keluar?

– Sejujurnya, aku muntah, Sunbae.
– Kau keluar dengan wajah pucat,

jadi apa kau pikir ada orang-orang yang tidak tahu kau muntah?

Apa yang bisa kulakukan dengan tiba-tiba gugup?

Karenamu, kami semua benar-benar gugup.

Maafkan aku.

– Kau melakukannya dengan baik.
– Ya?

Kubilang kau melakukannya dengan baik. Pada akhirnya para penumpang tenang.

Meskipun begitu, kau punya kemampuan untuk menenangkan perasaan anak-anak.

Tidak, anak-anak menangis jadi pada awalnya aku tidak tahu apa yang harus dilakukan,

dan aku dibanjiri dengan keringat, dan pikiran untuk memeluknya langsung datang begitu saja.

Selanjutnya, jangan pernah memeluk anak kecil.

– Penumpang mungkin saja punya sikap yang berbeda.
– Baik.

– Kali ini kau beruntung.
– Iya.

Berhentilah mengikutiku.

– Sampai jumpa lagi di penerbangan selanjutnya.
– Baik.

Sunbaenim, aku…

aku akan terus mengikuti jejakmu.

Ini adalah pengumuman perubahan gerbang…

Oppa.

Kita hentikan saja.

Maaf.

Aku salah.

Sungguh maafkan aku.

Maafkan aku sekali lagi saja.

Aku benar-benar melakukan hal yang pantas untuk mati. Selamatkan aku sekali ini saja.

Aku sudah menunggu waktu

untukmu berubah.

Tapi sekarang aku lelah.

Kita benar-benar hentikan sekarang.

Kau masih tidak mengenalku?

Dari pagi, orang-orang memang menjalani hidup yang melelahkan.

– Jika kujelaskan sebanyak ini, seharusnya kau mengerti.
– Jadi, mengapa kalian berkencan?

– Mengapa kau terus memprovokasiku?
– Sudah cukup sulit sebagaimana adanya.

Seolah itu masalah hidup atau mati.

Karena kau tidak mengerti yang kukatakan, itu membuatku gila.

Mengapa terserah padamu saat kita putus?

Untuk keuntungan siapa?

Kau gila?

Kau mau mati di tanganku?

Mengapa kau begini lagi? Menakutkan.

Kubilang maaf.

Kubilang aku tidak akan melakukannya lagi.

Kau tidak percaya?

Yang benar saja! Apa kau gila jadi kau mau mati?

– Kau tidak dengar kata-kataku?!
– Kau akan memukulku lagi?

Kau pikir aku tidak akan bisa memukulmu?!

Jangan lakukan itu.

Ah, kepalaku. Apa ini?

Bagaimana ini? Kau tidak apa-apa?

Aku tidak baik-baik saja. Apa sampai sakit begini?

Seharusnya sakit!

[Vitamin berkilau]

Kalau begitu kau, orang yang menyalakan api di kepalaku.

Apakah kau memang sampah atau kau gila sementara? Atau kau sampah yang sudah gila?!

Bagaimana bisa kau memukul pacarmu?!

Kau bahkan tidak tahu…

Pak, sakit sekali, kan?

Hei. Kami tidak seperti yang kau pikirkan.

Untuk mengatakannya dalam satu kata, psiko-

Psiko? Wah!

Bagaimana bisa kau bahkan tidak ragu untuk menyebut dirimu sendiri psiko dengan mulutmu sendiri?

Cepat minta maaf pada pacarmu! Tidak bisa?!

Tunggu. Tenang dulu. Dengarkan baik-baik yang akan kukatakan.

Kau banyak bicara, keparat.

Siapa pacarmu yang beruntung itu?

Bagus?

Tidak sebanyak aku benci melihatmu pergi.

Sekarang?

Sekarang tidak bisa.

Salahmu karena tampak begitu seksi.

[Klinik Kesehatan Mental Jomdareun]

Baiklah. Bagus punya keberanian dan rasa keadilan.

Tapi, mengapa dia tidak mendengarkan yang kukatakan sampai akhir?

Jika dia tidak mengendalikan sifat itu dan terus seperti itu, pada akhirnya dia akan membunuh orang.

Apakah ini luka kehormatan atau bukan apa-apa.

Apa dia tidak mengerti itu psikodrama?

Ini bahkan bukan reka ulang. Dia benar-benar memukulmu.

Apa dia punya masalah manajemen kemarahan, atau semacamnya?

Bukan dia.

Lalu?

Ada seseorang, pahlawan yang tiba-tiba muncul.

Langsung saja kudatangi psiko itu dan memukul kepalanya dari belakang!

Dengan kakiku, aku tendang tulang keringnya dengan seluruh kekuatanku dan membuatnya berlutut.

Ah, yang benar saja.

Lalu, apa yang dikatakan perempuan itu? Apakah dia sangat berterima kasih sampai air matanya terus mengalir?

Air mata?

Tolong lepaskan tanganku.

Kubilang aku harus pergi padanya.

Mengapa kau ke sana, setelah dipukul seperti itu?

Apa aku memintamu untuk menolongku?

Kau bahkan tidak tahu, dan kau ikut campur tanpa diperlukan.

Mengapa kau tidak mendengarkan yang dikatakan orang lain?

Sudah kubilang tadi, kami–

[Perusahaan Penerbitan Jeonjik – Ketua Tim Jo]

Ya, Ketua Tim. Aku akan mencoba menyelesaikannya dalam dua minggu.

Oh, jangan–

Iya, bukan, bukan begitu!

Mungkinkah itu Sindrom Stockholm?

Membentuk ikatan emosional dengan laki-laki yang memukulnya.

Laki-laki itu tidak mengejarmu?

Di saat seperti itu harusnya kau laporkan saja pada polisi.

Bagaimana jika sesuatu terjadi pada perempuan itu sebelum polisi sampai ke sana?

Hei, kau bisa terus melihatnya saja dan jika memang terjadi sesuatu maka kau bisa maju.

Dia memukulnya, psiko itu memukul pacarnya sendiri.

Bagaimanapun juga, kau harus melaporkannya pada polisi.

Rasa keadilanmu terlalu berlebihan. Itu masalah.

Semua anakku berkumpul di sini!

Oh, Eonni!

Seharusnya aku keluar lebih awal dan minum kopi sendirian, tapi sekarang aku melihat kalian semua di waktu yang sama sebagai satu set.

Kau bilang kau ada wawancara hari ini?

Kantor penulisnya di dekat sini.

Naeun, aku ingin segera mewawancaraimu juga.

kau akan segera menerbitkannya dan punya kantormu sendiri, kan?

Kantor apa? Aku bahkan tidak punya rumah.

– Mengapa?
– Rumahnya sudah mau runtuh.

Dindingnya retak.

Itu konyol.

Kan.

Datanglah ke rumahku.

Oh, kau akan mengusir David dari rumah?

Jika begitu, dada David yang mempesona dan lengannya di bantalmu,

dan bibirnya yang lembap akan kelap-kelip di depan matamu.

Tidak bisa, Naeun.

Benar! Rumah Hyeonjin.

Kudengar kau akan berlibur dengan pacarmu setelah penerbangan selanjutnya, menghabiskan semua cutimu tahun ini.

Kalau begitu, bukankah rumahku kosong selama beberapa hari?

Kau akan pergi setelah kau datang?

Itu karena kami akan berlibur.

Tapi, rumahku?

Itu ekspresi yang tidak masuk akal… tapi pada akhirnya, kau akan melakukan.

Apa ada sesuatu yang tidak kau berikan pada Naeun saat dia memintanya sampai sekarang?

Itu karena dia selalu berada dalam keadaan yang malang, bahkan dari wajahnya.

Juga, rasanya Naeun tidak akan menyukai rumahku.

Tidak suka. Tidak suka, tapi

aku tidak punya pilihan lain sekarang.

– Aku bisa memberimu 10,000 won (Rp125,000) per harinya.
– 10,000 won?

Terlalu kecil? Mereka bilang, orang kaya seringnya lebih pelit.

Baiklah, 13,000 won (Rp162,000). Aku tidak bisa lebih dari itu.

Tidak masalah. Jangan mengotori tempatnya.

Lihat ini, lihat ini!

Hyeonjin, kau tidak apa-apa? Orang yang rapi sepertimu?

Kakimu tidak bau, kan?

Apa? Apa aku tampak seperti itu?

Iya.

Hei. Kau harus tahu betapa sakralnya kakiku.

Aku selalu mencuci kakiku dengan baik setidaknya sebelum tidur.

Tidak ada makanan, dan tidak ada alkohol juga.

Terutama jangan ada makgeolli.

Apa salahnya makgeolli?

“Sunbaenim, kapanpun aku minum makgeolli, aku benar-benar mabuk.”

“Tidak bisakah aku minum draf bir?” Haruskah kukatakan seperti ini?

Kau pandai. Bersikap imut seperti itu.

Laki-laki lemah akan hal-hal seperti itu.

Lupakan. Mengapa aku harus bersikap imut demi kebaikan mereka?

Apa yang harus kita lakukan jika akhirnya kau menjadi ahjumma yang hidup sendirian jika seperti ini?

Baiklah.

Jika aku lajang di usia 35 tahun,

akan aku anggap itu sebagai menyumbang,

dan aku akan mengencanimu.

Mengapa? Karena kukatakan ini,

– membuat jantungmu berdebar-debar?
– Memang berdebar-debar, tapi…

Tentu, karena posisi pacarku sekarang jarang kosong,

mungkin tidak memungkinkan, tapi…

Hei, hei, hei. Apa yang kau lakukan?

Hei, Lee Naeun. Kau tidak muntah, kan?

Hei!

Benar! Jangan minum makgeolli.

Baiklah. Permintaan diterima.

Kalau begitu, Hyeonjin, semoga liburanmu dengan pacarmu menyenangkan,

dan aku akan menjaga rumahmu sampai saat itu.

Kau tahu rumahku adalah rumah bersama, kan?

Seharusnya aku memperkenalkanmu tapi aku tidak punya waktu.

Pergilah sendiri. Kau akan melihatnya saat kau belok di sudut toko serba ada.

Mengapa perlahan semakin jauh?

Permisi.

Bisakah aku lewat sini untuk sampai ke sini?

Oh, awas!

Terima kasih.

[Happy together]

Ah, terima kasih.

[Happy Together – rumah tinggal bersama]

Wah.

Dapur Happy Together kitchen
♪ Sayang, Sayang, katakan padaku sekarang ♪

♪ Kenapa, kenapa kau
membuatku gugup? ♪

Ruang tunggu Laundry
♪ Mungkin, mungkin, kau dan aku, hanya kita berdua ♪

♪ Cintai aku, cintai aku,
bagaimana menurutmu? ♪

♪ Tidak cukup dengan kata-kata,
aku akan menyanyikan lagu ini untukmu ♪

♪ Dengan segala cara, aku
akan mengungkapkan perasaanku ♪

♪ Aku tahu,
kaulah satu-satunya ♪

♪ Aku bisa membawamu ke sana ♪

♪ Aku bisa memperlakukanmu lebih baik,
aku tidak akan pernah meninggalkanmu ♪

Kata sandi rumahku adalah ulang tahunku.

Jangan memasak makanan bau di dalam rumah, gunakan dapur happy together.

Sisa makanan harus dibungkus atau ditinggalkan di dalam wadah.

Ini bahkan bukan toko.

Jangan biarkan sampah menumpuk, buang langsung.

Setiap hari, buka jendela dan keluarkan udara dari rumah selama tidak kurang dari 30 menit.

Saat keluar, biarkan pintu kamar mandi terbuka untuk membiarkannya mengering.

Bersihkan kamar setiap hari. Meskipun itu merepotkan, setidaknya dua kali seminggu.

Bisakah aku tinggal di sini?

[Psikiater/ Direktur – Cha Kangwoo]

Hari ini, daripada konseling, kurasa aku berutang maaf padamu.

Apa maksudmu maaf? Malahan, aku ingin berterima kasih padamu.

Meskipun memang aku takut saat latihan di luar, dan

benar aku juga terkejut, karenamu, aku bisa mengetahui sesuatu juga.

Kau harus meminta maaf seperti ini, dengan tindakanmu!

Tidak seharusnya kau memaksakan otakmu untuk memikirkan yang harus dikatakan.

Kau tetap berlutut di depan perempuan itu.

Hei. Apa yang kau lakukan?

Tampaknya kau sedang salah paham sekarang–

Kau bahkan menghentikanku untuk ikut campur. Aku tahu semua itu karena aku.

Dengan begitu, kau ingin meminta maaf padaku atas namanya,

dan kau ingin lukaku semakin membaik.

Setelah melihatmu mencoba keras seperti itu,

aku tahu bahwa ada orang-orang yang ingin memberimu luka di dunia ini,

tapi juga ada orang yang dengan tulus ingin membantumu menyebuhkan lukamu.

Kau yang mengatakannya. Fakta aku bertemu dengan laki-laki seperti itu,

aku hanya tidak beruntung, itu bukan salahku.

Kau tidak boleh meninggalkan kata-kata ini juga.

“Ada kesalahan dalam hubungan manusia, tapi tidak ada kegagalan.”

Kau benar.

Jadi, aku akan mencoba memiliki lebih banyak harapan.

Harapan pada orang-orang.

Ini perempuan yang kubicarakan saat itu.

Kurasa dia akan sangat cocok denganmu.

Apa? Kau tampil? Kau menerima Daehangno. (Cat: “Jalan Budata” dengan banyak teater kecil dan panggung luar ruangan)

Kau mengambil peranku saat aku di klub.

Kau ingin aku melakukan apa dengan hanya satu undangan?

Apa? Kau pikir aku selalu lajang?

Aku tidak berkencan.

Meskipun begitu, aku tidak bisa pergi sendiri. Nantikan saja.

Hari ini?

Apa dia sudah pergi?

Aku baru saja mau minum dengannya.

Kita lihat.

Masih sakit.

Kurasa di sini patah.

Ah, kau 302, kan? Lee Naeun?

Iya, halo.

Selamat datang ke Happy Together. Aku pemiliknya, Kim Dongseok.

Tapi, kau sudah makan malam? Ini sudah lewat jam makan malam.

Apa kau tipe orang sarapan atau makan malam?

Aku menyediakan sarapan dengan masakanku sendiri kecuali di hari Minggu.

Apa yang kau suka? Hidangan Korea, Tiongkok, Jepang, Thailand, Italia dan Perancis.

Tidak, aku hanya tidak makan sarapan.

Lalu, tidak ada? Kalau begitu–

Biasanya aku tidur.

Ah, bagaimana jika melakukan pesta penyambutan besok di jam makan malam?

Mulai sekarang, saat tinggal di sini kalian akan saling bertemu. Menyenangkan untuk mengenali wajah satu sama lain.

Tidak usah! Aku hanya di sini untuk sementara. Aku akan tinggal dengan tenang dan pergi!

Pasti karena aku terlalu banyak bicara…

Tentu saja, bukan. Ramen cup memang bukan masakan.

Baunya akan hilang tanpa jejak dalam beberapa hari.

Rencana ini sempurna.

Tidak, tidak. Jangan pernah. Apa kesempurnaan pada manusia?

Langsung terjadi sesuatu setelah satu detik.

Kita temui dan lihat dulu.

Aku juga berpikiran kau setuju denganku. Kalau begitu, noona ini akan terus menikmati makanannya.

Kau belum tidur, kan?

Apa kau lihat semua yang kutulis di catatan tempel?

Hei, pastikan untuk mematuhinya.

Mengapa tidak ada balasan?

[Hyeonjin]

Ah, yang benar saja! Bagaimana ini?

Melihatnya saja, kelihatannya mahal…

Jika dia datang, dia akan marah, kan?

Katakan padaku.

Aku sangat menjaganya!

Sudah diduga, kebisingan putih yang terbaik adalah dalam peralatan rumah berwarna putih.

Saat membaca buku di sini, semua isinya masuk ke dalam otakku dengan baik.

[Penatu]

Untuk beberapa alasan, dia tampak tidak asing.

Orang ini… orang ini!

Untuk mengatakannya dalam satu kata, psiko–

Psikopat itu!

Oh? Apa yang kau lakukan di sini?

Aku tidak melakukan apa-apa, ada uang jatuh di sini.

Kau tinggal di sini?

Kalau begitu tidak mungkin aku tidak mengenalmu.

Tapi, mengapa kau bicara dengan informal?

– Dengan kata-katamu, mengapa kau ada di sini?
– Untuk mencuci.

Ah, aku 301. Apa kau di rumah temanku?

Gyeongwon? Bora?

Mengapa, dari semua tempat, dia harus di sebelah.

Kau tidak mau memberitahuku.

Karena kita bertemu lagi di sini, kurasa kita harus memperbaiki kesalahpahaman.

Maksudku, aku bukan orang seperti yang kau pikir. Aku bukan berandalan kasar

ataupun orang yang menggunakan kekerasan.

Hari itu, untuk kepentingan psikoterapi, psiko–

Baiklah. Tidak usah buru-buru. Lagipula kau akan melihatnya karena kau di sini.

Sebentar. Kurasa kau melupakan sesuatu.

Urusi saja urusanmu!

Lagi. Lagi. Kau marah. Kau tidak akan memasukkan deterjennya?

Oh.

Ah, aku tidak membawa bantal.

Hyeonjin akan merasa tidak nyaman.

Kau tidak punya sarung bantal baru?

Kau ingat psiko yang kutemui hari itu, kan?

Orang itu tinggal di sebelahmu! Apa ini masuk akal?

Apa? Bukankah itu terlalu berbahaya?

Di sebelah. Itu menakutkan.

Jadi, kukirimkan pesan pada Hyeonjin kemarin, tapi dia bilang dia tidak akan pernah melakukannya.

Bahkan Hyeonjin sepenuhnya dibodohi.

Jika dia bahkan membodohi Hyeonjin, orang ini tidak biasa.

Tapi, memikirkan tentangnya memasukkan deterjen, tampaknya dia ramah.

Ramah? Omong kosong. Ini modus tepar pesona.

Padamu?

Maksudku, akankah kau melakukannya pada orang yang memukulmu?

Dia harus bersikap baik, kan?

lalu dia menggoda perempuan. Begitulah dia menyusup.

Atau, mengenalimu, apakah dia mencoba mencegah agar tidak dipukul lagi?

– Dia bisa melakukannya juga.
– Kau yakin dia memukulnya?

Kubilang dia memukulnya! Aku melihatnya dengan jelas.

Di mana dia memukulnya?

Tampaknya bukan di wajahnya, tapi bagaimanapun juga, aku mendengar suara tamparan.

Kau tidak akan datang ke pesta penyambutan, kan?

Mengapa aku ke sana? Akankah aku ke sana, dan melakukan perkenalan?

Aku akan tinggal di kamarku dengan tenang jadi aku tidak akan bertemu dengannya.

Tidak, mengapa aku harus sembunyi?

Mungkin pemiliknya.

Hyeonjin tidak akan memberikan nomorku.

– Ya?
– Ini Lee Naeun, kan?

Ini siapa?

Aku penulis Jang Eunyeong.

Ah, penulis. Tapi mengapa kau menelepon?

– Mengapa kau melakukannya?
– Ya?

Lihat lembaran koreksinya, kupikir aku melakukan sesuatu yang buruk.

Mengapa kau mengacau dengan kalimat orang lain?

Ah, aku hanya memberikannya agar Ketua Tim melihatnya.

Kau pasti bingung dengan yang tugasmu, jadi dengarkan baik-baik.

Tugasmu hanyalah memperbaiki kesalahan ejaan yang kubuat, tapi tidak lebih dari itu.

Tampaknya kau ingin menulis juga, jadi lakukan tulisanmu sendiri.

Jangan sembarangan melihat pekerjaan orang lain dengan rasa rendah dirimu itu.

Mengapa? Apa penulis mengatakan sesuatu?

Kau punya alkohol?

– Iya, Hyung.
– Kau harus datang ke pesta penyambutan 302. Harus datang.

Ah, dia hanya tinggal di rumah temannya sebentar. Mengapa melakukan makan penyambutan?

Aku ada les bahasa Inggris sepulang kerja. Ini hari sibuk.

Aku ada makan malam bersama klien hari ini. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.

Meskipun kau secara tidak sengaja bertemu dengannya, tolong jangan bicarakan tentangku.

Terutama aku adalah psikiater.

Iya, baik.

Tapi kau tidak bisa memercayai mulut hyung itu.

[Siput Laut]

302!

Kau pasti tipe orang bir.

Bagus, aku membeli siput laut untuk membuat siput laut bumbu untuk bir. Bagaimana menurutmu?

Tidak, ada sesuatu yang ingin membuatku minum sendirian hari ini.

Tidak, jangan begitu.

Akan kuantarkan ini padamu.

Ini disebut makan penyambutan, tapi kita hanya akan minum,

jadi datang dan minumlah tanpa merasakan beban apapun lalu pergi.

Aku akan menanti kedatanganmu.

Jangan tidak datang.

Aku menduga bahwa semua orang sibuk, tapi

ya, seseorang juga mengatakan apa masalahnya pesta penyambutan saat kau bukan penyewa resmi, tapi…

Ah, benar. Aku tidak perlu mengatakan ini.

Jangan pikirkan yang kukatakan.

Aku akan senang jika kau tidak anggap ini sebagai orang-orang tidak menyambutmu.

Kalau begitu, bagaimana jika kita bersulang untuk menyambutmu?

Iya.

Cobalah makan anju juga. (Cat: anju – hidangan pendamping alkohol)

Khusus untukmu, aku mengeluarkan sambal pedas, dan dengan bersih,

aku membumbuinya dengan bubuk cabai dan cuka.

[Penerbit Hyeon]

Kesimpulannya, kami tidak bisa memberimu kabar baik.

Tampaknya kau tidak sesuai dengan warna penerbit kami.

Meskipun begitu, kau menulisnya dengan banyak usaha.

Tenggorokanmu pasti kering. Bagaimana jika minum pelan-pelan sambil mengendalikan kecepatanmu?

Apakah itu telepon yang buruk?

Apakah anjunya yang buruk atau ada yang tidak bisa kau makan?

Jika kau mengatakan sesuatu, aku akan langsung membuatnya.

Maafkan aku.

Aku bukan orang yang makan anju dengan baik sambil minum.

Oh, Kangwoo.

Sudah diduga, aku tahu kau akan datang.

Akan disayangkan jika kau pergi seperti ini.

Kangwoo datang untuk menyambutmu, Naeun. Minum segelas lagi dan pergilah.

Kangwoo orang yang benar-benar baik.

Orang baik?

Kau sungguh memercayainya tanpa ragu?

Meskipun kau membodohi pemilik,

tidak mungkin Hyeonjin akan salah menilaimu.

Kau tidak memercayai semua yang kau tahu tentangku itu benar.

[Pengacara Lee]

Sebentar.

Mengapa keluar di sini?

[Laki-laki itu Datang]

Kau membaca buku seperti ini?

Benar, jika kau ingin membodohi orang lain, secara logis…

Kau akan membaca buku juga.

Tampaknya kau bekerja di bidang ini.

Mungkinkah, penulis?

Aku tidak menulisnya, tapi aku memperbaikinya.

Kalau begitu, kau penulis.

Aku bukan penulis,

aku hanya orang penuh harapan yang ingin menjadi penulis.

Keduanya tidak beda jauh. Apa salahnya untuk menggunakan julukan penulis lebih awal?

Itu penipuan!

Sekarang aku sedang memperbaiki milik orang lain–

Bukan orangnya akan melakukan klaim, jadi mengapa kau harus menaruh penyangkalan terlebih dulu?

Bagaimanapun, kau akan menjadi penulis.

Tidak ada yang besar dari kata-katanya, tapi…

Nanti, saat kau menjadi penulis, jangan berpura-pura kau tidak mengenalku.

Mengapa aku harus menemuimu nanti?

Aku bisa menjadi penggemarmu.

Aku merasa hangat.

Mengapa kau begitu baik?

Kau minum itu.

Akan masuk akal saat kau bukan orang baik, kan?

Setelah melakukan hal yang sangat mengerikan seperti yang dilakukan berandalan,

tidak seharusnya kau bersikap baik jika kau benar-benar psiko.

Tapi…

Aku tidak baik.

Bisakah kau memberitahuku, secara umum, bagian mana yang tidak cocok dengan warna penerbit?

Meskipun karyaku tidak diterbitkan, aku ingin mendapatkan umpan balik yang detil darimu.

Ini karya yang kutulis dengan semua
usahaku selama beberapa tahun terakhir.

Kumohon.

♪ Kehangatanmu bisa
kurasakan di ujung jariku ♪

♪ Bisikan angin sepoi-sepoi
membungkus kita di sekitar ♪

♪ Alam semesta hanya
milik kita, kau dan aku ♪

♪ Aku tidak percaya sehingga
air mata mengalir di mataku ♪

♪ Hatiku yang kecil dan lembut penuh
dengan desahan panjang ♪

♪ Jam tanganku mulai berputar
setelah istirahat yang lama ♪

♪ Cahaya bulan tanpa
kebohongan, itu bukan mimpi ♪

♪ Jadi itulah kenapa
aku mengatakan ini ♪

♪ Sampai kelopak
mataku terasa berat ♪

♪ Maukah kau meminjamkan
bahu hangatmu? ♪

♪ Untuk laut dan langit dengan
hujan yang menyedihkan ♪

♪ Aku akan bermimpi untuk menghilang ♪

♪ Oh sayang, sayangku ♪

♪ Penjara manismu ini,
aku baik-baik saja dikunci di dalamnya ♪

♪ Oh malaikatku,
kau adalah malaikatku ♪

♪ Seperti hari musim semi yang tidak
akan pernah hilang, tetap bersamaku ♪

Benar. Dia orang baik.

♪ Mulai sekarang,
aku akan berada di sana ♪

♪ Selalu di sisimu (selalu di sisimu) ♪

♪ Pada saat aku membuka mataku ♪

♪ Kau akan berada disana ♪

♪ Kau akan selalu ada di sana ♪

♪ Sayang, aku akan
berada di sana ♪

♪ Mulai sekarang,
aku akan berada di sana ♪

♪ Selalu di sisimu (selalu di sisimu) ♪

♪ Saat aku membuka mataku ♪

♪ Kau akan berada di sana ♪

♪ Kehangatanmu bisa
kurasakan di ujung jariku ♪

♪ Bisikan angin sepoi-sepoi
membungkus kita di sekitar ♪

Alih bahasa dipersembahkan
oleh Little General @Viki.com

Sub by VIKI
Ripped & Synced by @SULTAN KHILAF

Follow My IG
@sultan_khilaf_sub

[Cuplikan] Sebenarnya, jantungmu sedikit berdebar, kan?

Asmara terakhirmu, apa,
sekitar empat tahun yang lalu?

Kalian keluar bersama.

Tidak, bukan begitu. Setelah keluar dari
rumah, kami secara tidak sengaja bertemu di depan.

Mengapa kau jelaskan semuanya?
Dia mungkin salah paham tentang hubungan kita.

Bisakah aku memaksamu sekarang?

Ada sesuatu yang harus kami bicarakan.

Mungkinkah, dia tertarik padaku?

Aku tidak pernah menganggapnya
sebagai perempuan!

Aku malu! Aku malu!

Direktur, ini tamu yang kau tunggu.

Selamat datang.

About Nonton Drama Qu

Nonton Drama Korea Streaming Terupdate Subtitle Indonesia Gratis Online, Download Drama Korea, Tv Series dan Film Korea Terbaru Sub Indo. Nonton Streaming Drama Korea.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.